Santri Centil Anak Pedangdut

Santri Centil Anak Pedangdut
Masih kecil,tapi pinter bikin anak kecil


__ADS_3

setelah berkunjung ke rumah orang tua Raden mereka berpamitan akan mengunjungi orang tua syila dengan memakai kendaraan bermotor kesayangan Raden. dengan motor matic nya mereka melaju perlahan menuju kediaman Mamah dari syila setelah sampai sang mamah belum pulang karena memang selalu lembur jadi yang berada di rumah hanya adik yaitu Abdul.


" Assalamualaikum


"Waalaikumsalam


mereka sampai di kontrakan kebetulan Abdul belum lama pulang dari bekerja di toko bangunan, dia sampai kaget melihat sang kakak datang . untung sang adik tidak memakai seragam dan hanya memakai pakaian bebas, jadi tak terlihat kalau dia bekerja


"Mama belum pulang dek, Kamu udah makan belum? Kakak bawa makanan dari rumah ibunya Mas Raden


"Wah kebeneran aku laper belum makan Kak, masuk aja dulu. syila masuk dan mempersiapkan makanan serta membuatkan teh untuk mereka.


syila dibawakan makanan lauk pauk serta nasinya Abdul yang memang dalam keadaan lapar langsung memakan makanan yang disiapkan sang kakak


"loh mas Raden dan kakak tidak ikut makan?


" kita Udah makan Dek, kamu makan aja Kakak dibawakan banyak banget sama.... Ibu mertua hehehe


"Ehem cie cie ..yang punya ibu mertua


"Makasih ya Dek sudah tolong kakak. Doakan ya Dek Semoga Rumah Tangga kakak sakinah mawadah warohmah. mamah marah nggak semalam, atau kamu belum kasih tahu mamah?


" maaf Kak aku bingung jelasinnya lebih baik Kakak saja yang bicara sama Mas Raden!


" baiklah nanti kakak sama Mas Raden yang bicara pada mamah Kakak ke depan sebentar melihat Mas Raden yang sedang menelpon


"Ada apa mas, apa ada masalah?


"tidak apa-apa sayang semua baik-baik saja. gimana, apa Mamah Kamu sudah tahu tentang pernikahan kita?


" belum Mas Abdul tidak bilang kalau kita menikah dia hanya bilang kalau aku menginap di rumah temannya . Raden hanya mengangguk.


waktu maghrib pun telah tiba, Raden mengajak sang adik untuk shalat berjamaah di Masjid sedangkan syila shalat di rumah.


di Jalan Raden menanyakan tentang sekolah Abdul yang seharusnya sudah mendaftar


" Dul kenapa kamu belum Daftar sekolah? Emangnya mau daftar di mana, Biar mas bantu.


" Aku sebenarnya ingin sekolah pesantren yang jauh agar bisa mencari pengalaman dan bisa berjauhan dengan bapak!


Karena aku nggak mau diganggu oleh Bapak lagi, sudah cukup 3 tahun aku bersama dengan Bapak.

__ADS_1


" apa dia melakukan kekerasan fisik padamu?


" Sudahlah, mas pasti tahu Bagaimana Perangai bapak dulu pada kakak yang seorang gadis kecil Bahkan dia tega membuat kakak mendapat luka jahitan di kepala. aku nggak akan melupakan hal itu sampai kapanpun . Sebenarnya waktu itu bapak meminta Hak asuh kakak tapi aku yang menawarkan diri untuk ikut bapak aku nggak akan tega melihat Kakak tersakiti lagi oleh Bapak sebagai ayah kandungnya sendiri, yang seharusnya menjaga tapi malah menyakitinya .


"Lebih baik aku yang tersakiti . Karna sudah dari dulu Kakak sering melindungiku dari kekerasan bapak! tak Ayal kakak sering mendapat pukulan yang seharusnya pukulan itu Tertuju Padaku Jadi aku minta tolong, Mas tolong jaga kakakku segenap jiwa dan ragamu! bila aku tahu Kakakku Tersakiti, maka aku yang akan mengambilnya dari Mas


"Insya Allah tidak akan Dul, aku akan menjaganya sampai akhir hayatku Aku akan berusaha selalu menyenangkannya membuatnya bahagia. ingatkan aku jika aku keliru atau salah pada kakakmu


"aku percayakan kakakku pada mas, Terima kasih sudah membantunya tanpa Maz merusak masa depan nya..


" Iyya Dek... Assalamualaikum


Waalaikumsalam sampai di rumah ternyata Mama sudah pulang bahkan yang membuka pintu nya Mamah.


"loh Tumben kok Mama sudah di rumah?


" Iya dek Mama lagi nggak lembur Kamu sama siapa dek?


Hening sejenak mereka tak ada yang berani menjawab pertanyaan mama sampai akhirnya syila menjawab.


"Sama Suami aku Mah. Ucapan syila to the point.


"gak usah ngeprank mamah deh, kamu kalau bercanda gak boleh begitu, nanti orang nya marah. Maaf yah mas anak saya kadang bercandanya gak liat situasi tolong jangan di ambil hati.


