Santri Centil Anak Pedangdut

Santri Centil Anak Pedangdut
Mengajak Beribadah Menuju Syurga


__ADS_3

Abdul dan Pak Satpam keluar mengikuti intruksi Atasannya. Mereka pergi ke kantor Polisi dan meminta tolong di cek obat apa kan yang sudah di campurkan kedalam kopi tersebut.


Di kantor Syila sedang membelai wajah suaminya dan berhenti pada bibirnya yang terdapat luka gigitan, bahkan ada darah yang mengering disana.


"Terima kasih Mas, kamu tetap menjaga Imanmu, aku tau kamu sangat tersiksa, karna aku juga pernah merasakannya.


"Demi kamu sayang, Aku akan tetap mempertahankan nya . Seperti katamu. Lebih baik Aku menyakiti diriku sendiri agar tetap sadar.


"Iyyah sayang ...maaf aku telat.


"Dek.... Tolong bantu Mas... gak bisa di tahan lagi ini,...


"Silahkan Sayang jangan lupa Do'a.ny_


"Bismillahirrohmaanirrohiim... Lalu Raden langsung menerjang Istrinya dengan kasar tanpa sadar. Tapi Syila tetap kewalahan mengimbangi Raden yang dalam pengaruh obat perangsangnya, sampai Syila berfikir, apakah kemarin dia seperti ini juga, ganas dan kasar seperti Raden sekarang ini.


"Auwww ..pelan sedikit Mas, sakit.


AKHHHH.... Mas iikkhhh, Kamu main nya kasar bangat MAAS...


"Hufffff ,.. Maafin Mas Dek, Mas akan berendam air dingin saja di kamar mandi. Tapi Syila langsung memegang tangan nya agak Raden tak melakukan Onani yang dilarang Agama. Karna Raden sudah mempunyai yang Halal, untuk apa melakukan Solo karir di kamar mandi.


"Mas takut menyakiti kamu sayang, karna obat sialan ini nanti Mas main kasar, kasihan kamu sayang. Cup.


" Hmmm, tadi aku belum siap Mas, sekarang Aku siap, jadi lakukanlah ! tugasku melayanimu Mas.


Dengan tak sabaran Raden mencumbu Syila dan berkata 'Maaf' ditengah cumbuannya. sebenarnya dia tak tega tapi harus disalurkan pada yang Halal bukan bermain solo atau dengan yang tidak Halal.(kalau yang Halal ada kenapa cari yang lain) Iyya toh.?


Selesai dengan tugas nya Syila langsung terkapar tak berdaya, dan akhirnya tertidur pulas, bahkan sampai waktu Sholat Dhuhur hampir terlewati Syila masih terlelap . Di saat pertama Raden selesai dengan permainan nya, Syila merasa sudah bisa bernafas lega. tapi Dia salah, Raden kembali mencumbu nya sampai Dia pun terkapar di samping sang Istri untuk kedua kali nya .


Raden terbangun lebih dulu dikamar yang ada di kantor nya, tadi sang Istri tak mau melayaninya di sofa, karna malu, jika nanti ada yang masuk dan kepergok gimana jadi nya....?


"Tetaplah Tersenyum Sayangku, walaupun nanti berat menjalani nya, Insya Allah akan ada Hikmah Terbaik dan terindah yang telah Allah siapkan. Yakinlah." Raden berucap sambil mengelus pelan Rambut Sang Istri, membuat sang pemilik nya terbangun dan tersenyum.


"jam berapa Mas, sepertinya sudah masuk waktu Sholat Dhuhur?


"hmmm!!! Jam setengah 3 ???


"Astaghfirullah Mas, kita belum Sholat Dhuhur, kita mandi bareng aja ya, biar singkat waktunya.?


"Sekalian jatah ya Dek?

__ADS_1


"Plakk... Enak ajah!, yang tadi doble, emangnya gak kehitung jatah, hmmm? Syila memukul tangan Suami nya pelan karna seball


"Auwww sakit Dek, tadi kan gak sadar Sayang,, sekarang kan dalam keadaan sadar. Jadi ayolah...


"Dasar Edan(dalam hati). Sholat woyyy Sholat... Jangan 'Ngasah ilat' mululu.


"Iyya iyya Sayangkyu,Cintakyu,Maniskyu, Syurga Dunia dan Akhiratkyuu.


"Gombalan.. Syila beranjak dari tempat tidurnya, tapi saat akan berdiri, Syila terdiam dan memejamkan mata nya sejenak, merasakan sakit nya luwar biasakkk. "Astaghfirullah... Sakit banget sih.


Raden melihat dan mendengarnya istighfar . Dengan Sigap menggendong Syila yang sedang repot melilit seprei , karna tadi sudah acak-acak an.


"Ya Allah!!! Kaget Syila karna tiba-tiba di gendong Suaminya sampai di kamar mandi, dan mandi berdua untuk menyingkat waktu.


