Secret Love To Om Zildan

Secret Love To Om Zildan
SLOZ - E02


__ADS_3

“Huff terima kasih” ujar zahira tanpa melihat siapa yang ada di dalam lift tersebut


“Maaf kamu tidak boleh masuk” ujar pria berjas hitam itu membuat zahira langsung menatapnya tajam


Namun saat melihat pak zildan di depan pria itu membuat zahira paham kenapa dirinya tidak boleh masuk


“Maaf pak” ujar zahira menundukan wajahnya dan mundur dua langkah dari pintu lift tersebut


“Kamu boleh masuk” ujar zildan dingin melihat wanita yang ada di depanya dan zildan mundur dua langkah kebelakang


“Hah sa_ya boleh masuk pak” tanya zahira gugup


“Kamu tuli” ujar zildan dingin membuat zahira menelan ludahnya


“Maaf pak, Terima kasih pak” jawab zahira tanpa berani menoleh ke arah zildan dan masuk ke dalam lift tersebut


“Kamu terlambat, di hari pertama kamu bekerja” Tanya zildan menoleh ke arah zahira tajam


“Tidak pak”jawab zahira tersenyum kaku ke arah pria yang berada tidak jauh darinya


Kini zahira bisa melihat dengan wajah pria dewasa yang ada di depannya, zahira benar benar terpanah pada pria yang saat ini menatapnya, di usianya yang terbilang tua namun wajah dan tubuh zildan masih sangat tampan dan gagah, di tambah dengan jas yang berwarna coklat muda itu zildan terlihat lebih berwibawa


“Lalu kenapa kamu berlarian, kamu pikir ini lapangan bola” ujar zildan membuat zahira menatapnya kesal


Zahira melepaskan nafasnya sebelum menjawab pertanyaan zildan


“Tidak pak saya baru saja mengantar berkas untuk departemant bawah” ujar zahira sopan dengan wajah yang tersenyum ramah, namun kenyataannya zahira sangat kesal pada zildan


Mendengar jawaban zahira membuat zildan heran dan ragu jika benar zahira ini akan menjadi sekretarisnya kedepan


“Kamu tau berapa lantai perusahaan ini” Tanya zildan pada zahira


Tidak ada jawaban dari zahira namun saat mendegar suara lift berbunyi akhirnya zahira tau jawaban dari soal zildan padanya


“36 pak” jawab zahira


“Besok kamu turun dari lantai 36 ke lantai 4, jangan sampai terlambat jika ada metting” ujar zildan sebelum pergi meninggal kan zahira yang terdiam dengan ucapannya dan membuat pria yang bersama dengan zildan juga ikut tersenyum


Bingung namun zahira tidak berfikir lebih panjang dan langsung berlarian mengikuti zildan ke ruanganya


“Good morning pak” ujar buk vina pada pak zildan yang melewati meja buk vina


“Morning” balas zildan namun saat zildan ingin masuk ke ruangannya zildan menatap zahira, begitupun zahira juga menatap zildan tersenyum

__ADS_1


“Vin tolong ajarkan dia cara mengantar berkas ke departemant bawah” ujar zildan menatap zahira tajam lalu masuk ke dalam ruanganya membuat vina bingun dengan ucapan zildan barusan


“Ada apa ini??” Tanya vina pada zahira


“Tidak tau buk, tadi pak zildan juga menyuruh ku mengantar berkas melalui tangga” ucap zahira polos


“Pak zildan menyuruh kamu mengantarkan surat dari tangga?”


“Iya buk”


“Bagaimana kamu bisa bertemu dengan pak zildan, kamu dari mana” Tanya buk vin penasaran


“Mengantar berkas yang ibu suruh” ujar zahira bangga


“Apa” Tanya vina terkejut, kini dirinya sudah tau kemana arah ucapan pak zildan vina menarik nafas panjang melihat kelakuan zahira


“Kamu antar surat ke departemant bawah” Tanya vina lagi ingin meyakinkan apa yang di pikirnya


