Secret Love To Om Zildan

Secret Love To Om Zildan
SCOM - E09


__ADS_3

“Dia sangat berbeda dengan Anastasia dia lebih memilih seni dari pada bisnis, kerjanya hanya menghabiskan uang, tapi itu saat di sekolah menengan sekarang aku tidak tau, setau ku dia di amerika melanjutkan studynya, tapi dia juga sangat cantik keduanya memiliki kecantik yang berbeda dengan Anastasia” jelas Anastasia


“Siapa namanya” tanya ruben


“Viralic Robert” ujar zildan lirih


“Berapa umurnya”


“Saat itu dia masih berumur 16 tahun, mungkin sekarang sudah 22 atau lebih, kami tidak pernah bertemu lagi, dia menghabiskan waktunya di amerika, Aku yakin dia akan tinggal disana untuk selamanya” ujar zildan lagi


“Kakak tau nama akun sosialnya”


“Kenapa kamu tanya, kamu ingin menjadi menantu robert” tanya zildan datar


“Tidak aku mana berani”jawab ruben cepat, jika zildan saja tidak bisa menjadi menantu robert apalagi dirinya yang kurang dalam satiap hal


“Lalu kenapa kamu ingin tau”


Ruben terdiam, kini dirinya hanya focus pada jalan di depannya


“Aku akan meledikinya” ujar ruben lirih


“Aku dengar” ujar zildan datar


“Kamu tidak akan mendapat informasi tentang putri Robert… Robert sangat privasi tentang putrinya, terlebih dia sangat menyayangi putrinya, apalagi putri sulungnya itu tidak tertarik pada bisnis


Robert pasti tidak akan membiarkan wajah putrinya terespor” jelas zildan


“Kenapa”


“Alasanya satu, karna tidak ingin putri putrinya celaka akibat pembisnis yang berniat buruk, karena dulu Anastasia sempat di culik sangat kecil” jelas zildan mengingat bagaimana kekhawatiranya


Robert dan istrinya saat Anastasia di culik oleh pembisnis yang di tolak oleh perusahaan danicor


“Masuk akal, jadi kakak tidak mengenalnya” tanya ruben


“Siapa”


“Viralic Robert”


“Aku kenal, tapi tidak terlalu ingat wajahnya karna sudah lama, mungkin sudah hampir 6 tahun sejak pertemuan kami di paris” ujar zildan lirih


Zildan mengingat kembali bayangan vira kecil yang begitu pendiam dan cantik, saat dia menyapa zildan dengan ramah…


🌿🌿🌿


“morning bu vina” sapa zahira lembut dan penuh semangat


“Morning, ada apa kamu terlihat sangat semangat pagi ini” tanya vina melihat zahira yang penuh semangat


“Tidak ada” ujar zahira penuh senyum


“Kamu sangat aneh” ucap vina yang keluar dari lift di ikuti zahira


Mereka menghabiskan waktu dengan berkas berkas penting yang harus di selesaikan, zahira sudah mahir dan terbiasa dengan perkerjaannya…


Zahira melihat jam sudah memasuki jam makan siang, dia dan vina berencana untuk makan siang, namun sayang niat mereka harus di undur..


Seseorang wanita cantik datang di depan meja mereka…


“Mana zildan” tanya wanita itu dingin


“Vina bangun, melihat itu zahira juga ikut bangun…


“Maaf buk, pak zildan sedang tidak di kantor, ada metting dengan beberapa klien penting di luar negeri” ujar vina lembut


“Hah” wanita itu menghela nafas kesal


Dita menatap tajam zahira yang tentunduk tanpa berani menoleh ke atas

__ADS_1


“Siapa wanita ini” tanya dita


“Pengganti saya buk, kebetulan saya akan ambil cuti melahirkan” ujar vina


“Awas saja jika kamu macam macam” ancam dita lalu pergi meninggalkan zahira dan vina


Zahira tertunduk lemas saat melihat tatapan memetikan dari dita…


“Bu kaki saya lemas”


“Wanita itu istri pak zildan, Dita Diana Gardana, kamu harus ingat jangan pernah melanggar poin yang aku berikan kamu paham, jika tidak kamu bisa habis sama ibu dita” jelas vina


“Baik bu”


“Udah jangan terlalu di pikirin yak kita makan siang” ajak vina sambil tersenyum


Zahira masih terkejut dengan ancaman dita, mengikuti vina dengan lesu..


