Sebuah Restu

Sebuah Restu
lanjutan 26


__ADS_3

Kanaya pun segera membeli nasi bungkus di samping kantor untuk mengisi perutnya yang sudah mulai berbunyi karena sudah demo sepanjang perjalanan. Setelah nasi yang di pesannya sudah di terimanya kanaya segera kembali kekantor karena tadi kantor di tinggalkan dalam keadaan pintu terbuka karena bapak batak masih tiduran di tangga.


Singkat cerita


Kanaya sudah sampai ke kantor dan segera mengambil piring dan sendok di lantai 2 kemudian kanaya langsung memakan nasinya sampai bersih tanpa sisa. Setelah selesai makan kanaya mencuci piring dan sendok yang tadi di gunakannya dan kemudian kanaya melanjutkan aktivitasnya kembali dengan di temani alunan musik melayu yang selalu menemani harinya yang sangat indah sejak adanya king di hidupnya yang bisa menerima apa adanya dirinya tanpa adanya tuntutan untuk menjadi perfect di mata orang lain.


Setelah selesai mengerjakan aktivitas hariannya kanaya memainkan game di komputer sambil menantikan sore yang di biasa membuatnya sibuk. Tidak beberapa lama para karyawan satu persatu sudah mulai pulang dengan wajah yang berbinar karena mendapatkan hasil yang luar biasa. Kanaya pun ikut senang akan hasil survei hari ini karena yang sudah kembali ke kantor sudah ada 4 tim yang sudah menunjukan hasil yang cukup memuaskan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


King dan reno sudah kembali mereka juga sama mendapatkan hasil yang luar biasa dan pancaran aura bahagia selalu nampak jelas di wajah mereka sejak pulang ke kantor. Kanaya juga ikut bahagia jika karyawan yang survei mendpatkan hasil sesuai dengan target mereka. King langsung mengajak reno dan lainnya untuk langsung briefing sore karena memang cuaca agak mendung dan kasihan jika yang PP harus kehujanan padahal mereka sudah pulang lebih awal ke kantor untuk menghindari hujan itu juga dan untuk 4 tim yang belum pulang adalah yang tinggal di mess kantor karena mereka sudah ngasih kabar kepada bapak batak bahwa mereka masih di perjalanan karena kena macet. King pun langsung saja memulai briefing dan tetap memberi semangat untuk mereka untuk bisa mempertahankan hasil supaya mereka bisa mencapai target sesuai dengan aturan perusahaan. Briefing pun selesai karyawan yang PP pun langsung saja pulang karena mereka takut akan kehujanan dan tinggallah king dan reno yang saat ini ada di aula lantai 2 sambil menunggu yang lainnya pulang sedangkan kanaya dan bapak batak ada di lantai 1 untuk menyambut karyawan pulang.


King dan reno masih mengobrol di lantai 2 entah apa yang mereka bicarakan karena mereka terlihat lagi asyik. Tiba-tiba bapak batak sudah ikut naik ke lantai 2 untuk meminta tolong kepada king untuk di belikan nasi karena bapak batak siang tadi belum makan nasi karena sibuk tiduran dan setelah bangun bapak batak hanya memakan gorengan saja. King pun segera membelikan nasi sesuai pesanan bapak batak dan king pun sudah sampai di tempat langganan mereka dan king memesan 4 bungkus nasi 1 untuk bapak batak 1 untuknya satu untuk reno dan satu lagi untuk kanaya. Karena king melihat kondisi saat ini yang agak mendung dia takut nantinya hujan turun di saat mereka ingin membeli nasi. Inilah king yang selalu memanjakan kanaya dan reno karena jika dirinya ada uang makan dirinya akan membelikan kanaya dan reno nasi juga sekalian tanpa harus di ganti karena baik reno, kanaya maupun king mereka bertiga sudah sama-sama hafal akan makanan, minuman dan bahkan nasi yang biasa mereka pesan.


Singkat cerita

__ADS_1


Mereka berempat duduk di tempat yang terpisah kanaya di meja admin bapak batak di meja depan dan reno dan king duduk di dekat pintu sambil menunggu karyawan lainnya yang belum pulang. Hujan turun tanpa permisi dan ini membuat mereka berempat segera menoleh ke depan pintu karena dengan datangnya hujan bersamaan juga dengan datangnya karyawan yang sudah di tunggu karena belum pulang. Mereka pun segera memasukan motor dan memarkirkan di tempat yang sudah di sediakan dan dengan segera mereka semua masuk ke kantor karena hujan agak deras dan mulai membasahi di depan pintu kantor.


Setelah masuk mereka segera ke meja admin dan segera menyerahkan barang yang masih ada di tas yang mereka bawa tadi karena mereka hanya selling 2 set saja tapi mereka tetap bersyukur karena masih bisa mendapatkan hasil walaupun tidak dasyat seperti yang lainnya. Mereka ber 8 pun segera naik ke lantai 2 untuk menaruh tas dan segera turun ke lantai 1 untuk berbincang terlebih dahulu dan sebagian ada yang sudah mandi.


Mereka mengobrol tentang teritory yang mereka kunjungi hari ini dan mereka pun menceritakan karakter warga di tempat masing-masing yang mereka survei hari ini.


Hujan semakin deras dan untungnya mereka semua sudah pulang ke mess dan tidak kehujanan di jalan. Karena bisa repot nantinya jika mereka masih di jalan pada saat hujan begini karena biasanya akan ada petir yang cukup membuat jantung berdetak begitu cepat. setelah berbincang banyak hal mereka semua sudah mulai lapar karena memang jam sudah menunjukan pukul 19:20 dimana mereka cukup lama berbincang dan mereka pun bersiap untuk membeli makanan walaupun sedang hujan deras sedangkan kanaya, reno dan king mereka bertiga sudah menikmati nasi mereka yang memang sudah di belikan king dan ketiganya langsung melahap habis nasi tanpa sisa karena memang sudah lumayan lapar. Apalagi cuaca sekarang cukup dingin jadi tambah ingin makan saja apalagi memakan makanan yang panas biar membuat badan agak panas.

__ADS_1


Setelah menghabiskan nasi mereka bertiga duduk santai di tangga sambil mengobrol banyak hal untuk kemajuan tim king dan perusahaan cabang agar bisa membuat kantor banyak cabang nantinya. Inilah salah satu harapan bapak sunda kepada king dan timnya untuk membuat perubahan besar untuk kantor cabang agar nantinya king bisa memimpin perusahaan dan masih bernaung di bawah pimpinan bapak sunda maupun bapak batak karena mereka berdua sangat berharap kedepannya perusahaan yang ada sekarang akan berkembang dan memiliki kantor cabang di setiap kota agar orang bisa melihat perjuangan mereka semua dan tidak memendang rendah perusahaan yang hanya bergerak di bidang elpiji dan hinaan yang mereka lontarkan bisa berubah menjadi tepuk tangan yang meriah.


__ADS_2