
Zahira menyiapkan segala mentalnya untuk bertemu dangan pak zildan, karna dia tau dirinya akan di pecat hari ini…
“Bos mana. yang tidak akan memecat bawahanya jika melakukan hal sebodoh itu. aku juga akan memecatnya jika aku di posisi pak zildan ”kelus zahira kesal
“Ini semua karna zack andai dia tidak muncul kemarin malam mungkin aku tidak di posisi ini saat ini” ujar zahira lirih
Sesampainya di meja kerja, zahira tidak menemukan vina, jelas tas vina ada di meja…
“Kemana bu vina” tanya zahira pada dirinya
Saat pintu hitam yang didepan mejanya terbuka zahira dengan cepat bersembunyi di bawah meja…
“Bukanya seharusnya pak zildan belum sampai di kantor jam segini, apa dia datang sepagi ini untuk memecatku” tanya zahira lirih pada dirinya
(ini gila apa yang harus aku lakukan, tuhan tolong aku, bagaimana jika aku di pecat sekarang, maafkan za buna, pakna) batin zahira memejamkan matanya
“Kamu kenapa semubunyi zahira” tanya vina yang menatap zahira di balik meja
Terdengar suara vina zahira terkejut sampai jatuh terduduk ke lantai..
“Kamu sedang apa di bawah situ” tanya vina lagi yang melihat zahira
“Maaf bu, saya cari gantungan saya jatuh”ujar zahira bohong
“Ah.... emang udah ketemu”
“Tidak, sepertinya jatuh di jalan” ujar zahira tersenyum kaku
“Za kamu bisa antar berkas ini ke perusahaan Danicor Grup”
“Apa perusahan apa bu”tanya zahira memastikan pendengaranya tidak salah, dan sedikit terkejut
“Danicor grup”ujar vina kembali
“Ah.. Danicor grup”sambung zahira mengulang ucapan vina
“Haruskah sayang yang pergi bu”tanya zahira dengan polosnya
“Ia kamu yang harus pergi, kamu secretarynya pak zildan ”sambung vina
“Kan masih ada ibu ”
“Saya harus metting mengantikan pak zildan”ucap vina yang mengambip beberapa document penting
“Pak zildan ke mana bu”tanya zahira semangat
“Pak zildan sedang di luar negeri, jadi saya ada metting mengantikan pak zildan jadi tolong kamu antar ini ke secretary perusahaan danicor langsung, jangan melalui orang lain, ini document penting”ujar vina memberikan satu documet berbalut rapi
“Saya sudah hubungin secretary kamu di tunggu di café di samping perusahaan mereka”sambung buk vina lagi
“Pak zildan tidak ada bu”tanya zahira lagi kini senyumnya mulai lebar
“Iya pak zildan sedang melakukan bisnis di singapure”
“Ah berapa hari”sambung zahira lagi
“Satu minggu”
Mendengar kabar dari vina membuat zahira sangat bahagia…
( semoga pulang dari sana pak zildan lupa kejadian itu) batin zahira bahagia
__ADS_1
(Setidaknya aku tidak di pecat hari ini) batin zahira semangat
“Kenapa kamu senyum?”
“Tidak ada bu” jawab zahira tersenyum dan mengambil tasnya saat zahira ingin pamit
Kini giliran vina yang melamun…
“Bu..”
