
Selesai membereskan perpindahan mamah di bantu bibi Mirna yang ikut tinggal dengan Raden.
"Mas, kita gak salah masuk rumah Orang kan? Ini bukannya rumah orang yang sewa_
"Bukan Sayang... Kamu yang salah. Waktu itu kita pernah kesini, tapi dalam keadaan kamu yang ling-lung, karna terlalu hanyut dalam pesona Bang Raden kan???
"Dih... PD.
"Sudah selesai kan yah Dek, Mas ada perlu ke kantor pusat.
"Iyya udah selesai kok Mas,kamu udah mau berangkat?
"Tapi kenapa filling aku gak enak yah Mas? kamu gak lagi bohong kan sama Aku, gak lagi main belakang kan ??? Ucap Syila curiga
"Emang nya apa lagi sih yang Mas cari diluaran sana, kalo bukan cari duit,hmm? Nanti kalau memang sudah sampai sana Mas akan Telfon kamu, bila perlu kita Video Call? Biar tau apa saja yang suami kamu lakukan di pabrik itu.
"Ingat Mas, itu pabrik Orang, jangan kamu salah gunakan kepercayaan orang lain dengan memanfaatkannya.
"Assyiaaaap ibu negarakuu . Berangkat dulu yah sayang, jangan lupha, hari ini belum kasih Jatah, Doble yah nanti.
Assalamu'alaikum.. Cup .Raden mengecup Bibir istrinya .
"Wa'alaikum salam... Dasar mesyuuum. Hati-hati sayang...
Sampai di kantor Raden menepati janji nya, Video Call. Banyak yang di bicarakan mereka, sampai saat dimana ada wanita cantik datang keruangan dengan pakaian sexynya, tapi Raden tak mematikan telfonnya, dia sengaja membiarkannya tetap menyala agar sang Istri tidak curiga. Syila menyalakan mode bisu,jadi hanya Hp Raden yang bersuara.
"Hai sayang.., apa kamu sudah sehat, kenapa hari libur gini malah kerja?
"Waktu itu aku kerumahmu 2 hari yang lalu, tapi sayangnya Kamu tak ada dirumah, dan sekarang kamu meminta Ayahku datang ke kantor. Tapi Ayah sedang tak enak badan, jadi meminta aku yang menemui mu. Memangnya ada masalah apa sampai Ayah harus di panggil kesini?
"Kau tak tau apa yang sudah Ayahmu lakukan di kantor? Ayahmu sudah menggelapkan Dana kantor sudah dari 2 tahun yang lalu. Aku sengaja memanggilnya di hari libur agar tidak ada yang tau kejahatan yang sudah di lakukan Ayahmu. Aku harap dengan cara ini, Ayahmu mau mengembalikan Uang yang sudah di salah gunakannya.
__ADS_1
"Kalau begitu Aku siap di jadikan pelunas hutang Ayahku. dengan Menikah denganmu.
"Hufff.. Masalah pribadi janganlah kau kaitkan dengan masalah Kantor.
"Tapi Aku mencintaimu Raden!!! Dari dulu, dari semasa kita di SMP, sampai sekarang, aku hanya menginginkan kamu Raden tak mau yang lainnya.
"Kita ini hanya teman, jadi jangan terobsesi padaku Sinta, lebih baik kau cari yang lainnya.
"Tapi Aku hanya ingin ka_
"Keluar lah sebelum aku kasar padamu.
Lalu Raden beranjak dari duduk nya menuju Toilet, karna dia Fikir Sinta akan pergi setelah dia tinggalkan. Tapi nyata nya dia masih berada di sebrang tempat duduk yang langsung berhadapan dengan Raden.
" Astaghfirullahal'adzim.. Kenapa kamu keras kepala, lebih baik kamu pergi dan segera panggil Ayahmu untuk datang kesini, Faham? Ucap Raden kesal lalu meminum kopi nya yang di sediakan oleh Deni tadi sebelum dia pergi mengerjakan tugasnya yang lain.
"Baiklah aku pergi!!! sambil tersenyum manis (semanis Pare) karna senang melihat Raden meminum kopinya yang sudah dia berikan perangsang...
Dirumah Syia melihat saat Sinta meneteskan sesuatu pada kopi Suami nya
"Hufff... Kok tiba-tiba panas ya?
"Deg" kok cirinya hampir sama dengan yang dirasakanku malam itu. Fikir Syila
"Hufff . ... Astaghfirullah, kenapa makin panas hawa nya ya,gak nyaman banget.
