Sebatas Mengagumi

Sebatas Mengagumi
Eps 0


__ADS_3

wajahnya tertunduk lesu didepan cermin kamar rias pengantin, sedetik yang lalu ada sebutir air bening yang menetes keatas gaun pengantinnya yang berwarna biru malam. sepucuk undangan pernikahan tergeletak di depannya yang bertuliskan nama dirinya dan calon suaminya. Annisa dan Bayu, dicetak dengan huruf yang cantik dihiasi dengan berbagai ornamen bunga dipinggiran kertas, membuatnya terlihat sangat berharga.


undangan pernikahan itu memang sangatlah indah, tapi itu berlawanan dengan isi hati kedua mempelai yang sekarang sedang ingin menghindar satu sama lain. seharusnya acara pernikahan telah dilaksanakan dua jam yang lalu, tapi karena mempelai pria yang sangat keras kepala itu menolak menghadiri pernikahannya sendiri terpaksa semua anggota keluarga kedua mempelai menahan malu.


Annisa mengangkat wajahnya yang terlihat semakin menawan setelah wajahnya dirias dengan makeup yang mahal dan anti badai ini. dia mengahapus jejak air mata yang telah membasahi pipinya dan berniat untuk membatalkan pernikahan ini, jika mempelai pria tidak akan datang dalam waktu dekat.


" mama........" katanya dengan senyum pura-pura yang dipaksakan saat seorang wanita membuka pintu


" anak mama, terlihat begitu cantik......." kata sang ibu menghampiri Annisa


" aku akan menunggu sebentar lagi laki-laki itu..... dan jika dia tidak datang aku akan memutuskan pernikahan ini......." kata Annisa menatap tajam dirinya di cermin


" Bayu pasti akan datang.........katanya dia lagi kejebak macet......"


" apapun alasannya, jika dia tidak datang aku akan tetap memilih keputusan ini, aku hanya perlu restu mama,....." katanya memotong kalimat sang ibu


sang ibu hanya bisa tersenyum paksa mendengar kalimat anaknya yang sebenarnya dia lah otak dibalik pernikahan ini. Annisa adalah seorang pengagum Bayu sejak masih duduk di bangku SMA, tapi entah kenapa setelah mendapatkan apa yang diinginkannya sekarang malah berpikir untuk mengakhiri semua yang telah diraihnya.


mengenai Bayu, dia selama ini dikenal dengan kepribadiannya yang baik dan jenius, bahkan berasal dari keluarga yang cukup berada. sedangkan Annisa adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian yang sangat baik, tapi sayangnya dia terlalu bodoh untuk ukuran seorang putri dari keluarga yang lebih berada dibandingkan keluarga Bayu.


mereka menikah bukan karena cinta, melainkan hanya sebatas kekaguman Annisa kepada sosok Bayu yang begitu baik hati dan dermawan. bahkan ada sosok laki-laki lain yang lebih pantas bersanding dengan Annisa, karena laki-laki itu lah yang membuat Annisa lebih dekat dengan sang Pencipta. tapi begitulah takdir, laki-laki yang sangat berjasa itu hanya menjadi peran pendukung dalam cerita ini.

__ADS_1


" kak, mempelai prianya udah datang......" lapor adik sang ibu


" oh ya......kalau gitu sekarang giliran bidadari kita ini saja yang kehadirannya di tunggu orang banyak...." goda sang ibu yang membuat pipi Annisa merona


" nggak nyangka, aku harus keduluan ponakan nikah.....mungkinkah bibimu yang cantik ini akan menjadi perawan tua......" kata sang bibi dengan raut wajah menggemaskan


" huss........ jangan ngomong sembarangan, nanti jadi doa loh....." tegur sang ibu kepada adiknya


dengan dikawal bibi dan sang ibu Annisa berjalan menuju pelaminan menghampiri calon suaminya diatas singgasana sehari itu. setelah Annisa berdampingan dengan Bayu di pelaminan penghulu yang menikahkan merekapun tidak buang-buang waktu untuk segera menghalalkan kedua mempelai di hadapannya.


