Secret Love To Om Zildan

Secret Love To Om Zildan
SLOZ - E01


__ADS_3

“Zahira yusuf” panggil wanita yang terlihat sedang hamil itu namun tetap saja cantik dan berkelas yang ada di depan ruang ceo tersebut


“Saya bu” jawab zahira dengan sopan dan berjalan mendekat kearah meja wanita tersebut


“Silahkan duduk”


“Terima kasih”


“Kamu sudah pernah bekerja di perusahaan mana saja” Tanya wanita cantik tersebut


“Di perusahaan XXX saat itu juga saya sedang magang, namun karna nilai tinggi jadi saya di tetapkan menjadi karyawan biasa, saya belum pernah bekerja dengan perusahaan besar buk, tapi ibu tenang aja saya yakin ibu tidak akan kecewa pada saya” ujar zahira


“Baiklah untuk sementar saya akan mengajari kamu tapi kamu harus mempelajarinya dengan baik dan cepat karna saja hanya biasa mengajari kamu dalam waktu 1 minggu jadi kamu harus belajar dengan benar, jika tidak ingin di keluarkan”


“Baik bu”


“Ingat satu hal yang harus kami ingat saat kamu bekerja di sini jangan pernah masuk ke ruangan bapak zildan saat istri datang atau ada di dalam ruangan itu” ujar buk vina wanita cantik itu “ingat seberapa penting dan mendadaknya pesan ataupun document itu penting tetap kamu tidak boleh masuk saat istrinya ada di dalam ruangan itu kamu paham” ujar vina selaku sekretarisnya zildan


“Maaf buk siapa pak zildan itu” Tanya zahira hati hati


“Jangan bilang kamu tidak kenal sama pak zildan” tanya vina tidak percaya saat zahira menanyakan siapa pak zildan


“Tidak buk” jawab zahira percaya diri


“Saya sempat heran bagaimana kamu bisa lolos interviuew jadi sektertaris Ceo, kamu aja tidak kenal sama pemilik perusahaan ini”


“maaf bu”


“Kalau boleh saya tau kenapa tidak boleh masuk saat istrinya bos ada di dalam” tanya zaahira penasaran


“Kamu tidak perlu tau, jika kamu masih ingin bekerja di perusahaan ini maka jangan coba coba untuk melanggar apa yang saya katakan barusan, kamu paham”


“Paham buk”


“Berdiri pak zildan datang” ujar vina pada zahira membuat zahira langsung bangun dari duduknya dan menatap zildan dengan tatap tersenyum lebar


Zildan Vanzeen Gardana CEO perusahaan Gardana yang besar dan juga sangat sukses di berbagai Negara, pria itu terkenal pendiam dan juga sangat dingin, memiliki tubuh yang yang tinggi dan juga berotot siapa yang tidak tergoda jika melihatnya, dengan wajah yang bersih, bahkan semut pun tidak berani menyentuh wajah itu, alis yang tebal mata yang tajam dan juga hidung yang mancung, pria yang sempurna meskipun umurnya tergolong dewasa namun tetap saja zildan memiliki wajah dan badan yang bagus sehingga setiap orang melihatnya langsung terpanah namun dengan sikapnya yang dingin dan cincin yang di pakai olehnya di jari manis membuat semua wanita yang ingin mengodanya harus berfikir 3 kali lipat untuk niatnya itu


Di umurnya yang sudah memasuki 33 tahun zildan masih saja tanpan dan gagah, wajar saja jika istrinya harus siaga satu untuk menjaga suaminya, tidak hanya kaya zildan juga sangat mengoda, siapa yang tidak ingin bersamanya


(Aku jadi tau alasan pak zildan melarang semua orang untuk masuk ke ruanganya saat istrinya ada di dalam ruangan itu, jelas saja mereka tidak ingin di ganggu) batin zahira saat melihat zildan yang barus saja lewat di depanya


(Aku jadi ingin jadi cepat menikah) pikir zahira sambil tersenyum lalu duduk kembali di kursi


“Kamu bisa kerjakan berkas ini bukan?” Tanya buk vina sambil menyerahkan berkas tersebut pada zahira


“Bisa bu” jawab zahira lembut


“Setelah selesai lalu minta tanda tangan pak zildan dan kembalikan ke departemant bawah, kamu paham” jelas buk vina


“Baik bu” ujar zahira lalu dengan semangat zahira mengerjakan berkas tersebut


Jam sudah menunjukan 17:00 akhirnya zahira selesai juga dengan pekerjaannya, lalu zahira menyerahkan berkas tersebut ke pak zildan, dan untuknya saja pak zildan masih ada di ruangannya saat ini


Tuk.tuk.tuk..


