
malam telah menyapa tapi Annisa belum sadarkan diri juga setelah bertarung dengan rasa sakitnya tadi siang. tubuhnya masih terbaring di lantai dengan wajah yang penuh kesakitan dengan posisi tubuh melingkar seperti udang. terdengar suara kunci pintu yang dibuka dari luar, sosok Bayu yang terlihat sedang kesal masuk kedalam kamar, setelah menyalakan lampu kamar dia melihat sosok Annisa yang terkulai dilantai.
"sepertinya aku harus menambahkan bonus kepada para pembantu itu....... kerja bagus semuanya...." kata Bayu dengan wajah tersenyum puas
Bayu berjalan mendekati tubuh Annisa yang terbaring dilantai, dia menyentuhkan ujung sepatunya untuk membalikkan wajah Annisa saat ini.
"sepertinya dia benar-benar tersiksa hari ini........ lain kali aku akan bersikap lebih baik dari hari ini....." kata Bayu dengan seringai jahatnya
dengan melangkahi tubuh Annisa yang terbaring Bayu menuju kamar mandi dan saat keluar dia membawa segayung air ditangannya. masih dengan seringai liciknya dia menuangkan air di gayung sedikit demi sedikit kewajah Annisa yang terlihat pucat pasi. tidak ada respon sama sekali dari Annisa setelah semua air digayung telah membasahi wajahnya.
"sepertinya wanita ini ingin lebih......." kata Bayu licik
__ADS_1
Bayu melemparkan gayung kebelakangnya hingga pecah, dan dia bersiap untuk mengangkat Annisa tapi saat hampir menyentuh tubuhnya Bayu kembali menegakkan tubuhnya. dengan seringai licik Bayu menarik kedua belah tangan Annisa dan menyeret tubuh Annisa yang tidak sadarkan diri menuju kamar mandi. saat tubuh Annisa diseret dengan perlahan oleh Bayu bajunya yang tipis itu mengeluarkan bunyi yang membuat ngilu gigi.
di dalam kamar mandi Bayu terlihat bingung harus diapakan tubuh wanita yang sangat dibencinya ini. tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Batu, dengan seringai licik Bayu memasukkan Annisa kedalam bathtub dan membiarkan kran air menyala. selagi menunggu bathtub penuh Bayu keluar menuju lantai bawah.
"Tia, tolong bawakan bongkahan es yang banyak ke atas" kata Bayu setelah berpapasan dengan Tia ditangga
"baik tuan" kata Tia tidak berani mengangkat wajahnya
tidak butuh waktu lama seember es telah berada di tangan Bayu yang segera di masukkan ya kedalam bathtub. tidak lama setelah Bayu memasukkan semua bongkahan es, Annisa mulai sadarkan diri.
"a.....aku ingin keluar......"kata Annisa setelah sadar jika dirinya sekarang sedang direndam
__ADS_1
"diam....... tidak ada yang mengijinkanmu keluar dari sana......" teriak Bayu yang membuat Annisa kembali merendamkan dirinya di dalam air yang telah dingin
"ba.....baik......." kata Annisa bergetar kedinginan
"anak pintar........ sebelum bongkahan es ini mencair semua kamu tidak diijinkan untuk turun dari sana, paham" kata Bayu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Annisa
"pa.....paham......" jawab Annisa dengan bodohnya
benar saja setelah ditinggalkan Bayu keluar Annisa tidak beranjak sedikitpun dari dalam kurungan air dingin itu. bahkan dia menahan dirinya agar tidak menggertakkan giginya, benar-benar wanita yang bodoh, hanya untuk menyenangkan Bayu hal seperti inipun rela dilakukannya.
semua bongkahan es telah mencair setelah tiga jam lamanya, bibir Annisa kini telah berubah warna menjadi hitam kebiru-biruan, akibat suhu dingin yang mengurung dirinya. saat Annisa ingi. berdiri turun dari bathtub tubuhnya tidak bisa digerakkan karena membeku. dengan sisa-sisa tenaga yang ada Annisa membuka saluran air dan membiarkannya habis tersedot kebawah. setelah tidak tersisa sedikitpun air dingin itu, Annisa segera menyalakan kran air panas di belakangnya dengan susah payah.
__ADS_1
mungkin karena berendam di dalam air dingin itu hingga membuat Annisa tidak merasakan sakit perut yang sangat menyiksanya tadi siang. saat bersentuhan dengan air hangat tubuh Annisa mengeluarkan uap dingin yang lama-kelamaan menjadi hangat. hal ini seperti terlihat pada pelajaran kimia, saat benda dingin bersentuhan dengan panas.
"heh..... seandainya aku bisa menghilang seperti bongkahan es tadi...... pasti aku tidak akan bisa mengingat semua kenangan buruk ini........" kata Annisa dengan senyum