“Bu vina” panggil zahira lagi
“Ada apa”
“Kenapa ibu melamun”
“Tidak saya hanya heran tidak biasanya secretary ibu Nastasia ingin bertemu di restoran biasanya perusahaan mereka tidak melakukan bisnis di luar perusahan”
“Kenapa gitu bu”
“Saya juga tidak tau yang pasti perusahaan itu tidak melakukan bisnis di sembarangan tempat, perusahaan danicor sangat teliti, mereka hanya melakukan bisnis diluar dan itupun di ruang vvip, saya juga heran”
“Dia selalu ceroboh”ujar zahira lirih
“Kamu bilang apa”tanya vina
“Tidak bu, ya sudah bu saya antar document ini dulu ya”pamit zahira
“Kamu antar document mau naik kendaraan pa”
“Motor”
“Baik bu”
“Iya kamu hati hati, saya sudah kirimkan foto pria ke ponsel kamu, pria itu secretary ibu natasia jangan sampai kamu salah kasih document itu, kamu bisa di pecat kamu paham, berkas itu ada document penting”
Zahira pergi meninggalkan perusahaanya berkerja, dari perusahaan gardana ke pt danicor hanya menyita jarak sekitar 35 menit, jika zahira menaiki motor mungkin bisa sampai sekitaran 20 menit, namun zahira sudah dapat perintah untuk mengunakan taxsi
Sesampai di restoran perusahaan zahira duduk di meja di dekat jendela, lalu tiba tiba datang seseorang duduk di depannya
“Morning baby” sapa pria muda yang umurnya mungkin setara dengan zahira
“Maaf anda cari siapa pak” tanya zahira pada pria yang ada di depannya
“Baiklah mari kita kenalan” pria itu memberikan tanganya
Zahira menyambutnya tangan tersebut…
“Ferlic Marlino secretary ibu Nastasia Ardiana Robert pemilik perusahaan danicor” jelas pria bule yanga ada di depan zahira dengan bangga
“Maaf pak tunggu saya lihat dulu, saya tidak bisa percaya begitu saja” ujar zahira mengeluarkan ponselnya dan melihat photo yang di kirimkan oleh vina melalu emailnya, dan mendekatkannya dengan wajah ferlic
“Maaf pak tapi kenapa tidak mirip ya, bapak terlihat sedikit jelek, dari yang ada di foto” tanya zahira memperlihatkan photo yanga ada di ponselnya zahira dengan wajah pria bule di depannya
“Hahahaha….” Tawa ferlic pecah saat melihat zahira menunjukan photonya
“Kamu bercanda zahira” tanya ferlic serius
“Maaf pak, ini berkasnya, aku mau pulang” ujar zahira
“Hahaha… maaf ibu zahira, kamu sangat cocok jadi artis” jelas ferlic
__ADS_1
“Berhenti bercanda, lagian kenapa kamu ajak ketemu disini” tanya zahira penasaran
“Aku ingin dengar kelanjutan ceritamu kemarin malam”
“Kamu gila, saat ini aku sedang bekerja”
“Tenang semua aman jika ferlic yeng mengurusnya, ceritakan lagi pula kamu tidak akan di pecat, katakanya saja pada bu vina kamu lama menungguku” ujar ferlic beralasan
Ferlic adalah temanya zahira mereka kuliah di universitas yang sama, kebenaranya adalah zahira adik kelasnya ferlic namun tetap saja zahira memanggil ferlic dengan sebutan nama dirinya tidak ingin memanggil sebutan kakak pada ferlic itu tidak cocok sama sekali..
“Bagaimana kelanjutannya” tanya ferlic penasaran
“Tidak ada kelanjutan, setelah aku menciumnya, zildan pergi dan aku juga pergi” ucap zahira gampang sambil meminum jus
“Kamu serius itu saja”
“Iya, ah bagaimana dengan zack, dia menemui mu” tanya zahira penasaran
“Tadi pagi di cari kamu, aku bilang kalau kamu sedang kerja di luar kota, dia bilang jumpa kamu, aku memperlihatkan daftar pekerja yang ada di perusahaan, jadi dia percaya”
“Gitu doing”
“Iya”
“Mudah banget” tanya zahira tidak percaya
“Kamu harus cari posisi yang bagus untuk aku di perusahaan kamu” ujar zahira lirih
“Kenapa”
“Aku yakin aku akan di pecat sama pak zildan setelah kejadian semalam”ujar zahira lirih
“Itu bagus kamu bisa lebih dekat dengan ku”
“Itu tidak bagus untuk ku, aku harus bertemu kamu tiap hari” ujar zahira membuat ferlic menatap zahira tajam
“Aku dengar zildan ke singapure”
“Iya selama seminggu, setidaknya aku masih bisa bekerja selama seminggu”
“Kamu tenang aja aku bakalan cariin kamu poisisi yang bagus”
“Kamu doiaan aku”
“Enggak mana berani aku” ucap ferlic dengan menyentuh tangan zahira
“Pindah.. aku harus kembali ke kantor” ujar zahira menepis tangan ferlic
“Ayolah ra kamu tidak perlu buru buru”
“Itu maunya kamu, aku harus kerja jika di pecat aku makan apa” tanya zahira menatap tajam ferlic
“Okokok kamu mau aku antar”
“Tidak terima kasih”
“Kemari” ferlic menarik tangan zahira dengan paksa dan menbuka pintu mobilnya
Zahira hanya bisa melepaskan nafas frusatsinya…
Seberapa kesalnya zahira tetap saja ferlic ada sahabat zahira, dia tau semua hal yang berkaitan dengan zahira begitu dengan zahira dirinya tau semua kegiatan gilanya ferlic
__ADS_1