
saat memasuki gerbang rumah Annisa sempat ragu melangkah masuk, ada perasaan kurang nyaman. pikirannya melayang jauh menuju sesuatu yang sulit dilukiskan di dalam kata, hingga tanpa sadar mulutnya telah mengucap salam setelah tangannya memencet bel pintu. seorang pembantu keluar dengan ramah menyambut Annisa yang tersenyum manis di depan pintu menunggu pintu terbuka.
sang pembantu mengantarkan Annisa keruang tamu, disana orang tua Bayu sedang duduk manis menunggu kedatangan anak dan menantunya. tapi wajah kecewa terlihat jelas di wajah keduanya saat tidak melihat sosok anak laki-laki mereka.
setelah mencium tangan keduanya Annisa dipersilahkan duduk dan diajak membicarakan beberapa hal mengenai Bayu. setelah dirasa cukup membicarakan Bayu, Annisa diajak sang mertua untuk menuju kamar mereka. kamarnya sangat rapi dan semua benda terletak pada tempatnya, bahkan ini lebih rapi dari kamar Annisa yang di rumah orang tuanya.
setelah mengantarkan Annisa sang mertua pamit turun kebawah karena ada hal yang perlu diselesaikan. sepeninggal sang mertua Annisa hanya duduk diam ditepi ranjang entah melamunkan apa. sepertinya Annisa sedang melamunkan perkataan mertuanya tentang Bayu.
" kamu itu wanita yang baik, seharusnya kamu juga mendapatkan sosok pendamping hidup yang baik pula...... mama harap kamu tidak menyesali pernikahan ini......"
" kalau nanti Bayu bersikap yang tidak-tidak, kamu jangan segan-segan kasih tau papa......"
perkataan itu entah kenapa terasa sangat menyakitkan dalam lubuk hati Annisa, bahkan membuat matanya berkaca-kaca saat ini.
"bagaimanapun jalan ceritanya aku harus mempertahankan apa yang telah kupilih......" kata Annisa dengan suara bergetar
__ADS_1
Annisa segera mengahapus jejak air matanya dan segera bangkit menuju kamar mandi, entah kenapa seluruh tubuhnya terasa lengket dan basah, bahkan hatinya ikut gerah.
hari telah menjelang malam tapi Bayu belum juga terlihat tanda-tanda akan segera pulang. kedua orangtuanya pun terlihat gusar menunggu Bayu di bawah. Annisa sedang menyibukkan dirinya dengan membaca sebuah buku yang ditemukannya di rak buku milik Bayu.
seperti orang gila Annisa tertawa terbahak-bahak saat membaca buku yang baginya sangat mengundang humor itu. tanpa sadar jika dilantai bawah kedua mertuanya sedang heboh bertengkar dengan sang suami yang pulang terlalu larut.
"darimana saja kamu......." teriak sang ayah
"Bayu jawab dong kalo orang tua itu nanya....." sang ibu ikut emosi
"apa kamu bilang.........dasar anak kurang ajar..."
"udah deh pah....... aku capek mau istirahat....." potong Bayu melangkah pergi
"Bayu...... papa belum selesai bicara......."
__ADS_1
"prannkkkk........." Bayu membanting vas bunga di sampingnya
Annisa yang sedang asik membaca kaget dan segera keluar melihat apa yang terjadi di bawah. ada rasa menyesal saat melihat pertengkaran antara suami dan mertuanya dibawah, ingin rasanya Annisa menghilang dari tempatnya berdiri sekarang dan tidak pernah melihat kejadian yang panas sekarang.
"pah......aku udah nurutin apa kata papa....... setidaknya papa hargain pengorbanan aku dong....." teriaknya kesal
"dasar anak kurang ajar........"
"pah..... aku capek mau istirahat" katanya tegas
saat berpapasan dengan Annisa ditangga tatapan Bayu terlihat begitu menyedihkan Dimata Annisa, entah apa yang terjadi di dalam hatinya. Annisa mengikuti Bayu kembali kekamar dengan diam dan bisu, ia tau sekarang keadaan suaminya sedang kacau.
Bayu berjalan melangkah memasuki kamar mandi setelah menghabiskan setengah gelas air di atas meja sisa Annisa minum. setelah melihat kekesalan suaminya Annisa segera mengembalikan buku yang sedang dibacanya kembali ketempat semula. mungkin karena udah ngantuk dan lelah ketawa, hingga membuat Annisa tertidur dengan posisi seperti udang.
Bayu yang baru keluar dari kamar mandi hanya melirik sebentar dan juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Annisa. tidak lama kemudian Bayu juga ikut terlelap dalam tidurnya dengan wajah yang terlihat lebih santai. lampu kamar mati secara otomatis saat Bayu dan Annisa telah benar-benar terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1