“Masuk” terdengar suara dingin tersebut membuat zahira harus menarik nafas panjang


(Seandainya buk vina tidak pulang dulu aku tidak ingin masuk ke dalam ruangan ini, ini sangat menakutkan) baatin zahira gugup saat tanganya menyentuh gagang pintu yang besar dan tinggi itu

__ADS_1


Jantung zahira berdekat lebih cepat dari sebelumya bagaimana tidak masuk ke dalam ruangan yang bernuansa gelap ini saja sudah membuat gira panas dingin


“Ada apa” Tanya zildan yang melihat zahira hanya berdiri di depan pintu tersebut


Terkejut saat mendengar suara zildan akhirnya zahira memberanikan masuk ke dalam ruangan besar itu, zahira berjalan mendekati meja besar yang ada di ruangan itu, namun mata zahira tidak berani sedikitpun menatap zildan


“Ini berkas yang harus bapak tanda tangani” ujar zahira menyerahkan berkas itu pada zildan


“Kamu pengganti vina” Tanya zildan dengan suara yang tegas melihat zahira sekilas


“Iya pak” jawab zahira gugup tanpa berani menoleh ke arahnya zildan


Zildan langsung melihat setiap detail berkas tersebut “Kamu yang memperbaiki berkas ini” Tanya zildan melihat zahira yang tertunduk di depannya


“Apa pak” jawab zahira gugup tanpa berani menoleh ke arahnya zildan bagaimana pun hari ini hari pertama zahira bekerja dirinya bahkan tidak pernah berhadapan dengan ceo saat dirinya bekerja di perusahan lain


(mati aku jika berkas ini salah ku perbaiki, bagaimana jika aku di pecat, padahal ini hari pertama ku kerja) batin zahira


“Kamu tuli?” Tanya zildan melihat zahira terdiam


“Maaf pak” jawab zahira cepat namun tetap saja dirinya tidak berani menatap bos laki laki yang ada di depannya


“Siapa nama kamu”


“Zahira pak”


“Zahira saya Tanya apa kamu yang memperbaiki berkas ini” Tanya zildan lagi


“Iya pak” ujar zahira gugup


“Kamu pernah bekerja di perusahan mana saja??”


“Hanya Perusahaan kecil pak”


“Tidak pak”


“Baiklah, bekerja keraslah, jika kamu malas kamu bisa keluar dari perusahaan saya” ujar zildan yang bangun dari duduknya sambil menyerahkan berkas itu pada zahira “kamu sudah boleh pulang” sambung zildan


“Baik pak”


Mendengar itu zahira pun langsung mengikuti zildan keluar, zahira menatap zildan yang pergi hingga jauh dari pandanganya


“Huffff ini benar benar menyeramkan” ujar zahira saat sudah duduk di kursinya kembali


“Sebaiknya aku pulang, buna pasti sudah menunggu ku” ujar zahira tersenyum bahagia mengingat dirinya akan di sambut di rumahnya


Wanita cantik itu mengambil tasnya dan turun memlalui lift, zahira berdiri di depan perusahaan yang membuatnya gila hari ini


“(GG) GardanaGrup” ujar zahira membaca nama tersebut yang terpampang jelas di atas gedung besar yang ada di depan matanya saat ini


“Aku tidak berfikir jika aku akan ada di perusahaan ini” sambung zahira lagi saat melihat namanya yang ada di kartu identitas perusahaan gardana, zahira memasukan kartu itu ke dalam tasnya dan mengambil ponsel nya yang berbunyi


*Bagaimana dengan kerjamu hari ini nak* Tanya wanita yang ada di panggilan ponsel zahira


*Cukup baik buna*


*Baguslah, kamu sudah pulang*


*Eum sedang dalam perjalan pulang*

__ADS_1


*Baiklah hati hati di jalan sayang*


*Tentu* jawab zahira lalu mematikan ponselnya itu


“Apa kamu tuli, siapa nama kamu” ujar zahira meniru ucapan zildan tadi sambil tetawa keras


“Aku tidak percaya kita bertemu kembali bapak Zildan Vanzeen Gardana” ujar zahira tersenyum sambil berjalan menyebrangi jalanan yang sedang sepi karna lampu merah


