Secret Love To Om Zildan

Secret Love To Om Zildan
SLOZ - E05


__ADS_3

Zildan bangun dari tidurnya melihat dita sudah tidak ada di sampingnya, zildan langsung membersihkan tubuhnya berpakaian rapi..


Saat zildan turun dari kamarnya dan menuju ruang makan semua orang sudah berkumpul untuk sarapan, keluarga gardana memiliki 9 anggotan, zildan paling menghormati mamanya dita yaitu mama mertuanya karna, nevva menyayangi zildan seperti anaknya sendiri bahkan nevva lebih menyayangi zildan dari pada dita dan ayunda…


Paman dan bibi zildan juga tinggal bersama zildan, dan paman zildan bekerja di perusahaan zildan yang lainnya, sedangkan ruben sepupu zildan menjadi asisten zildan, meskipun zildan sudah memberikan posisi yang tinggi untuk ruben, namun ruben tetap ingin berada di samping zildan, untuk membalas budi setelah apa yang di lakukan zildan untuk keluarganya, kini giliran ruben menjaga zildan…


Namun ruben juga memiliki posisi yang tinggi di perusahaan gardana yaitu sebagai direktur utama, meskipun kerjaan lebih sering bersama zildan saat zildan ada bisnis di luar kota ataupun luar negeri dari pada di kantornya sendiri..


Ayunda adalah adik dita suaminya ayunda bekerja di perusahaan zildan yang ada di luar negeri, dan yang terakhir miska yaitu anak angkat zildan dan juga dita, namun tidak ada yang tau jika miska anak angkat mereka, karna dita tidak ingin hamil, dia khawatir jika tubuhnya tidak bisa muda lagi jika dia hamil dan melahirkan, sebab itu mereka mengadopsikan seorang bayi agar tidak ada isu yang membuat keluarga gardana menjadi bahan pembicaraan…


“Morning pa” sapa miska yang duduk di samping kiri kursi zildan


“Morning princess” ujar zildan mencium kening putrinya…


Miska Vanzeen Gardana wanita cantik dan mungil kini di usianya yang 4 tahun miska mungkin terlihat beruntung berada dikeluarga gardana masa depannya terjamin cerah tapi sayang sejak dirinya masuk ke dalam rumah gardana dirinya tidak pernah merasakan elusan kasih dari seorang ibu….


Meskipun kasih sayang zildan untuk putrinya tidak ada celah bahkan untuk semut masukpun zildan tidak membiarkannya menyentuh putrinya


Zildan mungkin sibuk pada pekerjaanya namun dirinya tidak kehabisan waktu untuk putri kecil yang sangat di cintainya..


Wajar jika dita bukan mamanya namun tetap saja dunia tau jika dita adalah ibunya miska vanzeen…


“Morning ma”


“Morning sayang”


“Morning semuanya”


Semua orang berkumpul di meja makan, namun tidak dengan dita wanita itu hadir untuk sarapan…


“Pa mama pergi kemana” tanya miska menatap papanya


Zildan menatap sekeliling melihat dita tidak ada..


“Ma kemana dita” tanya zildan pada nevva


“Mama juga tidak melihatnya”


“Papa juga tidak tau sayang, nanti papa cari ya” ucap zildan menyentuh pipi kanan putri


“Sekarang kamu harus makan dulu” ucap zildan memberikan isyarat pada nurse untuk melanjutkan makan miska


“Kenapa dengan tangan kamu sayang” tanya zildan terkejut melihat tangan miska yang lecet


“Tadi—mama mendorong miska, sampai miska jatuh pa” ujar miska lembut sambil mengunyah makanan


“Apa maksud miska nurse” tanya zildan


“Maaf tuan, tadi saat saya sedang jalan jalan di taman dengan nona miska, nona miska melihat nyonya pergi bawa koper, jadi nona miska ikut berlari ke arah nyonya tapi sepertinya nyonya buru buru, nyonya menepis tangan nona miska sampai nona miska jatuh ke lantai, bahkan kepala nona miska terbentur lantai tuan, maaf tuan saya tidak menjaga nona miska dengan baik, maafkan saya tuan” jelas perawat miska


“Bagaimana bisa kamu baru katakan sekarang” ucap zildan meninggikan suaranya miska yang melihatnya juga terkejut, bahkan semua orang ikut terkejut


“Papa miska takut” ujar miska melihat papanya marah, membuat zildan mengendongnya


“Apa ini sakit” tanya zildan lembut pada putrinya


“Tidak pa”


“Ayunda kemana dita” tanya zildan pada ayunda dengan wajah tajam


“Aku tidak tau kak, kemari kak dita Cuma bilang ingin ke singapure untuk beberapa hari, dan kak dita tidak bilang alasannya, aku berfikir jika itu bercanda” ujar ayunda melihat sekilas ke arah ibunya dan zildan


Zildan lalu terfikir jika selama kakinya tidak sengaja mendorong koper dan membuat kaki zildan ke sakitan, kini zildan tau kenapa ada koper di tengah jalan…


“Wanita itu selalu pergi tanpa pamit, ayudan hubungi dita sekarang, bagaimana dia bisa melakukan itu pada miska” ujar venna


“Princess ada ada yang sakit”tanya zildan, hingga mendapat gelengan dari miska


“Kita kerumah sakit ya papa khawatir” ujar zildan pada miska “Aku akan bawa miska ke rumah sakit ma” sambung zildan menatap venna lalu memberikan isyarat pada ruben

__ADS_1


“Baiklah mari mama juga ikut, mama juga khawatir”


“Bibi juga ikut nak”


“Baiklah”


Mereka berangkat menuju rumah sakit, ruben yang menyetir mobil dan zildan yang duduk di sampingnya dengan miska yang ada di gendongannya..


