Sebuah Restu

Sebuah Restu
lanjutan 28


__ADS_3

Kanaya yang lagi senang dan mulai larut dalam alunan musik yang sedang di putarnya seperti halnya hatinya yang tengah berbunga-bunga saat ini. Alunan musik memenuhi seisi ruangan yang mulai agak sepi karena karyawan sudah mulai berangkat ke teritory masing-masing sedangkan bapak batak lagi asyik dengan handphonenya di lantai 2 jadi tinggallah kanaya sendiri yang ada di ruangan lantai 1 dengan di temani alunan musik yang gembira dan membangkitkan suasana hati yang lagi di landa kasmaran tiap harinya sama halnya dengan kanaya saat ini hubungannya dan king makin hari makin indah dan makin jelas akan di bawa kemana karena king dan keluarganya berencana akan silaturahmi untuk melamar kanaya tentu saja baik kanaya maupun king keduanya lagi di landa kebahagiaan yang luar biasa.


Bagaimana tidak setiap perempuan butuh kepastian dan siapa saja tidak akan menolak jika di ajak untuk kejalan yang halal untuk keduanya, baik kanaya maupun king kedua tidak ingin berlama-lama menjalin hubungan yang tidak ada kejelasan hingga bertahun-tahun lamanya kayak kredit barang aja bertahun-tahun. Rencana ini tentu saja sudah di bicarakan kanaya kepada keluarganya bahwasannya keluarga king ingin datang ke rumah untuk melamarnya orang tua mana yang tidak senang jika anaknya di lamar dengan baik-baik dan tanpa adanya paksaan. Sama halnya dengan kedua orang tua kanaya sangat bahagia dengan kabar tersebut karena putri kecil mereka sudah menjadi sosok dewasa dan sebentar lagi akan menjadi menantu begitupun kedua orang tua kanaya sudah hampir mempunyai menantu.


Kebahagia terpancar jelas di wajah kanaya semenjak king bicara akan datang bersama keluarganya untuk melamarnya yang Insya Allah akan di lakukan 2 Minggu lagi. Kanaya sendiri sebenarnya ingin bercerita sama rekan kerjanya akan tetapi dirinya di larang king untuk memberitahu yang lain sebelum acara lamarannya selesai dan akan menjadi kejutan spesial untuk rekan kerja mereka. Terlebih untuk bapak sunda dan bapak bapak yang memang sudah meminta king cepat-cepat melamar kanaya sebelum kena tikungan dari lain.

__ADS_1


kembali ke cerita


di tempat lain


King yang lagi presentasi di depan konsumen sangat bersemangat hingga dalam hitungan detik barang yang di bawa king hampir terjual semuanya king sendiri sangat senang akan cara kerjanya hari ini karena tidak butuh waktu lama barang yang di bawanya survei sudah hampir ludes semua. Kalian percaya kan dengan terbukanya rezeki untuk orang-orang yang berusaha sama halnya dengan king saat ini tengah berusaha untuk menghalalkan kanaya. King segera melanjutkan kegiatan surveinya karena king yakin rezeki saat ini lagi memihak kepadanya walaupun sempat di tolak mentah-mentah oleh konsumen saat ingin presentasi akan tetapi king tidak putus asa baginya di tolak akan menjadi semangat baru untuk berjuang lebih baik lagi karena tidak ada hasil yang di raih dengan instan dan tidak ada buah dari keberhasilan yang di terima langsung manis tanpa melalui sebuah proses terlebih dahulu.

__ADS_1


Kanaya yang tidak henti-hentinya senyum sendiri di kagetkan oleh driver mobil paket barang yang di kirim oleh bapak sunda, saking asyiknya melamun kekasih hatinya siapa lagi kalau bukan King. Laki-laki yang siang malam sudah menghantui otak kanaya dan selalu menyiraminya dengan cinta yang tulus lamunan kanaya pun terhenti sejenak dengan adanya suara bapak batak di belakang kanaya dengan handphone masih di telinga bapak bapak menyerahkan handphone ke kanaya karena bapak sunda ingin berbicara dengan dirinya di sambungan telphone untuk memberitahu barang yang masuk hari ini. Kanaya sendiri dengan senang hati menjawab beberapa pertanyaan bapak sunda yang di anggap kanaya selalu membuatnya malu sendiri. Bapak sunda sendiri sangat senang menggoda kanaya walaupun hanya lewat sambungan telphone kanaya sendiri hanya menanggapi omongan bapak sunda sebagai candaan semata karena kanaya sendiri sudah hapal betul dengan kebiasaan bapak sunda tersebut jadi dirinya sudah terbiasa akan candaan beliau.


setelah berbicara banyak hal dengan bapak sunda kanaya pun kembali membantu bapak batak mengangkut barang ke dalam karena jika di biarkan di luar maka akan banyak mengundang maling.


Sinar matahari sudah mulai menampakkan cahayanya ini menandakan sore sebentar lagi akan berganti malam satu persatu karyawan sudah mulai kembali ke kantor dengan mimik muka berbeda-beda ada yang nampak jelas jika belum berhasil saat survei akan tetapi kanaya dengan senang hati selalu memberi semangat kepada yang lagi gagal karena kanaya yakin tidak ada yang ingin dirinya gagal untuk saat ini.

__ADS_1


Hampir semua karyawan sudah kembali ke kantor dan mereka sudah mulai briefing sore untuk saling memberi motivasi untuk esok hari sama halnya dengan briefing kali ini yang di pimpin oleh king yang tidak henti-hentinya memberi motivasi untuk yang belum berhasil. Briefing kali ini sudah selesai karena mengingat ada yang PP jadi briefing kali ini cukup sampai di sini dahulu karena waktu tidak memungkinkan karena sebentar lagi akan menjelang azan magrib. Semua karyawan sudah bersiap diri keluar untuk membeli makan malam yang biasa mereka lakukan selesai mandi terlebih dahulu hanya sebagian yang keluar membeli makanan kanaya dan king memilih nitip saja karena keduanya masih ingin menghabiskan waktu bersama-sama di setiap ada waktu luang sebenarnya bisa saja mereka keluar membeli makanan akan tetapi keduanya memilih mantap di mess karena jika mereka sudah keluar berdua maka akan sulit bagi mereka untuk konsisten dalam bekerja karena terlebih mereka masih di area kantor walaupun bukan jam kerja lagi tetapi mereka tidak ingin merusak imet mereka berdua di depan karyawan yang memang juga ikut ngmess bareng mereka.


King dan kanaya sedang duduk di tangga lantai 2 dengan di temani reno dan si keteng karena baik kanaya maupun king kedua memilih bergabung dengan yang lain dari pada harus berduaan tanpa kejelasan karena keduanya sadar mereka bisa berduaan lebih lama karena waktu mereka di masa lajang ini akan segera berakhir dengan status baru. Setelah menunggu cukup lama pesanan makanan mereka pun sudah sampai karena memang sedari tadi perut sudah nggak bisa di ajak kompromi mereka pun segera memakan makanan mereka dengan lahap dan tanpa sisa sedikit pun setelah selesai makan mereka ber empat main dum yang sebagai hukumananya di beri bedak di muka kanaya sendiri ingin ikut main karena hukumanya tidak terlalu berat karena kanaya sendiri lagi menikmati waktu kebersamaan mereka di masa lajang ini yang sebentar lagi akan berganti status menjadi menikah.


__ADS_2