Secret Love To Om Zildan

Secret Love To Om Zildan
SLOZ - E03


__ADS_3

“Pak zildan” panggil zahira terkejut saat melihat zildan ada di depannya saat ini


“Kamu bisa lebih hati hati, bagaimana jika saya terluka” Tanya zildan sambil bangun dan membantu zahira


Saat ini pikiran zahira sedang kacau, jika sampai zack menemukannya ini bisa gawat, dan jika zack juga menemukanya dengan zildan bisa bisa zildan berfikir yang bukan bukan tertangnya, pikiran zahira kacau terlebih lagi saat melihat zack sedang berhenti di persimpangan


(Maaf pak ini terlalu beresiko untuk masa depanku) batin zahira melihat zack, lalu beralih ke arah zildan yang membenarkan jasnya


Tanpa berfikir panjang zahira langsung menarik tangan zildan untuk lari bersamanya


Zildan yang tangannya di tarik, juga ikut berlarian bersama zahira


“Zahira apa yang kamu lakukan” Tanya zildan heran


“Bapak jangan banyak bicara ini menyangkut masa depan saya” ujar zahira terus mengengan tangan zildan erat sambil berlari menjauh dari zack


“Ada apa ini zahira, kamu berani dengan saya” Tanya zildan saat zahira berhenti untuk melihat tempat yang bisa untuk bersembunyi


“Mari pak” ajak zahira lagi namun zildan tidak ingin ikut lagi


“Kenapa saya harus ikut kamu” Tanya zildan kesal dengan nafas yang terengah akibat lari begitupun dengan zahira


(bagaimana ini, jika aku meninggalkan pak


zildan di sini, nanti zack akan menemukan ku jelas saja pak zildan akan memberitahukan zack, ini tidak boleh terjadi) batin zahira melihat zildan


“Ada preman jahat pak” jelas zahira berbohong


“Mana orang preman jahatnya”tanya zildan dan melihat ke arah belakang


“Disana” jawab zahira lalu menunjukan ke arah yang baru saja di lewatinya

__ADS_1


“Ya sudah ayo ke kantor polisi jika itu oang jahat, ngapain saya harus sembunyi” ucap zildan santai


“Tidak pak”jawab zahira cepat


“Kenapa tidak”


“Pokoknya tidak mari pak lari, ini bahaya kita bisa mati ” ujar zahira lagi dan menarik tangan zildan agar ikut lari bersamanya


Hingga akhirnya zahira menemukan sudut yang gelap di selah selah rumah dan juga tempat jual cake


“Kita sembunyi di sini dulu” ujar zahira menarik zildan hingga ke tembok yang sempit itu Dengan tangan zildan yang masih di gengam erat oleh zahira


Zahira melihat keluar untuk mengetahui keberadaan zack, lalu zahira tidak sengaja menetap mata coklat pekat milik zildan, kedua mata itu bertemu meskipun sedikit sakit kepala zahira karna harus menatap zildan yang terbilang tinggi, entah mengapa saat ini zildan menjadi titik focus zahira tidak sedikitpun zahira ingin berpaling dari wajah dingin milik zildan


Merasa cangguh akhirnya zildan mengalihkan pandangannya dari zahira dan menatap ke arah samping kirinya begitupun dengan zahira namun saat zildan mengalihkan pandanganya ke arah kanan zahira langsung memegang wajah zildan dengan kedua tanganya zahira, melihat tindakan zahira membuat zildan curiga pada zahira


“Apa kamu menyembunyikan sesuatu zahira” tanya zildan dingin menatap tajam mata zahira


“Lalu kenap__” ucapan zildan terhenti akibat jari telunjuk zahira yang kini menempel di bibir zildan


Zildan kembali ingin menoleh ke sisi kanan namun zahira langsung mencium bibir tebal milik zildan, merasakan bibir keduanya bertemu membuat zildan terkejut...


Ciuman yang tidak ada ******* maupun hisapan lembut hanya sekedar bibir mungil milik zahira bertemu dengan bibir tebal milik zildan, sangatlah lama berlangsung ciuman itu, hingga zahira akhirnya melepaskan ciuman itu dan melihat keberadaan zack sudah tidak ada lagi di dekatnya


zahira mungkin telah kehilangan akal sehatnya, atas apa yang di lakukannya saat ini...


Tidak dengan zildan, matanya menatap tajam ke arah zahira, melihat dan menyadari apa yang sudah di lakukan pada bosnya itu membuat zahira khawatir dan gugup


(Sepertinya aku akan mati malam ini, bagaimana bisa kamu menciumnya zahira) batin zahira tanpa berani menatap wajah zildan


“Maaf pak, saja tidak berniat untuk melakukan itu semua saya hanya terkejut, iya terkejut” ujar zahira tanpa berani menatap zildan

__ADS_1


“Saya benar benar minta maaf pak” ujar zahira lalu keduanya kembali terdiam


Tidak ada jawaban dari zildan hingga tiba tiba bunyi ponsel zildan membuat keduanya menoleh ke arah suara itu


Zildan mengambil ponselnya dari dalam kemejanya dan menjawab


“Baik aku kesana” ujar zildan membuat zahira menatap wajah pria tampan dan dewasa itu


Zildan lalu menatap zahira yang menatapnya membuat zahira langsung memalingkan pandangannya ke bawah


Zildan lalu pergi meninggalkan zahira membuat zahira menghembus nafas lega melihat ke pergian zildan


“Untung aja, jika tidak aku bisa mati melihat tatapnya saja sudah membuat aku merinding” ujar zahira lalu pergi meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanan pulangnya


Saat di mobil zildan memegang bibirnya sambil tersenyum mengingat ciuman dirinya dan juga zahira


(Sudah sangat lama aku tidak merasakan, ciuman yang hangat dan sangat manis, aku tidak berfikir jika wanita kecil itu bisa membuatku kembali merasakan hangat ciuman dan bibirnya yang lembut, entah mengapa aku ingin terus menciumnya) batin zildan tersenyum lebar tanpa sadar membuat supirnya terheran heran


(Entah sejak kapan tapi, mulai sekarang zahira kamu akan menjadi titik focusku) batin zildan lagi


“Apa hari ini terjadi sesuatu yang membahagiankan nak zildan?” tanya pak manun


“Apa terlihat sangat jelas pak” tanya zildan pada pak manum


“Sangat jelas, nak zildan tidak pernah tersenyum selebar ini, jujur saya ikut senang nak” ujar pak manun melihat zildan dari kaca spion


“Kita tidak pulang dulu pak, saya harus singgah di restorant yang ada di persimpangan jalan”


“Baik nak zildan”


“Zahira yusuf”sebut zildan lirih

__ADS_1


__ADS_2