"saat itu saya tak mungkin melakukan hal yang dilarang agama, walau diniatkan menolong. akhirnya saya bertanya dokter apakah ada obat penawarnya untuk kasus yang di hadapi syila saat itu, dan jawabannya tidak ada! hanya lawan jenisnya yang bisa mengobati keadaan seperti itu


"dan sayapun bertanya kepada bapak ustad yang hadir di pesta Ulang tahun saya: Apakah seorang Adik berumur 15 tahun bisa menjadi wali kakak nya disaat yang sangat genting saat itu?


"Pada saat itu Pak Ustadh bicara kalau: Boleh menjadi wali Di usia 15 tahun dan dia sudah Baligh, saya tidak menyia-nyiakan waktu lagi, lalu saya mencari 2 teman ditempat syila bekerja untuk menjadi saksi dan mahar hanya berupa uang cash.maaf mah,saya gak ada persiapan apa-apa.


Mamah hanya diam mendengarkan Raden berbicara tanpa menyela nya, mamah hanya shok gak menyangka anak gadisnya sudah bersuami,pantas saja kemarin malam mamah merasa ada hal berat yang dialami sang putri . Filling seorang ibu sangat kuat.


"kak... Maafkan mamah yang tak bisa menjaga kamu dengan baik. Lalu mamah menghadap Raden "Nak mulai sekarang mamah menyerahkan tanggung jawab mamah kepada kamu, tolong ajarkan anak mamah jika dia tidak tau, ingatkan dia jika dia lalai,sayangi dia sebagaimana kamu menyayangi diri kamu sendiri, bahagiakan dia, karna mamah belum sempat membahagiakan dia sedari kecil, melihat dia yang selalu kuat tapi sebenarnya dia Rapuh. dia tak sekuat yang terlihat,tolong jaga dia dengan baik.


"Raden tidak bisa berjanji mah,tapi Raden akan berusaha membahagiakan syila dengan tulus.


"Tunggu dulu, Raden? Kamu anak bu Rani dan pak Dendi?


"Iyya mah, Aku yang dulu menunggu syila kembali,ternyata penantianku berbuah manis.


"Tapi nak, kamu pasti sekolah tinggi, sedangkan syila tidak_

__ADS_1


"Maaf mah aku tetap menerima nya, bahkan orang tua aku pun menerimanya dengan tangan terbuka. Aku juga punya kekurangan mah, jadi jangan pernah membedakan aku dan Abdul,karna Aku sekarang pun Anak mamah,jadi jangan sungkan untuk meminta tolong apapun itu.


"hiks hiks hiks... Kamu beruntung sayang, mendapatkan suami yang bertanggung jawab. dengar nak, jangan pernah kamu menyamakannya dengan bapak kamu, mengerti? Patuhlah pada suami, apapun yang dipinta suami kamu harus berusaha turuti, menyenangkan nya adalah ibadah.


"Iyya mah Syila akan usahakan yang terbaik untuk Rumah Tangga Syila, maaf kan Syila mah hiks hiks hiks. Syila memeluk mamah dengan sangat erat seakan enggan melepasnya.


"kamu yang sabar yah ngadepin Syila, dia masih kecil.


"Siap mah!. Hehehe


Lalu Mamah pergi ke kamar mandi dan Abdul pergi ke kamar yang di sekat dengan kain yang lebar karna memang kontrakannya hanya satu ruangan luas, dan kamar mandi Raden berbisik ditelinga Syila "Masih kecil,tapi pinter bikin anak kecil ya Sayang???


"Plakk...


Aduh sakit sayang...


"Biarin ajah lagian mesyummm.


"kan mesyum sama Istri sendiri, ibadah. dari pada sama istri orang, Musibah.


"Ikkhh nyebelin, Awas kamu yah macem-macem sama cewek lain aku goreng sosisnya!. setelah berucap seperti itu syila menyiapkan makanan yang sudah di panaskan untuk makan malam Lesehan. Tapi Raden tak permasalahkan itu,Raden justru senang karna diterima mamah sebagai menantunya.


"kalian menginap disini kan? 1 hari yah nak Raden ,mamah akan kangen tidur bersama putri mamah? Syila melirik Suami nya seakan meminta izin.


"iyya gak apa-apa kok mah ,lagian juga besok niatnya akan kerumah Bapak!. Semua orang melihat Raden tak percaya .


"Bagaimana pun Raden belum meminta Restu nya Bapak mah.


"Tapi Maz.... Aku takut Bapak menghina Kamu.


" sudah Resiko jadi suami kamu sayang.


" Abdul akan ikut menemani kakak mah! Mamah tenang aja kami akan menjaga putri kesayangan mamah ini.


"Baiklah.... tapi tetap hati-hati.


"Siap kanjeng MAMI...


Ucap Syila dan Abdul kompak.


***

__ADS_1


Gimana yah kalau ketemu Mertua yang garang....?


__ADS_2