
Di dalam perjalanan menuju lokasi yang akan di survei. Tim king menyayikan lagu dengan iringan musik yang sedang di putar di sini king dan tim merasa agak rileks karena bubuhan motivasi selalu di sematkan oleh bapak kodir selama perjalanan. Di saat yang bersamaan king dan kanaya saling menautkan tangan saling genggam tanpa sepengetahuan yang lain tangan king yang nakal memanfaatkan suasana dengan saling genggam erat dan di ciuminya tangan kanaya yang berada di genggamannya. King dan kanaya memang duduk di kursi agak belakang dan itu memudahkan keduanya untuk saling nyalurkan Cinta satu sama lain karena hubungan keduanya bisa di bilang lagi hangat-hangatnya dan selalu ingin berduaan saja.
__ADS_1
Singkat cerita king dan tim sudah sampai di lokasi. Yang akan di survei king dan kanaya kali ini satu tim dan ini memudahkan keduanya untuk selalu berdua. Keduanya berjalan saling gandeng seperti truk gandeng keduanya pun mulai agenda pertama untuk survei dan hal ini memakan waktu yang cukup lama dalam pemaparan penjelasan masalah tabung gas elpiji tapi keduanya tidak kenal lelah hingga mereka berhasil closing di rumah warga dan mereka berdua memutuskan untuk istirahat sejenak di pinggiran aliran sungai yang deras. Duduk ditepian sungai sambil saling genggam tangan dan saling pandang dalam waktu yang cukup lama suasana yang mendukung di penuhi dengan angin dan suasana yang sepi. king mencium kening kanaya cukup lama. Spontan kanaya terkejut, dengan ulah king yang cukup berani akan tetapi kanaya hanya mencubit dengan manja pinggang king dan mengakibatkan king membalas hal yang sama yang di lakukan kanaya. Kanaya hanya cekikikan melihat raut wajah king yang sudah memerah oleh saking seringnya mereka tertawa sedangkan king hanya mencoba menganalisir keadaannya karena bisa-bisa dirinya terkencing di celana. Untung saja mereka tidak bertindak jauh teringat tempat tersebut adalah di pinggiran jalan yang bisa saja ada kendaraan yang lewat dan bisa membuat orang yang berlalu lalang salah paham jika terus-terusan mereka tertawa. King pun mengajak kanaya untuk tidak melakukan survei lagi mengingat kondisi sudah mulai sore dan sebentar lagi bapak batak menjemput.
__ADS_1
Kanaya pun hanya menurut dan mereka berdua tetap saja duduk dipinggiran sungai dan menunggu jemputan karena hari sudah menjelang sore dan keduanya tetap bersikap senormal mungkin supaya yang lain tidak curiga. Mereka menaikki mobil dan ikut menjemput yang lainnya keduanya tetap duduk di tempat awal jadi ini memudahkan king untuk kembali mengerjai kanaya karena king sendiri ingin kanaya merasakan sensasi yang sama dengannya. King sendiri hanya senyum-senyum melihat ekspresi kanaya yang mulai berubah dan menampakkan wajahnya yang lucu.Semua tim pun sudah masuk ke mobil dan ini saatnya untuk pulang kerumah bapak batak. Aksi king sendiri terus berlanjut hingga membuat kanaya ingin buang air kecil. King sendiri merasa puas bisa membuat kanaya juga ingin buang air kecil. Keduanya pun memberhentikan aktivitas tersebut karena mobil sudah sampai kerumah bapak batak dan kanaya buru- buru berlari ingin ke wc karena tidak nyaman dengan kondisinya yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil karena sudah di ujung sekali rasanya sedangkan abang king hanya tertawa puas melihat kanaya berlari dengan secepat kilat.
__ADS_1