
setelah mobil berhenti, Annisa segera membuka pintu mobil dan tanpa mengucapkan terima kasih segera berlari menjauh. Annisa bahkan tidak berani menoleh kebelakang untuk memastikan jika mobil itu bukan mobil gaib. sedangkan kedua orang di dalam mobil hanya bisa tercengang melihat punggung Annisa yang berlari ketakutan.
"jalan........" kata laki-laki yang duduk di kursi belakang
"baik tuan......." ternyata laki-laki ramah ini hanya seorang sopir toh.
Annisa berhenti berlari saat sampai di sebuah halte bis yang tidak terlalu sepi, di ujung jalan sana terlihat sebuah warung yang masih buka dan ada banyak kendaraan bermotor. saat Annisa sedang bingung-bingungnya mencari kendaraan, dari arah belakang sebuah taksi melaju menuju warung malam itu.
"terima kasih Ya Allah......." katanya dengan penuh syukur
kaki kecilnya yang tanpa memakai alas kaki segera menghampiri taksi tersebut setelah seorang penumpang turun. orang-orang yang ada di warung malam itu sempat melirik kearah Annisa yang langsung sigap menaiki taksi karena takut dengan orang yang menatapnya.
"mau kemana, neng?" tanya sopir taksi
"Jakarta" kata Annisa datar
__ADS_1
mobil taksi segera melaju dan segera meninggalkan kawasan warung malam. pikiran Annisa terbang melayang-layang entah kemana, yang jelas sekerang ia terlihat linglung dan bingung. sopir taksi merasa ragu untuk mengantar Annisa setelah melirik tampang Annisa yang seperti orang aneh.
entah berapa lama perjalanan yang telah ditempuh taksi, akhirnya Annisa sampai dirumahnya yang lumayan besar namun sederhana. setelah membayar tagihan taksi Annisa segera memencet bel di depan pagar. seorang satpam yang lumayan berumur menghampiri gerbang dan sempat kaget saat melihat siapa yang berada di luar gerbang.
"nona muda......" katanya bergegas membuka gerbang dengan kekagetan
dengan wajah mengantuk Annisa menginjakkan kakinya memasuki gerbang dan setelah tersenyum simpul kepada satpam ia segera menuju pintu rumah. saat tangannya hendak memencet bel, pintu berderit terbuka dan wajah kaget mbok Min muncul menyapa. sepertinya satpam rumah ini bekerja dengan penuh tanggung jawab.
setelah Annisa melangkah masuk barusan satpam rumah ini menghubungi orang rumah untuk segera membuka pintu untuk menyambutnya. tidak heran jika pintu tiba-tiba terbuka untuk menyambut nona di rumah ini. mbok Min mengikuti Annisa berjalan dibelakang memasuki rumah, semenjak turun dari taksi Annisa tidak mengatakan sepatah katapun hingga ia memasuki kamar.
"tok....tokkk......tookkkk........ nyonya tuan......" teriak mbok Min di luar kamar
"ada apa mbok......" kata Dyto kesal, ayah Annisa
"maaf mengganggu tuan..... itu nona muda pulang....."
__ADS_1
"apa? Annisa pulang? Diana dia sekarang?" tanya Rosa ibunda Annisa menghampiri mbok Min hanya mengenakan selimut
mbok Min yang berada di luar kamar tersenyum malu, setelah tau dirinya mengganggu kesenangan majikannya. entah sudah terlaksana atau sudah ronde keberapa sang majikannya melakukan 'itu'. wajah mbok Min menjadi merah saat memikirkan semua itu, bahkan mbok Min tersenyum malu saat Dyto merapatkan selimut di tubuh istrinya menutupi bekas ****** dileher dan bahu Rosa.
"mbok, dimana An sekarang?" tanya Rosa tidak sabaran
"no...nona ada di kamar sekarang....." belum sempat mbok Min menyelesaikan kalimatnya Rosa segera berlari menuju kamar putrinya
"sayang pakai baju dulu....." teriak Dyto yang diabaikan Rosa
stelah menyambar baju yang berserakan di lantai Dyto segera menyusul istrinya yang telah berada di depan pintu kamar putrinya. Rosa segera mengenakan baju yang di berikan Dyto, dan bergegas masuk menghampiri putrinya yang terbaring lesu di kasur. Annisa terperanjat dan bangkit dari rebahannya saat tiba-tiba pintu kamarnya dibuka.
"mama.....papa......" katanya kaget
setelah melihat kaki Annisa yang hitam dan lecet serta wajah yang lesu Rosa segera memeluk anaknya dan entah kenapa hatinya terasa sesak. Dyto yang melihat keadaan putrinya hanya diam memendam kemarahan, bahkan buku-buku jarinya terlihat menegang. walaupun sedang marah dan kesal Dyto bisa mengendalikan emosinya dan menghampiri putrinya yang hanya diam dipelukan Rosa.
__ADS_1