Selesai Sholat Dhuhur Mereka tak beranjak karna dalam waktu 10 menit lagi sudah masuk waktu Sholat Ashar, jadi Syila menyarankan mereka Berdzikir saja untuk menunggu waktu. Tapi Raden memberikan Syila Al-Qur'an , karna ingin mendengarnya mengaji lagi.


"Tolong Lantunkan Al-Qur'an ini, aku ingin mendengarnya lagi.


Syila menerima nya dan mulai mengaji mulai dari Al-fatihah sampai Al-baqarah sampai terdengar Adzan Berkumandang. Menandakan sudah waktunya Sholat Ashar, dan Mereka melanjutkan Sholat Ashar sebelum mengisi perut untuk makan siangnya.


Selesai urusan mereka di kamar, Mereka keluar untuk mencari makanan di dekat kantor saja, tapi baru sampai di ruang kerja, Raden melihat ada makanan di meja sofa dan ada tulisannya


"Tidak akan aku tinggal kan wanita Sholehah ku demi wanita yang lain.


Abdul yang tadi mengikuti Pak Satpam ke kantor polisi ,penasaran juga obat apa yang di campurkan wanita Sundel itu ke dalam minuman Kakak Ipar nya. Selesai dari kepolisian Abdul kembali lagi ke kantor setelah tau obat itu adalah perangsang, jadi Abdul membawakan makanan untuk sang Kakak agar tak telat makan,dan meninggalkan pesan di samping makanannya.


"Ayo mas, kita mau makan dimana?


"Disini saja, karna Adikku sangat pengertian, sebentar biar aku panaskan . Disaat Raden berjalan Syila meminta agar Dia saja yang menyiapkan,dan memanaskannya. Tapi seketika berhenti


"Apa ada dapur disini Mas?


"Tidak ada! . Sini biar aku yang panaskan di microwave


"Apa itu mikro_???


"Sini Mas tunjukin.... Begini cara nya sayang .


"Kamu pasti malu ya Mas, aku gak tau apa-apa, dan gak bisa bantu kamu. Aku juga gak bisa masak. Aku punya bnyak kekurangan , sedangkan kamu Sesempurna ini." Syila merasa malu bahkan Syila tak ada yang bisa dibangga kan, otak pas-pasan masak gak bisa . Hanya gadis biasa yang memiliki cinta dan kasih sayang Seluas samudra, serta kesetiaan yang tak diragukan lagi.


"Bagiku kamu sempurna Sayang. Jadi berikan cinta , kasih sayang , dan kesetiaan kamu untuk Suamimu ini ya ,

__ADS_1


Cup


Cup


Cup


"Ayo kita makan, atau mau Mas makan lagi,hmmm? Raden sengaja menggoda Istri nya agar tak sedih .


"Dih... Kamu gak sadar, tadi kamu kasar bangat tau gak sih, aku sampe kewalahan ngimbangin nya. Sakit tau" Syila manyun sebal .


"Tapi syuka kan??? Syila hanya bisa diam menunduk menahan malu dan merona karna tak bisa menjawab pertanyaan Suami nya. Jelas saja karna Dia juga berisik saat Raden beraksi tadi.


" Bismillahirohmanirohim , Allahumma bariklana Fima rozaktana Wakina adzabannar." Syila langsung berdoa karna tak mau membahas itu lagi.Mereka makan dengan lahap dan hening setelah menguras tenaga.


Ayah Sinta yang tak datang membuat pekerjaan Raden tidak selesai, ditambah kejadian yang membuat nya kesal dan jengah menghadapi kelakuan Sinta yang sudah di luar nalar baginya.


Mungkin dengan melaporkannya ke polisi Dia akan jera!


Syila sedang memberes kan piring yang sudah terpakai, tiba-tiba Raden melingkarkan tangan nya dari belakang, sontak saja Syila kaget dan mematung.


"Maafin Mas Sayang, mas gak sadar sepenuhnya, Maafin mas jika menyakitimu. Apa masih sakit, Kita kerumah sakit yah sayang, Mas merasa bersalah kalau sampai Kamu sakit.


Syila berbalik dan menghadap Suaminya "Sudah tugas Aku sebagai seorang Istri Mas, jadi jangan pernah ada yang di tutupi lagi yah, apapun itu.


"Apakah termasuk Pabrik ini milik siapa?


"Memangnya apa hubungannya?


"Karna Mas yang akan menjadi penerusnya setelah Menikah.


hening sejenak


"Uawww.. Jangan bercanda deh kamu Mas, ga lucu! Aku udah pernah bilang sama kamu, Aku terima kamu apa ada nya. yang penting kita sama-sama berusaha menjadi lebih baik lagi dan selalu Mengajak beribadah Menuju Syurga


"Seperti tadi, bisa dikatakan Ibadah kan sayang, cup? Raden mengecup bibir sang Istri yang selalu menggoda Iman.


"Menuju Syurga Dunia atau Syurga akhirat sayangkyu...


Syila langsung memeluk Suaminya dan menelusupkan wajahnya karna malu .


"Ternyata indahnya pacaran setelah menikah . Semoga kamu wanita pertama dan terakhirku Asyila, Istriku.

__ADS_1


__ADS_2