" sahh........." teriak semua orang di dalam ruangan


setelah ijab qobul selesai di ucapkan Bayu dengan lancar, dilanjutkan dengan sesi pasang cincin. jika dilihat dengan lebih teliti Bayu memasangkan cincin Kejari manis Annisa terlihat melakukannya dengan enggan. Annisa yang menyadari itu hanya bisa tersenyum getir dan berusaha menutupi kesedihannya.


saat acara mulai sepi akhirnya kedua mempelai diminta untuk istirahat di kamar hotel yang sengaja di hias menjadi kamar pengantin. Annisa yang merasa sangat lelah saat melihat kasur tanpa pikir panjang dia merebahkan tubuh penatnya sedangkan Bayu milih duduk di sofa, dia juga terlihat sangat lelah.


Annisa memejamkan matanya untuk mengembalikan tenaganya yang sempat luntur karena lelah menghadapi ribuan manusia yang datang silih berganti. saat membuka matanya Annisa di kagetkan dengan wajah Bayu yang memandanginya dengan datar di samping tempat tidur.


" kita harus membicarakan sesuatu" katanya datar dan kembali ke sofa


Annisa segera bangun dari rebahannya dan segera menyusul Bayu yang terlihat dingin. saat Annisa duduk mata Bayu menatap tajam kearahnya yang sempat membuat Annisa merasa takut.

__ADS_1


" aku tidak ingin bertele-tele denganmu....... karena aku menikahimu tanpa adanya rasa cinta, maka kamu jangan terlalu berharap akan mendapat kasih sayang dariku...." katanya dengan tatapan tajam


" aku tidak perlu kasih sayang darimu........ selagi kita bisa bekerja sama terlihat baik-baik saja itupun sudah cukup bagi seorang penggemarmu sepertiku....." kata Annisa setelah lama terdiam


" dan satu hal yang harus kau tau.......... aku hanya akan mencintai seorang wanita dalam hidupku........ yaitu bibimu, Vera.........." kata Bayu dengan tegas


Annisa tidak bisa mengatakan apapun lagi setelah mendengar pengakuan Bayu, disaat malam pertama yang seharusnya paling romantis setidaknya dalam bayangannya. tapi kenyataannya bahkan Annisa tidak bisa membayangkan sesuatu yang lain selain wajah sang bibi. tiba-tiba tanpa bisa dicegah air matanya luruh, dia menangis dalam diam di hadapan laki-laki yang selama ini dikaguminya dan itu disaat malam pertamanya pula.


" ke.......kenapa kamu malah menikahiku....... bukannya wanita yang kau cintai.......kenapa?" tangis Annisa


" karena pernikahan ini menguntungkan perusahaan..... dan aku juga dipaksa untuk menikahimu........... jadi kamu jangan berharap apapun padaku" kata Bayu dengan nada kesal


" mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan mengekangmu dengan alasan pernikahan konyol ini..... aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan menumbuhkan harapan untuk dicintai ataupun mencintaimu.......... aku hanya akan menjadi sebatas penggemarmu untuk sekarang sampai nanti......"


" baguslah jika kamu sadar diri" kata Bayu dengan datar namun sedikit nada merendakan juga terdengar


Bayu beranjak dari sofa menuju kamar mandi, sedangkan Annisa sibuk menata perasaannya yang sedang kacau sekarang. setelah sedikit tenang perasaannya kembali kacau saat Bayu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Annisa segera berdiri menuju kamar mandi dengan wajah yang terlihat tegar, tapi setelah menutup pintu kamar mandi. tubuhnya luruh kelantai dan dia menangis dengan menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara dan itu membuat tubuhnya bergetar.


setelah selesai menangis dan mandinya Annisa segera keluar dari kamar mandi dan mendapati Bayu yang sedang fokus memainkan ponselnya di tempat tidur. Annisa bergerak dengan perlahan mengambil sebuah bantal dan mbawanya menuju sofa.


" apakah kau yakin akan tidur di sofa?" tanya Bayu dengan wajah dingin

__ADS_1


" walaupun kita telah menikah,...... aku tidak akan mencampuri urusanmu dan kuharap kamu juaga begitu padaku........" kata Annisa tanpa menoleh


hening, kamar ini terlalu hening untuk kamar seorang pengantin baru, tapi karena rasa lelah dan sesak yang di rasakan Annisa membuatnya segera terlelap. cerita sesungguhnya telah dimulai sejak hari ini.


__ADS_2