SECRET : Takdir Cinta Al-Zea

SECRET : Takdir Cinta Al-Zea
BAB IV : Survival test, Done!


__ADS_3

LOVELY BAR, CALIKO


01.00 am


Suara music terdengar mengisi ruangan yang dipenuhi lautan manusia yang mencari kebebasannya masing-masing.


Bau alkohol menyeruak di dalam ruangan, lampu yang sengaja di nyalakan remang-remang bahkan berganti warna seakan terlebur dalam keramaian yang terjadi setiap malamnya.


Dan jangan lupakan juga wanita-wanita yang ada didalam tempat itu dengan berpakaian minim terlihat sedang meliuk-liukan tubuh mereka seakan menggoda semua pria yang ada disitu untuk berimajinasi liar.


Di sudut tempat itu terlihat ada beberapa orang sedang menghisap barang terlarang. Dan yang lainnya sudah kelihatan mabuk dengan semua hal yang ada di tempat tersebut.


"Silahkan tuan," ucap bartender sambil menyodorkan segelas Vodka pada Dirga.


"Terima kasih" balas Dirga.


Sambil menyesap minuman yang memabukkan itu Dirga memberi kode lewat alat yang terpasang dibelakang telinganya, kepada keenam anak buahnya yang sudah berpencar disegala penjuru tempat itu.


Alat yang dikenal dengan nama Chit itu merupakan alat telekomunikasi yang dirancang khusus dan digunakan oleh semua anggota Al Caray ketika mereka sedang menjalankan sebuah misi.


Dengan bentukan seperti bulat kecil dan tipis, setipis kertas itu dapat memudahkan anggota Al Caray mendengarkan informasi dan memberikan informasi tanpa diketahui oleh musuh.


Dirga menekan Chit itu dan berkata "Mulai perayaannya.!"


Dia berdiri dan tersenyum, kemudian mengambil Pistol dibalik pakaiannya dan menembak bartender yang ada di depannya. Dan seketika itu juga terdengar suara tembakan yang lain disemua ruangan yang ada ditempat itu.


Keadaan menjadi tidak terkendali, terdengar teriakan dan jeritan. Bau anyir darah tercampur dengan aroma yang ada diruangan itu.


Setelah memastikan tidak ada korban yang masih hidup, barulah Dirga berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke ruangan yang lain, lebih tepatnya ruangan dari pemilik bar.


"Selamat subuh tuan Patshon" sapa Dirga sembari duduk disofa.


"Kau akan menyesal telah melakukan hal itu padaku!" Seru tuan Patshon yang terlihat marah.


"Kenapa harus menyesal? apakah kau juga menyesal ketika menipu orang-orang suruan kakekku ketika melakukan transaksi tempo hari? Dan apa kau menyesal telah membunuh mereka semua?!"ujar Dirga dengan sorot mata tajam yang mengintimidasi.


Tuan Patshon terlihat gugup dan memucat.  ketika hendak mengambil senjata di dalam laci meja, Salah satu anak buah Dirga menembaknya tepat di kedua lengannya. Tuan Patshon mengerang tertahan akibat luka tembak tersebut.


"Apa yang kau inginkan dariku!" Teriaknya pada Dirga.


Dirga terkekeh pelan.


"nyawamu dan kehancuran bisnismu" ucap dirga yang sarat akan perintah.


Tanpa menunggu lama, Dirga menembaknya tepat di dahi tuan Patshon yang langsung membuat tubuh pria tua itu ambruk di meja kerjanya, terlihat darah segar yang meleleh dari dahi pria tua itu.


Segaris senyum miring menghiasi wajah tampan Dirga, seolah tidak peduli sama sekali dia berkata,


"misi selesai."


****


Pada pagi hari berita tentang penyerangan terhadap Lovely Bar yang ada di kota Caliko tersiar dengan cepat dikalangan dunia hitam para mafia.

__ADS_1


Nama Al Caray disebut-sebutkan oleh para mafia dan gengster yang ada di penjuru negara Indo.


Penaklukan yang dilakukan oleh Al Caray seakan memperluas daerah kekuasaan mereka.


Markas Gambino


Zea sudah sadarkan diri, terlihat dari CCTV yang terpasang dalam ruang laboratorium tersebut.


Buffalo yang sering disapa tuan B itu, memperhatikan keadaan cucu kesayangannya sembari berkata "lanjutkan testnya" perintah yang terdengar tidak terbantahkan.


Zacky, Gladys dan Johan bahkan serempak saling bertukar pandang, seakan tidak percaya yang barusan dikatakan oleh bos mereka.


"Apa kalian kasihan padanya?" Tanya tuan B, seketika itu juga mereka menggeleng bersamaan lalu keluar untuk menjalankan perintah dari sang bos besar.


"Kenapa kau harus sadar sekarang bodoh!" Seru Gladys setengah berbisik pada Zea.


Zea nampak bingung dengan perkataan Gladys. "dimana opa?" Tanya Zea kepadanya.


"Sepertinya sekarang kau tidak akan menemui opa-mu melainkan ajal-mu" ujar Gladys.