“Bu apa buk dita memang selalu seperti itu”


“Kamu masih khawatir” tanya vina lirih


“Sedikit”


“Kamu tidak perlu khawatir berlebihan, selama ada pak zildan kamu aman, ingat lakukan apa yang di perintahkan pak zildan, selebihnya abaikan perintah siapa pun selain pak zildan”


“Bahkan jika kamu di suruh sama bu dita sekalipun jangan turuti, karna jika kamu turuti kamu tidak akan di bela oleh pak zildan saat kamu dalam masalah”


“Maksudnya” tanya zahira penasaran


“Dulu saat aku baru beberapa bulan bekerja dengan pak zildan, ibu dita datang ke perusahaan aku di suruh belikan makanan oleh bu dita, aku pergi padahal pak zildan sudah melarangnya, pak zildan menyuruku untuk kembali bekerja, tapi karna teriakan dan ancama buk dita aku takut jadi aku pergi” jelas vina


“Saat aku pulang membawa pesanan bu dita makanan itu di lempar ke arah aku” jelas vina


Flashback on


“Tunggu” ujar dita


Dita mengambil makanan yang di berikan oleh vina dan melemparkanya ke arah vina


“Auwhh” vina berteriak keras saat tubuhnya di sirami dengan makanan panas


“Kamu tuli aku tidak pesan ini” ujar dita berteriak keras


“Vina dengan cepat mudur dua langkah dan memegang tubuhnya yang ke panasan bagaimana tidak dita memesan makanan berkuah sontak saja baju vina yang tidak tebal itu merasakan panasnya makanan yang di lempar dita..


Melihat perbuatan dita zildan menyuruh vina keluar…


“Vina keluar”


“Dia harus tanggung jawab aku tidak pesan ini” teriak dita


“Kamu juga keluar, tunggu aku di bawah” ujar zildan dingin


Dita dengan kesal mengambil tasnya dan meninggalkan vina..


“Ini uang belikan baju untuk kamu, lain kali jangan lakukan jika aku tidak menyuruhnya” ujar zildan melihat dada dan leher vina yang memerah akibat panasnya makanan itu


Vina tertunduk lemas di tempatnya berdiri… bukan hanya tubuhnya hatinya juga sangat sakit atas apa yang di lakukan dita, dirinya berjanji tidak akan melakukan apa yang tidak di perintahkan oleh bosnya..


2 bulan kemudian….


Dita kembali datang ke ruangan zildan kali ini dita menyuruh vina untuk membelikannya coffee yang ada di dekat perusahaan mereka..


Vina hanya terdiam dirinya tidak menjawab atau pun menolak ucapan dita, vina hanya menatap zildan..


Zildan hanya menatap datar vina…


“Kamu tidak dengan apa yang aku suruh” ujar dita kesal

__ADS_1


“Maaf buk, saya tidak berani keluar tanpa izin pak zildan” ujar vina tanpa berani menatap dita


Mendengar ucapan vina zildan menatap vina..


“Vina kembali ke meja kamu, sebelum makan siang laporan untuk metting nanti siang harus selesai” ujar zildan datar


Vina sangat bahagia, dirinya ingin meninggalkan ruangan, namun sayang tangan dita dengan cepat memegang lengan vina dan mendorongnya ke lantai


“Awwhh” vina kembali berteriak ke sakitan


Kali ini zildan tidak tinggal diam saat melihat vina di dorong oleh dita


“Kamu sudah gila” teriak zildan keras membuat dita dan vina terkejut


Zildan berjalan ke arah vina dan membantu vina bangun..


“Dita ku ingatkan sekali lagi jangan sakitin bawahan aku jika kamu berani melakukan nya sekali lagi, aku akan pastikan kamu tidak bisa masuk lagi ke perusahaan ini, dia bekerja untukku bukan untuk mu jadi tetap di posisimu” ancam zildan murka


“Vina kamu terluka” tanya zildan


“Tidak pak”


“Kembali ke mejamu” perintah zildan


“Permisi pak bu” ujar vina lirih


Vina meninggalkan zildan dan dita….


Dita menatap tajam vina saat keluar dari ruangan zildan…


Vina bangun dari duduknya saat zildan keluar dari ruanganya..


“Berkasnya sudah selesai” tanya zildan


“Sudah pak” ujar vina menyerahkan berkas tersebut pada zildan


“Baiklah, kamu bisa pulang, ini uang untuk berobat” ujar zildan dan memberikan vina beberapa uang cash


“Tidak perlu pak saya baik baik saja”


“Ambil ini dan istirahatlah”


Vina mengambil uang itu…


“Terima kasih pak” ujar vina


“kedepanya kamu tidak perlu mengikuti apa yang di suruh oleh dita” ujar zildan


“baik pak”


zildan meninggalkan vina, vina sangat bahagia zildan membelanya..


flashback off


Zahira terdiam tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, bahkan kini otak zahira tidak bisa berfikir…


“Bagaimana bisa ada wanita sekejam itu di dunia ini” tanya zahira lirih


Mendengar itu vina tersenyum lirih…


“Kamu masih muda, ingat zahira dunia ini sangat kejam untuk kita yang berkehidupan di dunia biisnis” ujar vina menepuk pundak zahira


“Apa aku akan sanggup berada disisi pria ini” tanya zahira lagi


“Kamu akan sanggup”


“Ah.. Maaf buk” ujar zahira sadar menyebut pria ini


“Tidak usah di pikirkan jalanin aja lagi pula kamu tidak akan terluka jika kamu bisa mengikuti ucapan pak zildan” sambung vina

__ADS_1


__ADS_2