
seberapa lama pun Annisa berendam di dalam air hangat itu tidak akan mengembalikan masa pahit menjadi bahagia. masih dengan tubuh menggigil Annisa beranjak dari kamar mandi, saat membuka pintu Annisa melihat wajah Bayu yang sedang terlelap dan hal itu hampir membuat Annisa kembali terjebak dalam sebuah tipuan setan.
"mungkin aku memang hanya bisa menjadi pengagummu saja seumur hidupku...... aku akan pergi dari hidupmu karena aku sadar jika aku memang tidak pantas bersamamu....." kata Annisa dengan datar
setelah berpakaian Annisa segera keluar dari kamar dan mengendap-endap saat ingin keluar dari pintu utama. hanya dengan membawa beberapa lembar uang tunai yang dicurinya dari dompet Bayu, Annisa bertekad untuk pulang kerumah orang tuanya di luar kota. dari perkiraannya uang yang ada ditangannya akan cukup untuk membayar taksi.
"sepertinya semua orang sedang terlelap....... terima kasih Ya Allah telah memudahkan rencana hamba..." katanya dengan sangat syukur
tidak butuh waktu lama untuk keluar dari rumah itu, sekarang Annisa telah berada di luar gerbang rumah yang sangat besar ini.
"sepertinya akan sulit untuk menemukan taksi di kawasan elite seperti ini....... dan cuaca malam ini kenapa jadi sangat dingin...." katanya dengan tubuh menggigil
cuaca dingin atau apapun itu tidak menjadi halangan bagi tekad Annisa untuk segera pulang. apapun akhirnya dari cerita ini dia akan menerima dengan ikhlas, asalkan untuk saat ini dia bisa lolos dari semua penyiksaan itu. dengan ditemani suasana malam dan langit malam yeng begitu terang Annisa mulai melangkahkan kakinya.
baju dan jilbabnya yang serba gembor terkibar-kibar kesana kemari dan membuatnya sibuk memperhatikan baju bagian bawahnya seandainya tersingkap naik. tapi dia menikmati semua ini walaupun ada rasa takut akan sesuatu yang tidak kasat mata dan nyata.
"seandainya saja ada seseorang yang lewat......" katanya dengan dengusan napas lelah
sepuluh menit berjalan tanpa tau dimana jalan utama kota ini di tengah malam begini, apakah tidak terlalu menakutkan dan berbahaya.
__ADS_1
"aku capek....."teriaknya kesal membanting sendal yang dua menit lalu di tentengnya
maklum saja dia kan anak mami mana sanggup berjalan jauh, walaupun dalam keadaan tersiksa begini. seandainya saja Annisa tidak begitu bodoh mungkin dia telah pergi jauh meninggalkan kawasan perumahan elite ini dengan menggunakan salah satu mobil suaminya.
"akghhh........ kenapa aku begitu bodoh...... Ya Allah kenapa engkau ciptakan makhluk cantik tapi bodoh ini....... akghhh......gemes......." teriaknya penuh kekesalan
tiba-tiba dari arah belakang ada cahaya mobil yang melaju menuju kearah yang sama dengannya. tapi ini tengah malam apakah mungkin itu suaminya atau orang jahat yang ingin menculik wanita cantik seperti dirinya. tanpa disadari Annisa menjulurkan tangannya meminta tumpangan kepada mobil itu.
"Ya Allah semoga mereka bukan orang jahat, Amin" gumam Annisa saat mobil itu melambat
mobil itu berhenti tepat di depan Annisa yang sekarang bingung apakah ia harus membatalkan pertolongan dari orang asing ini. saat Annisa menyadari terlambat untuk membatalkan kaca mobil telah turun dan wajah seorang laki-laki yang bartampang lumayan menyapanya.
"apakah nona butuh tumpangan?" tanyanya ramah
"te......tentu silakan masuk....." katanya ragu-ragu dan menoleh kebelakang
"terimakasih....." kata Annisa tanpa memperhatikan arah tatapan laki-laki itu dan segera melompat masuk
sepertinya Annisa tidak menyadari jika di dalam mobil masih ada orang yang menatapnya dengan dingin dan penuh tanya. dari semenjak merasakan hawa yang sangat dingin di belakang Annisa tidak berani menoleh ke kursi belakang. dan laki-laki yang ada disampingnya sekarang juga hanya diam membuat suasana semakin mencekam.
__ADS_1
"apakah dulunya mobil ini pernah kecelakaan?" tanya Annisa memecah keheningan
"bagaimana nona bisa tau?" tanya laki-laki itu balik
"saya cuma nebak...... soalnya saya rasa ada sosok aneh di belakang yang dari tadi selalu memandang saya...... dan membuat suasana semakin mencekam" kata Annisa masih belum berani menoleh
"pppttt......." laki-laki itu seperti sedang menahan tawa
"mama........" teriak Annisa kaget saat mendengar sesuatu jatuh
"maaf saya nggak sengaja......" kata si laki-laki sambil mengangkat gelas yang terjatuh
"ohh...... saya kira sosok dibelakang ngamuk...." kata Annisa sambil mengelus dadanya
"pppptttttt.........hahahaha......" tawa si laki-laki itu tiba-tiba dan membuat Annisa heran
"kenapa?" tanya Annisa penasaran
" jika nona pengen tau silahkan liat kebelakang...." katanya sambil menatap kaca depan dan langsung bungkam tutup mulut
__ADS_1
Annisa yang penasaran merasa tertantang untuk menoleh tapi masih takut dan gentar karena hawa dingin yang dipancarkan sosok itu semakin menakutkan.
"Allahuakbar, mama tolong An......" teriaknya histeris saat menoleh kebelakang