Sesampai di rumah sakit zildan langsung membawa miska ke ruangan doctor zerik doctor keluarga gardana…


Zildan langsung masuk ke dalam ruangan zerik, tanpa mendengar arahan dari perawat yang ada di depan ruangan zerik, venna dan sonya juga ikut masuk


“Maaf pak doctor zerik sedang ada pasien” ujar salah satu perawat itu namun bukan zildan namanya jika dia perduli dengan orang lain saat putrinya terluka


Zildan langsung menerobos masuk..


“Pak” panggil perawat tersebut


“Maaf tapi ini emengency” ujar ruben menarik tangan perawat tersebut


“Tapi pak”


“Jika kamu nekat, maka kamu akan di pecat, dia zildan vanzeen gardana, putrinya sedang terluka jadi jangan macam macam” ancam ruben halus membuat perawat itu terdiam


Zerik yang sedang memberikan larangan pada pasiennya terhadap penyakitnya kini terdiam melihat zildan yang ada di depanya…


“Putriku terluka” ujar zildan tanpa basa basi


“Perawat” panggil zerik


“Ada apa doc”


“Bawa pasien ini keluar dulu” ujar zerik pada perawat


“Bawa miska ke mari” ujar zerik samil menuju ke ruangan pemeriksan yang ada di samping ruanganya


Venna, sonya dan ruben, menunggu di ruangan zerik tanpa masuk ke dalam ruangan pemeriksaan..


“Dia jatuh tanganya lecet dan kepalanya terbentur dengan lantai”


“Bagaimana ini bisa terjadi, bukannya semut saja tidak kamu biarkan menyentuh putrimu bagaimana bisa dia terluka dan jatuh”


Zildan terdiam, diam zildan membuat zerik tau kemana arah pertanyaanya…


“Dita melakukannya”tanya zerik menghembus nafas


Zildan menaikan satu alisnya..


“Bagaimana keadaannya?” tanya zildan


“Lukanya tidak parah, aku akan memberikan obat oles saja, dan kepalanya sedikit memar, selebihnya baik baik saja” ujar zerik yang mereriksa kepala miska yang tidur di bed


“Kamu yakin, tidak ada yang serius dengan kepalanya” tanya zildan lagi


“Aku yakin memar ini akan hilang kamu tidak perlu khawatir berlebihan, lalu sekarang di mana dita” tanya zerik sambil mengelus kepala miska


“Aku tidak tau”


“Hy baby apa ini sakit” tanya zerik pada miska


“Ti-dak om dotol”


“Good girls”


“Papa_” panggil miska memberika tanganya untuk di gendong oleh zildan


“Come Princess” ucap zildan menggendong putrinya


“Setelah ini aku akan tulis resep dan oleskan di luka di tanganya” jelas zerik pada keluarga zildan

__ADS_1


“Miska kami baik baik saja bukan doc” tanya sonya khawatir


“Baby miska baik baik ta”


“Syukurlah” ujar venna menatap miska


“Ruben bantu aku ambilkan obat miska, aku akan tunggu mobil, dan hubungin pak sunan untuk menjemput mereka”


“Baik kak”


“Terima kasih, ucapkan terima kasih pada doctor zerik sayang” ujar zildan


“Terima kasih Om doctorr” ucap miska lembut


“Sama sama baby girls, jangan lari lari nanti kamu jatuh lagi”


“Miska enggak lari, mama dorong miska” ujar miska membuat semua orang terdiam


Zerik yang mendengarnya ikut terdiam…


“Aku pamit”


Kini zildan keluar dari rumah sakit di ikutin oleh sonya dan nevva…


“Princess papa akan ke luar negeri untuk beberapa hari kamu tinggal sama nurse dan oma dulu ya”


“Papa kapan pulang”


“Papa tidak tau pasti princes tapi mungkin akan 2 atau 3 hari”


“Selama tidak ada papa di rumah jangan nakal, princess paham”


“Eum pa” ujar miska lembut


“Kiss me princess”


“Eummch…”


“I love you papa”


“Love you more princess”


Zildan mencium putrinya berulang kali, lalu memberikan miska pada sonya


“Ma aku tidak pulang untuk dua malam ini, aku dan ben ada urusan di luar negeri, aku titip miska ya”


“Baiklah kamu hati hatiya, kamu tidak membawa nak virza” tanya mama saat melihat tidak ada virza bersama zildan


“Tidak ma aku akan pergi dengan ruben”


“Baiklah”


“Aku pamit ya ma, bibi aku titip miska ya” ujar zildan


“Iya kamu hati hati ya nak” ujar sonya memeluk keponakannya


“Jika dita pulang suruh hubungi aku ma”


“Baiklah”


“Ma aku pamit” pamit ruben pada mamanya


“Oma aku pergi”


“Iya hati hati kalian ya”


“Hy baby uncle pamit ya”


“Eum hati hati papa, uncle”

__ADS_1


Setelah melihat keluarganya meninggalkan rumah sakit kini zildan masuk ke dalam mobil menuju bandara bersama dengan ruben..


___


__ADS_2