Tanpa zahira sadar seseorang sedang melihatnya berjalan sambil tersenyum dari dalam mobil “zahira yusuf” ujar pria tersebut saat melihat zahira tersenyum


“Zahira pulang buna” teriak zahira yang duduk di kursi yang ada di depan rumas sederhana sambil melepaskan sepatu hitam yang sedikit kusam


“Kamu sudah pulang nak”


“Iya”


“Bagaimana dengan kerja kamu”


“Sangat melelahkan bu, za sangat lelah, tapi sekarang tenaga za kembali pulih lagi di sebabkan pelukan hangat buna” ujar zahira tersenyum sambil memeluk erat buna


“Sudah sudah, sekarang makanlah buna sudah siapakan makan untuk putri buna yang cantik ini” ujar bukna melepaskan pelukanya dan menyiapkan makan untuk zahira


“Terima kasih bu, sudah menyiapkan makanan buat za, za mandi dulu” ujar zahira mencium pipi buna lalu tersneyum lebar


Zahira wanita yang cantik dan ceria di umurnya yang masih sangat muda dirinya sudah bisa mandiri, bekerja dan juga bisa mencari rezeki untuk keluarganya, di umur zahira yang sudah masuk di 22 tahun, jika dibilang zahira termasuk wanita yang di incar oleh pria pria di luar sana, terlebih lagi zahira memiliki wajah yang cantik, bulu mata yang lentik di tambah memiliki hidung yang mancung, gigi yang rapi dan putih, sehingga saat zahira tersenyum terlihat lesung pipi yang tidak begitu dalam di pipi kananya, dengan rambut lurus yang terherai sebahu


Zahira termasuk wanita yang bekerja keras, dan sangat mandiri pria mana yang tidak tertarik padanya, meskipun zahira terbilang seperti anak kecil karna badannya yang kurus dan tingginya yang hanya 150 cm, namun tetap saja zahira sangat cantik


Zahira bangun dari tidurnya melihat jam sudah menunjukan angka 7 zahira langsung bangun dan bersiap untuk bekerja


Saat zahira keluar dari kamarnya pasangan suami istri sudah duduk di meja makan sambil tersenyum menatap kehadiran zahira


“Makan nak” ujar pakna yang dudah duduk di meja makan


Tanpa menjawab zahira langsung duduk di samping bukna yang sedang menyiapakan makanan untuk zahira


“pagi ini biar pakna antar kamu” ujar pakna melihat zahira


“Tidak perlu pakna, za bisa naik—” ucap zahira menolak


“Bagus itu, lebih baik bapak antar kamu za, biar lebih hemat waktu” ujar bukna membuat zahira harus menurut


“Baiklah” ujar zahira tersenyum


Zahira pamit pada bukna dan langsung menaiki sepeda motor itu bersama pakna, jika di bilang sangat sederhana namun tetap saja zahira sangat bahagia hidup dalam kesederhanaan


Sekitar 30 menit akhirnya zahira sampai di depan gedung gardana, karna jarak antara rumahnya dengan tempat kejanya juga tidak begitu jauh, 50 menit berjalan kami atau bisa di bilang satu jam namun jika dengan kendara bisa di bilang hanya 30 menit saja


“Pakna hati hati ya, ingat jangan ngebut” ujar zahira membuat pakna tersenyum “za masuk dulu” sambung zahira langsung masuk ke dalam gedung utama saat pakna sudah menghilang dari matanya


“Morning buk vina” sapa zahira saat dirinya berpapasan dengan vina di dalam lift


“Kamu sudah menyelesaikan berkas yang saya berikan kemarin” Tanya vina saat mereka keluar dari lift bersamaan


“Sudah buk, bahkan pak zildan sudah menanda tangani berkas tersebut, hanya saja saya belum mengantar berkas tersebut ke departemant bawah” ujar zahira sambil maletakan tasnya di meja dan mengambil berkas tersebut


Zahira langsung berjalan kembali ke arah lift untuk mengantar berkas tersebut ke department yang ada di lantai bawah, setelah memberikanya pada mereka akhirnya zahira kembali lagi ke lift


“Tunggu tunggu” ujar zahira sedikit lebih keras pada seseorang yang ada di dalam lift agar tidak menutup pintunya

__ADS_1


Saat zahira sudah di depan lift pintu itunya tertutup rapat, namun terbuka kembali hingga membuat senyum di wajah zahira mengembang


“Huff terima kasih” ujar zahira tanpa melihat siapa yang ada di dalam lift tersebut


__ADS_2