Sea : The Long Journey

Sea : The Long Journey
V. Malam Yang Panjang


__ADS_3

Malam ini, ombak benar-benar terasa sangat tenang. Tidak seperti malam sebelumnya, angin bahkan tidak terasa sedang berhembus sekarang.


Lautan ini, benar-benar terlalu tenang. Aku hampir bingung untuk menyikapinya dan juga masih ada rasa tidak percaya tentang apa yang aku lalui saat ini.


Aku duduk sambil memandangi langit, tidak lupa aku juga memasang alat pancing dengan harapan supaya ada ikan yang menggigit umpan yang aku berikan.


Sesekali, aku mendengar suara-suara yang cukup asing. Benar, suara itu bahkan tidak dapat aku deskripsikan karena ini pertama kalinya aku mendengar itu.


Setelah mendengar suara itu, aku merasa tidak takut sama sekali. Malah gelapnya lautan dicampur dengan cahaya rembulan membuatnya jauh lebih indah lagi.


Kupikir sesekali, kalian harus keluar dan meluangkan waktu walau hanya beberapa menit saja dimalam hari. Bintang-bintangnya, terlalu indah untuk dideskripsikan.



-----


----


---


--


-


Dimasa lalu, saat tengah malam tanggal 30 mei.


Aku melakukan pembersihan lawan politik secara menyeluruh, mereka semua secara membabi-buta ditangkap oleh pihak kepolisian yang memang telah bekerjasama dengan ku.


Buku tebal, bertuliskan nama-nama mereka dengan tinta merah. Sebagai pedoman penangkapan, bahkan orang-orang yang mendukung ku sekalipun tidak luput dari penangkapan ini.


Nyatanya aku tidak percaya pada mereka semua, karena cukup sekali saja aku dikhianati. Walaupun terkesan terpaksa, aku memang harus percaya pada diri sendiri meskipun ragu menyelimuti pikiran ku berkali-kali.


Esok harinya, aku mendapatkan kabar. Jika separuh dari mereka menghilang, empat orang ditembak, dan dua lagi tergantung atas dugaan bunuh diri.

__ADS_1


Walaupun semua kabar tersebut sempat membuat ku terkejut, karena rencana awal yang aku berikan hanyalah sebuah penangkapan saja. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan aku kemudian berusaha untuk tetap tenang sambil mencoba memanfaatkan peluang yang telah terjadi.


-----


----


---


--


-


2 Juni.


Saat pulang ke rumah, aku dikejutkan dengan Delon. Adik tiri ku itu terpergok sedang berada didalam kamar ku.


"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku, dengan terkejut dia kemudian membalikkan badannya sambil mencoba menyembunyikan sesuatu yang dia pegang dibelakangnya. "Apa yang kau pegang dibelakang?" Tanyaku dengan kesal, sambil mulai berjalan mendekatinya.


"Ti-tidak ada." Jawabnya dengan gugup.


"A-aku hanya beres-beres saja." Jelasnya ragu, aku bahkan dapat mengetahui jika sekarang dia sedang berbohong kepada ku. Karena tatapan matanya mengarah kebawah. "Aku akan me-menyiapkan makan pagi." Lanjutnya, yang dimana dia mulai menatap mataku walaupun matanya itu bergetar.


(Sial, dia mulai berani berbohong!)


*BRAKKK!*


Pukulan tanganku menghantam wajahnya, dia kemudian tersungkur kelantai. Saat aku mencoba mendekatinya, dia berusaha melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.


"KATAKAN KEPADA KU ANAK HARAM!! APA YANG KAU SEMBUNYIKAN!!" Teriakku, sambil mulai menarik kerah bajunya.


Dia menangis hebat, kata-katanya bahkan menjadi sulit dipahami.


Karena kesal, aku kemudian mulai meninjunya beberapa kali lagi. Seperti biasa, si pengecut ini hanya bisa merasakan pukulan ku itu.

__ADS_1


"Enyahlah dari sini!! Aku tidak mau melihat mu masuk kesini lagi!!" Perintaku yang kemudian langsung menariknya sampai keluar pintu.


-----


----


---


--


-


*GLEDUK*


Terdengar suara halilintar dari sisi berlawanan, aku yang sebelumnya sibuk memperhatikan pancingan mulai teralihkan ke sisi lainnya.


Disisi itu, awan hitam terlihat dari kejauhan. Kilatan-kilatan cahaya petir tidak luput juga dari pandangan dan buruknya lagi, mereka menuju kesini.


"Ini gawat!! Jangan lagi ada badai!!"


Tidak butuh waktu lama setelah melihat itu, tiba-tiba angin dingin berhembus kencang. Ombak kemudian mulai kembali terangkat, walaupun tidak setinggi badai kemarin itu cukup untuk membalikkan kapal ini.


Dengan cepat, aku menggulung kembali pancingnya dan menyimpannya ke tempat yang aman.


Beberapa menit berlalu, awan hitam itu kini mulai lewat tepat diatas ku. Ombaknya sedikit membuat kapal kecil ini stabil, namun petir yang menyambar ke segala arah benar-benar sangat menakutkan. Apalagi kilatan cahayanya yang terlalu menyilaukan.



*BUGG CREEEK*


"Kapalnya menabrak sesuatu?"


Apakah ada baru karang dibawah? Tapikan tadi ombaknya mengangkat kapal ini keatas, mana mungkin ada batu karang diatas atau jangan-jangan ada gurita raksasa dibawah laut ini? Oh sial, mitos apa yang akan aku lihat sekarang?

__ADS_1


Bahkan disaat paling berbahaya sekalipun, pikiranku malah semakin menjadi sangat kacau.


Astaga, semoga saja tidak ada badai lagi. Cukup kemarin saja, sekarang bahkan disaat telah sangat basah sekalipun. Aku bingung harus mengambil sikap apa, yang ada hanya putus asa dan pasrah saja.


__ADS_2