“Ia bu” jawab zahira tersenyum lebar


“Zahira kamu benar benar polos” ujar vina pusing


“Kamu dengar ya zahira, kamu itu kerja di sini sebagai sekretasis ceo, tugas kamu hanya mengikuti semua permintaan dan pekerjaan yang di berikan oleh ceo yaitu pak zildan, saat ini kamu harus ingat jika kamu itu sekretasis pak zildan jadi semua hal berurusan pak zildan kamu harus mengurusnya, berkas yang di bawa oleh departemant lain untuk pak zildan kamu harus mengeceknya ulang, lalu baru kamu serahkan ke pak zildan, jika sudah di tanda tanganin oleh pak zildan, kamu harus kembalikan itu ke departeman tadi, namun untuk membawa berkas itu ke bawah bukan tugas kamu, kamu hanya perlu menelpon mereka dan mereka akan segera datang ke sini, jika kamu turun dan di saat itu juga pak zildan membutuhkan kamu kamu tidak ada di meja maka bersiap siaplah untuk keluar dari perusahaan ini, kamu paham zahira” ujar vina menjelaskan setiap detail tugas zahira


“Ingat zahira setiap menit itu sangat berharga, jika kamu menghabiskan beberapa menit untuk ke bawah, justru jika kamu disini kamu sudah bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan” jelas vina lagi


“Kerjakan berkas ini” ucap vina sambil menyerahkan berkas putih itu untuk zahira


“saya akan foto copy ini” sambung vina lalu bangun dari duduknya


Beberapa menit vina pergi tiba tiba telepon yang ada di meja itu berbunyi


*hallo ada yang bisa saya bantu, maaf ini siapa??* Tanya zahira pada seseorang yang menelpon


*mana vina* Tanya pria itu


*maaf pak ada perlu apa ya, kebetulan ibu vina sedang tidak ada* Tanya zahira lagi


Pria itu langsung mengakhiri panggilan tersebut


“Tidak jelas” ujar zahira lalu melanjutkan kerjaannya


“Huff akhirnya bisa makan siang juga” ujar zahira pada dirinya sendiri “Ah aku lupa tadi ada yang nyariin bu vina” sambung zahira saat mengingat panggilan tadi

__ADS_1


“Siapa” Tanya vina pada zahira


Namun saat zahira ingin memberitahukan vina tiba tiba zildan keluar dari ruangannya


“Vina” panggil zildan


“Iya pak”


“Tolong ajarkan dia cara menjawab panggilan dengan benar, jika hal kecil dia tidak bisa pahami dengan cepat, suruh saja dia keluar dari perusahaan ini” ujar zildan lalu pergi meninggalkan vina dan zahira yang binggung


(jadi panggilan tadi dari pak zildan, mati aku, kenapa kamu sangat bodoh zahira tidak mengenal suara pak zildan) batin zahira saat mengingat panggilan tadi


“Jangan bilang yang nyariin saya tadi pak zildan” Tanya vina menebak isi kepalanya


“Sepertinya iya bu” jawab zahira tanpa berani menetap vina


“Huff aku lupa, lihat lah ada dua telepon di sini, telepon berwarna putih hanya tersambung dengan ruangan pak zildan. Sedangkan telepon berwarna hitam tersambung dengan seluruh persahaan, jadi di saat telepon putih berbunyi tandanya itu panggilan dari pak zildan, kamu tidak perlu lagi basa basi, kamu paham” jelas vina


“Cukup dengarkan apa yang di perintahkan oleh pak zildan, karna dia tidak suka berbelit belit”


“Paham bu”


Setelah makan siang akhirnya zahira kembali bekerja lagi, hingga jam pulang tiba, zahira melihat salah satu postingan temanya yang sedang liburan ke luar negeri


“Aku juga ingin pergi ke sana” ujar gira menyimpan ponselnya dan berjalan pulang


Saat zahira ini berjalan menuju lampu merah tiba tiba seseorang manarik tangan zahira, membuat zahira harus menoleh ke belakang


“kita bertemu lagi...... Baby_” panggil pria itu


“Zack” ucap zahira terkejut


“Akhirnya aku menemukan kamu” ucap zack tersenyum senang


Tidak dengan zahira yang merasa takut seat zack sudah menemukannya, zahira melepaskan peganggan zack lalu lari sekencang mungkin untuk mengindari zack


Terdengar zack berteriak memanggil namanya namun tetap saja zahira tidak perduli dan lari secepat mungkin, hingga zahira tidak sengaja menyenggol seorang pria dan zahira pun jatuh bersaan dengan pria tersebut


“Maaf maaf” ucap zahira pada pria tersebut


“Zahira” panggil pria itu yang tidak lain adalah zildan


“Pak zildan” panggil zahira terkejut saat melihat zildan ada di depannya saat ini

__ADS_1


“Kamu bisa lebih hati hati, bagaimana jika saya terluka” Tanya zildan sambil bangun dan membantu zahira


__ADS_2