
paginya Annisa bangun dan sempat kaget saat mendapati wajah Bayu yang sedang terlelap di sampingnya. wajah mereka begitu dekat hingga membuat Annisa dapat melihat pori-pori di wajah Bayu dengan jelas. Annisa segera bangkit dari kasur dan segera berlari memasuki kamar mandi, entah kenapa jantungnya berdetak tidak karuan saat melihat wajah Bayu dari dekat.
"An....... Lo nggak boleh jatuh cinta sama dia....... ingat Lo hanya boleh jadi pengagumnya aja." katanya sambil memandang pantulan dirinya di cermin
seberapa tegarpun Annisa menghadapi pernikahan konyol ini, dia tetap nggak bisa menghilangkan kesedihan dari dalam dirinya.
"An, cepat keluar......" teriak Bayu dari luar pintu kamar mandi
"tapi kenapa? aku baru........"
"cepat keluarlah....." teriak Bayu marah
Annisa keluar dari kamar mandi dengan tergesa sehingga hanya sempat menutupi tubuhnya yang telah telanjang dengan sebuah handuk. saat keluar kamar mandi Annisa sempat melihat wajah Bayu yang memerah, sepertinya dia sudah tidak bisa menahan sesuatu yang akan keluar......
"huh.....dasar nggak punya perasaan...." sungut Annisa saat pintu kamar mandi dibanting Bayu
__ADS_1
Annisa baru saja melepaskan pakaiannya untuk mandi saat tiba-tiba Bayu berteriak memintanya keluar dengan tergesa. kekesalan terlihat jelas di wajah Annisa yang manyun menunggu Bayu keluar dari kamar mandi. tiba-tiba dia teringat akan sesuatu, pakaian dalamnya masih berserakan di lantai dan mustahil jika Bayu tidak melihatnya.
wajah Annisa menjadi merah dan malu saat membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam sana. tidak lama kemudian Bayu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih merah, sedangkan Annisa segera bergegas masuk kedalam kamar mandi. benar saja pakaian dalamnya terlihat seperti habis dilemparkan kesembarang arah oleh Bayu.
"aku malu......" Annisa merosot kelantai dengan memegangi pakaian dalamnya sendiri
setelah selesai mandi Annisa mengendap-endap keluar dari kamar mandi, sepertinya ia masih merasa malu dengan apa yang terjadi setengah jam yang lalu.
"apakah perlu selama ini untuk mandi" kesal Bayu
"ma.....maaf......" jawab Annisa gugup
tapi Annisa harus menahannya untuk sekarang karena akan dianggap tidak sopan mendahului tuan rumah makan. Annisa kembali kekamar untuk menghindari aroma sedap yang di hirupnya, sepertinya dia telah melupakan kejadian tadi setelah membayangkan makanan apa yang akan menjadi sarapannya pagi ini.
"segera kemasi barang-barang mu kita akan pulang sekarang" kata Bayu yang telah rapi dengan pakaiannya
__ADS_1
"tapi ini masih terlalu pagi....."
"kamu itu istriku.......menurut lah jika tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi" potong Bayu dengan nada mengancam
dengan dongkol Annisa merapikan barang-barang nya dan sepertinya juga harus melupakan menu sarapan pagi ini. sedih, wajah Annisa tertekuk lesu saat mereka keluar pintu tanpa berpamitan dengan kedua mertuanya. Bayu tidak mengijinkan Annisa berpamitan dengan kedua orang tuanya bahkan dia terlihat sedang tergesa-gesa mengajak Annisa pergi dari rumah.
sepanjang perjalanan Annisa hanya memasang wajah manyun dengan mimik yang menggemaskan, yang membuat Bayu mendesah beberapa kali melihat wajah itu. ditambah dengan gangguan dari bunyi perut Annisa yang mengusik telinga, tapi Bayu masih bersikap acuh dengan penderitaan Annisa sekarang.
hingga sampai kerumah merekapun Bayu masih bersikap dingin dan acuh, untungnya di rumah ini ada beberapa pelayan yang menyambut mereka di depan pintu dan membuat Annisa merasa jika dirinya masih berada di dunia manusia.
"selamat datang tuan dan nyonya....... sarapan telah dihidangkan apakah tuan dan nyonya ingin makan terlebih dahulu?" kata seorang pelayan wanita ramah
"makan....... aku mau makan......" Annisa berlari kecil menuju meja makan dan membuat hijabnya ikut melambai-lambai
"dimana orang itu?" tanya Bayu dengan nada kasar
__ADS_1
"dia sedang menunggu diruang baca........"
Bayu melangkah pergi meninggalkan sang pelayan sebelum menyelesaikan kalimatnya. siapakah orang yang bisa membuat Bayu begitu marah selain Annisa, apakah dia seseorang dari masa lalunya?.