
“selamat malam ibu Anastasia” sapa ruben
“Malam ruben” sapa Anastasia lembut
“Maaf buk, pak zildan sedikit terlambat ada metting, tapi sekarang sudah dalam perjalanan” ujar ruben lembut
“Tidak masalah, lagi pula saya tidak ada jadwal lain malam ini” ujar Anastasia lirih
“Silahkan duduk ruben” ujar Anastasia lembut
Kini mereka duduk kembali di meja makan beberapa menit kemudian zildan pun sampai di ruangan…
“Maaf atas keterlambatan saya” ucap zildan tersenyum lebar pada Anastasia
“Tidak masalah, aku tau kamu pria yang sibuk” sambung anastasia
“Kamu terlihat semakin cantik dari 2 bulan yang lalu” puji zildan yang melepaskan jasnya
“Kamu berencana mengajak ku kencan” tanya Anastasia membuat tawa zildan pecah seketika
“Lalu kamu akan berencana menolaknya” tanya zildan tersenyum simpul
“Aku tidak ingin dita mengamuk di perusahaanku, dan berakhir di rumah sakit” jawabnya tersenyum
“Aku juga baru saja menata rambut ku, jadi tidak ingin harus kembali ke salon” sambung Anastasia membuat zildan dan ruben tersenyum
“Aku tau itu kamu selalu menolak ku Apapun alasanya, aku tetap di tolak, lalu bagaimana kabar kamu” tanya zildan
“Seperti yang kamu lihat, aku semakin cantik”ucap anastasia bangga
ZIldan tersenyum begitupun dengan ruben..
“Bagaimana papa dan mama sehat, terakhir aku jumpa saat di paris” ujar zildan
“Sehat, mereka akan pulang akhir tahun ini” ujar Anastasia
“Ada apa ini kamu terlihat beda” tanya Anastasia lirih
“Tidak ada yang beda”
“Ini bukan pertemuan bisnis jadi kamu bisa cerita sama aku” ujar Anastasia lirih sambil tersenyum lebar
Zildan juga ikut tersenyum…
Kedekatan zildan dan Anastasia sudah tidak perlu di ragukan lagi, meskipun usia anastasian terbilang lebih muda dari zildan, zildan juga sudah menganggap Anastasia sebagai teman sekaligus patner kerja,,,
Anastasia wanita cantik dan dewasa membuat siapa yang melihatnya ingin memilikinya, bukan hanya kecerdasannya namun juga sikap dan gayanya yang elegan dan juga sederhana, bukan hanya di kalangan pria Anastasia juga banyak di minatai di kalangan wanita…
Wanita yang sukses di umur yang terbilang muda dan juga sudah mempu berdiri di atas perusahaan yang tingginya 32 lantai sopan dan juga ramah pada semua karyawannya, Anastasia di sebut roal model…
Tubuhnya yang bagus dan wajahnya yang cantik tidak heran banyak orang menginginkannya, bahkan dulu zildan dan
Anastasia di jodoh jodohkan oleh beberapa pembisnis, karna melihat ke suksesan meraka dan juga ke cerdasaan keduanya, tapi sayang dengan cepat Anastasia menepis isu tersebut…
Seorang zildan saja tidak di terima oleh Anastasia apalagi mereka yang hanya bermodal menyukai Anastasia lewat majalah, itulah beberapa fikiran para pengemar Anastasia…
Sambil makan malam mereka bercerita banyak hal, namun sayang bisnis tidak luput dari perbicaraan mereka…
__ADS_1
🌿🌿🌿
Zahira menatap layar ponselnya, alisnya terangkat seolah itu masalah besar..
Hufffff..... zahira menghela nafas beratnya
“Ada masalah” tanya ferlic
Zahira memperlihatkan ponselnya pada ferlic membuat ferlic juga tersenyum masam
“Kamu akan dalam masalah besar baby”ujar ferlic sambil meminum coffe
“Sepertinya begitu”
“Tenang saja aku selalu bersama kamu” ucap ferlic lirih
Zahira memakan cake yang ada di depannya...