Syila yang melihat seperti nya ada yang gak beres sama Suaminya langsung meminta Abdul mengantarkannya ke kantor utama, menyusul sang Suami.
"Tok Tok Tok .. CeKlek
"Deni .. Huuff ..tolong kamu urus_
__ADS_1
belum selesai Raden bicara,dia melihat Sinta kembali keruangannya dan mengunci pintu. Sejenak Raden sulit menelan saliva nya dan melihat Sinta dengan tatapan seolah menginginkannya.
"Hmmm Hah... Hmmm Hah.... Astaghfirullah, ya Allah rasa apa ini, kenapa Aku? ya Allah .. Kuatkan Iman Hamba, jangan sampai Nafsyu sesaat menghancurkan ku seumur hidup. Lindungilah Hamba Ya Allah. Raden trrus berdoa dan beristighfar karna rasa nya semakin menyiksa dan ingin di salurkan.
"Loh kok Kamu pucat dan berkeringat Sayang, biar aku bantu kamu istirahat di kamar yah atau mau istirahat di sofa, agar lebih nyaman,hmmm??? Sinta terus saja menggoda nya dengan mendekatkan tubuh nya agar menempel pada Raden.
"Gedubraggg... Aduh, kamu apa-apa an Raden hah!!! Aku hanya ingin membantu Kamu agar lebih Rileks sayang. Ucap Sinta mendayu-dayu seraya tangannya mengelus Dada bidang Raden dan membuka nya satu persatu setelah tadi dia jatuh di dorong oleh Raden.
"Tenanglah sayang, aku akan membantu mu mengeluarkannya, kamu tenang saja, aku pasti akan Memu*skanmu sayang
~ Raden tak bergerak, bertahan dengan menggit bibir nya ,dia mengikuti apa yang Syila lakukan pada saat itu, agar tetap tersadar dari pengaruh obat .
"Diam kamu!!! Brengsek. Raden tetap berusaha mendorong nya.
"Hahahha, kamu gak akan bisa menahannya sayang, ayo lah , jangan sok suci! Aku tahu kebutuhanmu saat ini, dan jangan harap Deni akan membantumu pergi dari sini, Karna Aku sudah menyuruhnya pulang. Hahaha
Tadi disaat Sinta keluar dia bertemu Deni yang akan keruangannya Raden, tapi di cegah ,dengan mengatakan Raden sudah pulang barusan.
" Ayolah kita bersenang-senang dulu sayang sebelum pulang.
Tapi Raden tetap pada pendiriannya ,dia bertahan sambil berdoa dan beristighfar.
Syila akhirnya sampai di kantor Raden dengan cepat, dan mengatakan pada Pak Satpam kalau Pak Raden terkuci di Ruangannya jadi dia meminta pak satpam membantu nya.
Awalnya Pak Satpam tak percaya kalau Syila Istri Sah nya Raden. Tapi dengan memperlihatkan foto dan video pernikahan mereka, akhirnya pak satpam percaya .
Mereka langsung bergerak cepat menaiki Liff yang akan membawa keruangan Raden di lantai 5. dan sampai depan pintu Ruangan Syila lagi-lagi kecewa karna Ruangannya ternyata di kunci. Tapi Pak Satpam Dengan cepat membuka Ruangan itu dengan kunci cadagan. Yang di bawa nya .
Ceklek... Semua kaget melihat posisi Sinta dan Raden yang begitu menempel seperti sepasang kekasih yang akan bercumbu, tapi tidak dengan Syila yang tau masalahnya. Pak satpam heran melihat bibir Raden yang di gigitnya hingga berdarah , seperti menahan kesakitan.
"Tolong Mas Dek.... setelah berkata Raden pun tergeletak dilantai .
__ADS_1
Abdul dengan sigap membantu kakak Apar nya untuk istirahat di sofa, dan Syila meminta tolong Pak satpam dan Abdul pergi ke kantor polisi setempat dengan membawa kopi yang di minum Raden tadi .karna Syila curiga dan sempat melihat Sinta memasukan obat ke dalam minumannya . Jadi meminta Abdul juga ikut dengan Pak Satpam untuk memastikan obat apa yang di masukkan Sinta ,dan untuk di jadikan barang bukti.
Sedangkan Sinta kesal karna Rencana nya yang gagal. jadi Dia langsung pergi begitu saja. Dia tak tau kalau perbuatannya akan di laporkan Polisi, karna Sinta yakin tak ada yang akan tau kalau dia menaruh obat di minuman nya Raden. akhirnya Dia pulang dengan kecewa.