
selesai makan dan salat Isya berjamaah dipimpin oleh Raden yang menjadi imamnya .Raden diminta menginap di kontrakan. Sheila ingin menolak Tapi Raden mengiyakan. mereka'Tidur terpisah' Sheila dengan mama,Raden dengan Abdul. mereka saling bertukar cerita Mamah menanyakan tentang apa yang terjadi di malam kemarin kenapa bisa terjadi hal seperti itu, lalu sila menceritakannya tanpa ada yang ditutupi
"kamu beruntung bisa bertemu dengan Raden yang bertanggung jawab nak. jika orang itu bukan Raden Mama tidak bisa menjamin kamu bisa terobati dengan cara yang halal. mereka pasti akan memanfaatkan keadaan tanpa memikirkan masa depan kamu yang akan rusak
" Mama benar Raden sangat menjaga ku pada saat kejadian malam itu dia langsung bertindak cepat bertanya pada dokter dan juga ustadh bahkan maharnya pun patungan karena tak ada persiapan, karena Mas Raden tak ada uang cash
" Abdul sudah memberikannya pada mamah? nanti uang nya bisa untuk tambahin daftar sekolah yang agak telat,tapi Abdul pasti bisa mengejarnya karna otaknya Cerdas.
"Belum! Dan Mahar itu sepenuhnya Hak kamu sayang.. mama baru tahu kalau anak mamah sudah besar dan bersuami. nanti coba mama tanyakan, sekarang istirahatlah dan persiapkan mentalmu untuk esok hari .
sedangkan Abdul dan Raden membicarakan keberangkatan Abdul ke pesantren yang diminatinya. Memang agak sedikit terlambat untuk pendaftaran siswa baru Namun kecerdasan Abdul tak bisa diragukan dia pasti bisa mengejar ketinggalannya tersebut.
" gimana dul jadi pesantren,Kapan Daftar? pendaftaran kan dibuka dari bulan lalu. kalau kendalanya uang,mas bisa bantu, Biar mas yang tanggung biaya sekolah kamu sampai lulus, tapi jangan mengecewakan kakak dan mamah kamu!
"Kalau soal nilai Insya Allah aku akan berusaha mengejar ketinggalanku, tapi memikirkan mamah aku bingung, karna kakak sudah menikah jadi mamah harus sendiri lagi di kontrakan.
" Biar mamah nanti mas suruh kakak kamu bujuk ikut pindah di rumah mas.?
"Mamah gak akan mau mas kalau harus tinggal dirumah orang tua mas raden lagi, waktu itu Mamah terpaksa karna kami masih kecil.
"Hmmm... Mas sudah menyiapkan rumah untuk Mas dan Kakak kamu tinggali,Mas sudah membelinya sejak mas masih sekolah SMA. pulang sekolah Mas kerja di Gudang Pt. Lancar Jaya,dan sejak saat itu mas mengumpulkan gaji mas untuk membeli Rumah, dan sekarang kakakmu yang menjadi Tangga nya.
"Apa mas tidak keberatan jika mamah ikut bersama kalian? Kalau keberatan lebih baik jangan! seandainya mamah mau ikut dengan kalian,Tolong 'jangan' perlakukan mamah seperti Pembantu,aku tak akan bisa fokus belajar disana karna memikirkan mamah. aku lebih baik putus sekolah daripada harus melihat 2 bidadari syurga ku tersakiti.
"Apa wajahku terlihat seperti mafia Dul? Apa kamu pernah melihat kakakmu melakukan hal buruk yang kau tuduhkan barusan?
"Maaf mas kalau aku menyinggung ! terima kasih mas sudah berbaik hati mengambil alih tugasku menjaga 2 orang yang terlalu Indah bagiku. istirahatlah, karna esok akan lebih berat lagi menghadapi Bapak.
"Dul mas gak bawa salinan untuk menghadapi Bapak besok,apa perlu aku mampir dulu ke toko pakaian?
__ADS_1
"Tidak perlu mas,jadilah orang sederhana saja, aku gak ingin Bapak menyambut kita dengan sandiwara.biar mereka menilai kita yang apa adanya ,nanti aku pinjamkan pakai aku, ok?
Raden hanya mengangguk dan mereka pun beristirahat dengan tenang.