ponsel ferlic bergetar, dirinya tersenyum lebar pada zahira, senyuman menjengkellkan
“Aku harus pergi baby” ujar ferlic memperlihatkan seoarang perempuan sexy menjemputnya
“Hati hati” ucap zahira yang tau kemana ferlic akan pergi meskipun ferlic tidak mengatakan apapun namun zahira tau kemana tujuan mereka
” Aku akan menghubungimu nanti ” sambung ferlic
pria blasteran itu pergi merangkul wanita sexy itu dan mobil mereka melaju dengan cepat
“Sepertinya mereka sudah tidak sabaran ingin melakukannya” ujar zahira
“Om aku merindukanmu” ucap zahira lirih
“Aku akan segera menemukanmu ” sambung zahira
🌿🌿🌿
“Kamu kenal zahira yusuf” tanya zilda di selah sela
“Zahira yusuf”
“Dia pernah bekerja di perusahaan kamu”
“Tidak, kenapa”
“Tidak ada yang istimewah, hanya saja saat ini dia bekerja menjabat sebagai secetary aku”
“Secretary”
“Iya”
“Kamu bukan tipe memperkerja orang yang tidak jelas bukan”tanya Anastasia
“Aku lihat profil dia pernah bekerja di perusahaan kamu”
“Aku tidak kenal. Nanti akan ku bantu cari tau” sambung anastasia
“Terima kasih”
__ADS_1
“Tidak ada yang gratis di dunia,Traktik aku es crim” ujar Anastasia menatap zildan lalu beralih ke ruben
“Kamu banyak uang beli sendiri” ucap zildan sinis
“Waaaaw ….Kamu sangat pelit, bukannya uang pak zildan vanzeen tidak akan habis hanya dengan satu es crim” ujar Anastasia menatap zildan tajam membuat ruben dan zildan tertawa
“Lihat lah boos kamu sangat pelit, apa dia juga pelit padamu” keluh Anastasia
“Sedikit” ujar ruben membuat senyum Anastasia tersenyum lebar dan ruben mendapatkan tatapan tajam dari zildan
“Baiklah baiklah akan aku belikan, kau bahagia, dan kamu ruben juga ingin es crim” ujar zildan pasrah
Tawa anastasia pecah saat melihat tatapan tajam zildan pada ruben…
“Berhenti menatapnya seperti itu, kamu seolah akan memakanya” ujar Anastasia lirih
“Kamu ruben, sudah kubilang bukan panggil aku kakak saja lagi pula umur kita tidak beda jauh..apaaku terlihat sangat tua” ujar Anastasia sambil memimun minumannya “Ápa aku terlihat tua” tanya Anastasia pada zildan
“Benar kata Anastasia lebih baik kamu memanggil dia kakak ruben, jangan sampai karna panggilan kamu Anastasia harus ke doctor kecantikan seminggu 5 kali” ujar zildan tawa lirih
Tawa mereka pecah mendengar ucapan zildan namun di akhir anastasia menatap zildan tajam meskipun masih tersenyum
“Kamu bercanda” tanya Anastasia tajam
“Apa aku salah”
“Kamu ingin aku bunuh”
“Maaf maaf, aku tau kamu tetap cantik tanpa harus menghabiskan waktu di doctor kecantikan”sambung zildan
Tawa di ruangan tersebut terdengar garing ke luar… mereka menghabiskan waktu makan malam dengan canda…
“Terima kasih untuk traktirannya zildan” ujar Anastasia memberi senyuman terbaiknya
“Terima kasih juga waktunya Anastasia”
“Aku permisi sampai jumpa di metting minggu depan, aku duluan” ujar anastasia
“Baik lah, hati hati”
Anastasia menaiki mobilnya, meninggalkan zildan dan ruben, kedua mata itu tertuju pada mobil yang melaju meninggalkan hotel mewah..
“Kakak Anastasia benar benar cantik” ujar ruben
“Jangan berani mencintainya dua sudah bertunangan” ujar zildan tersenyum simpul sambil berjalan memasuki mobilnya yang sudah tiba
“Bukan begitu kak” ujar ruben cepat menyusul zildan
Ruben duduk di kursi kemudi dan melihat zildan masih tersenyum…
“Kak aku hanya bilang cantik, aku tidak tertarik” ujar ruben cepat
“Aku tau bukan hanya cantik Anastasia juga sangat cerdas dan dermawan, putri putri Robert memang sangat cantik dan juga cerdas”
“Kak Anastasia punya adik perempuan, apa dia juga cantik, atau lebih cantik” tanya ruben penasaran
🌿🌿🌿
__ADS_1