Zea menatap benci kepada Gladys.


"Simpan kebencianmu padaku dan gunakan itu sebentar ketika kau bertarung denganku" lanjut Gladys.


Zea dituntun ke halaman belakang Markas, disana sudah ada anggota Gambino dan juga Buffalo.


"Bertahanlah sweetheart dan perlihatkan padaku kemampuanmu sebagai cucu dari Buffalo Gambino." ujar Buffalo pada Zea.


Zea diberikan selendang yang kedua ujungnya telah diberikan jarum bius.


Gladys dengan kipas dan serangkaian jarum kesayangannya dan Zack hanya dengan tongkat bassball.


Mata mereka bertiga saling berpandangan dengan setiap taktik yang tersusun rapi diotak mereka masing-masing.


Ini akan menjadi pertarungan yang tidak mudah untuk Zea, dengan kondisi yang belum benar-benar pulih serta lawan yang sangat berat.


Zea mulai mempersiapkan kuda-kudanya dan mulai bergerak maju untuk melakukan pukulan.


Gladys melayangkan kipasnya ke arah Zea dan membuat Zea menunduk menghindar, karena jika tidak lehernya akan terputus akibat tebasan kipas besi itu.


Zack mengayunkan tongkatnya kearah Zea dan dengan cepat Zea menangkisnya dengan melayangkan selendang miliknya.


Disaat yang bersamaan itu juga Gladys melayangkan Serangkaian jarumnya, seakan melintas bebas disekitar kepala dan tubuh Zea.


Zea mengeram kesal, hampir saja dia mati karena jarum-jarum sial dari Gadis didepannya ini.


Dengan cepat Zea mengayunkan selendang jarumnya dengan gerakan memutar, dia menerjang Gladys ketika jarum lainnya dikeluarkan Gladys dari balik pakaiannya.


Zea tidak memberi kesempatan untuk Gladys mengelak dari terjangan selendang miliknya ke leher dan tangan Gladys. Ketika dirasanya selendang tersebut telah mengunci pergerakan lawannya Zea menarik selendang dan menghantam tubuh Gladys dengan tendangannya.


Alhasil tubuh Gladys terdorong ke belakang. Gladys merintih kesakitan.


Pertarungan lebih memanas, Tongkat Bassball milik Zack melayang di atas kepala Zea membuat dia merunduk.

__ADS_1


Tanpa dia sadari kibasan dari kipas besi milik Gladys telah menyayat pinggangnya, Darah mengucur dari tempat itu.


Membuat Zea terdorong kebelakang sambil memegang pinggangnya yang robek.


Ia merintih kesakitan, Gladys maju hendak meninjunya namun dengan cepat Zea menjulurkan selendang miliknya dan jarum yang ada diujung selendang itu merobek menembus lengan Gladys.


Ketika dilihatnya Gladys lengah, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Zea langsung mengambil alih kipas besi milik Gladys dan menyayat kaki, perut, dan bahu Gladys.


Zea melihat ke tanah ada beberapa jarum bius yang berserakkan di situ, diambilnyalah jarum itu dan ditancapkan dileher Gladys dan ketika dilihatnya Zack akan menendangnya, Dengan cepat Zea melempar 2 buah jarum kearah Zack dan mengenai bahu lelaki itu.


Zack dan Gladys tersungkur lalu jatuh ke tanah akibat jarum bius yang melekat ditubuh mereka, reaksi obat itu terbilang cepat karna hanya berkisar 3 detik bereaksi lalu dengan cepat membuat orang yang terkena tidak sadarkan diri.


Terdengar suara tepuk tangan dari semua orang yang menyaksikan pertarungan itu, Buffalo tersenyum senang kearah Zea.


"Opa sangat bangga padamu Sayang." tutur Buffalo dengan senyum merekah.


"Selamat datang di Gambino dan selamat menjadi bagian dari Gambino Gangster RUSSELIA ZEANIC GAMBINO" lanjutnya.


Zea nampak bahagia walaupun saat ini dia sedang menahan rasa sakit dari luka dipinggangnya.


Dalam hatinya dia bersyukur karena dia bisa membuktikan kepada opanya maupun anggota Gambino yang lain bahwa dia mampu melewati survival test dan menjadi anggota tetap Gambino Gangster.


Buffalo kemudian memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mengantar Zea, Gladys dan Zacky untuk dibawah kedalam markas supaya diobati oleh Johan.


Dan diwaktu itu Zea dinobatkan menjadi anggota Gambino dengan mengucapkan sumpahnya.


Tak lupa juga dengan perayaan penyambutan anggota baru dilakukan didalam markas besar Gambino.


.


.


.


.


.


.🔜


Terima kasih sudah membaca bagian ini Chocolaters ❣


dukung Ceritahalu terus ya, dengan Like Vote dan juga Rate 👍


kalian juga bisa mengomentari bagian ini.


follow my IG : @ceritahalu17


▪Stay Safe


▪Keep reading Ceritahalu17 ❤

__ADS_1


Sampai jumpa dibagian selanjutnya 🤗💕


__ADS_2