Tengah malam syila terbangun,karna memang biasa Sholat Tahajut. Dengan khusyu' berdo'a semoga dilancarkan urusannya esok hari .semoga bertemu Bapak nya syila tidak Trauma . Syila membenarkan selimut Adik dan Suaminya
saat akan melangkah ,tangannya digenggam sang suami dan diminta mendekat ,dengan hati yang was-was Syila melirik kamar dan sang Adik yang ada di sebelah Raden, syila mendekat, lalu dengan lembut Raden mencium bibir sang istri sedikit menuntut. Saat Syila mulai terhanyut lalu...
"GUBRAKKK!!!
"Astaghfirullah ... Pasangan itu kaget dan panik, syila langsung berlari menjauh dengan malu kembali ke kamar dan berbaring lagi bersama mamah dengan senyum² sendiri kaya orang kurang Sesajen. Hehehe (dasar penganten baru).
Raden yang tidur di sebelah Abdul heran dengan cara tidurnya Abdul yang Gesrek. Gak bisa anteng, abdul menendang dispenser yang berada di sampingnya. "Astaghfirullah (tepok jidat)
Esok hari Syila bangun jam 5 biasa nya setelah Tahajut Syila mengaji, tapi karna sudah batal karna ciuman itu jadi lebih memilih tidur lagi jadi dia kesiangan. Kamar mandi nya bergantian, jadi sebelum Sholat Syila masak nasi di magic com dan memasak telur dadar, sambal kecap. Entah Raden suka atau tidak.
Semua selesai dengan urusan kamar mandinya dengan singkat dan melaksanakan Sholat Subuh berjamaah dirumah Raden yang menjadi Imam.
karna terlalu pagi jadi hanya Mamah yang sarapan ditemani anak menantu nya
"Mamah berangkat ya sayang, kamu hati-hati dijalan, cukup katakan apa yang perlu dikatakan, dan hormati keputusan suamimu, mengerti?
"Iyya Mah, mamah hati-hati jangan sampai ketinggalan jemputan". lalu semua nya mencium tangan sang Mamah yang mengucapkan Salam.
"Gimana rasa nya, suka? Maaf yah cuma telur dadar sarapannya.
"Enak kok, apalagi ditambah sambal kecap nya, mantap.
"Kak,Mas aku mau sewa motor yang kemarin dulu ya. Paling setengah jam .
__ADS_1
"1 jam juga gak apa Dul, biar Kakak kamu Mas yang jagain."Raden mengedipkan sebelah matanya, dan Abdul paham isyarat itu.
"hmmm.. Pelan-pelan Mas jangan main kasar,disini tidak kedap suara!. Hehehe
"Maksudnya kalian apa sih... Orang mau ke Bapak juga, jadi jangan lama-lama Dul.
Syila agak teriak karna Abdul sudah berjalan cukup jauh.
"Masyuk yuk Sayang... Dingin diluar, Mas butuh kehangatan. senyuman Raden menggoda Syila yang masih polos. Perlahan mengajak Syila ke kamar dan Raden langsung mencumbu sang Istri setelah mengunci pintu nya.
"Mas hmhhh ... Syila masih malu ,jadi dia selalu menahan suaranya, apalagi dikontrakan tidak ada kedap suara nya.
"Auuwww... Pelan Mas sabar!
"Udah gak kuat sayang, Mas udah nahan semalaman.
"Emmmhh Mas...
Dan siang itu mereka mengulanginya di kontrakan dengan cepat,dan berlanjut ke kamar mandi, karna merasa tak aman takutnya sang Adik kembali .
dengan kaki yang masih gemetar selesai mandi J*nub Syila bersiap Sholat Dhuha setelah menyiapkan keperluan Suaminya .
Raden mengecek kerjaan kantornya selama di titipkan olah sekertarisnya. sedangkan Syila mengaji untuk menunggu Abdul pulang.
Raden, dan Deni yang ada di sebrang sana terdiam mendengarkan Syila mengaji dengan lancar, tartil dan merdu
"baiklah Den nanti akan aku telepon lagi, Assalamualaikum
"Waalaikumsalam.
__ADS_1
tak lama Abdul pun pulang dan mengajaknya berangkat .
"sudah siap Mas, Kak Ayo kita berangkat sekarang bertemu dengan bapak?