
Ketika malam tiba, suasana di luar rumah Karina terdengar heboh, beberapa suara pria dan wanita dewasa terdengar berbicara dengan nada se olah perdebatan tengah terjadi di antara mereka.
Karina hanya acuh tak acuh di dalam, ia terlalu malas untuk ikut campur pada hal hal yang tidak ada kaitan nya sama sekali dengan nya, toh sekalipun Karina di libatkan dan melakukan pembelaan pun, rasanya percuma. Mereka akan tetap menuduh nya yang tidak tidak.
" Darma ketahuan lagi mundar mandir di depan rumah nya si Karina bu, makanya aku susulin dia kesini, dia pasti mau nyamperin itu si janda gatel. makanya, sengaja nyuruh aku tidur cepet cepet " ucap se orang wanita muda sambil menunjuk nunjuk pria muda yang ada di hadapan nya ini yang di ketahui nama nya Darma, suaminya.
" mana ada aku mau nyamperin Karina, kamu tuh cuma salah faham, lagian kamu dapet berita itu darimana hah? Aku tuh cuma kebetulan lewat aja habis dari warung, kamu jangan terus terusan nuduh Karina yang enggak enggak, dia tuh gak tau apa apa. Kesan nya malah kamu fitnah dia Sri " ucap si pria bernama Darma
" alah, jangan banyak alesan kamu, inget ya Mas, kita ini baru sebulan menikah, masa kamu udah mau jadiin aku janda cuma gara gara janda? Gila ya kamu ..!!"
" udah udah Sri, malu di lihatin tetangga, Darma cepet bawa istri kamu pulang " ucap si wanita paruh baya yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka
" gak bisa gitu dong bu, aku mau masalah ini selesai sekarang juga. Aku tuh bingung ya sama kalian semua warga disini, kenapa sih kalian masih aja tetep mau nerima tuh janda tinggal disini, meresahkan banget tau nggak, coba kalian bayangin kalau se andai nya suami suami kalian yang di goda sama tuh janda, gimana perasaan kalian sebagai wanita, mikir dong..! Apa kalian mau suami suami kalian di rebut sama tuh janda gatel?"
" Sri...!! Sudah cukup..!! Kamu jangan pernah hasut orang lain buat ikut ikutan membenci Karina. Dia gak salah apa apa " jawab si pria bernama Darma
Tidit..tidit...
Tiba tiba, suara klakson sebuah mobil mewah menghentikan perdebatan mereka. Seorang pria muda nan gagah turun dari mobil mewah tersebut dengan membawa sebuah buket bunga mawar merah yang cantik ditangan nya.
Semua mata tertuju pada nya. Sementara orang yang turun dari mobil tersebut hanya melirik sekilas ke arah mereka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dia berjalan dengan santai nya kemudian membuka pagar dan masuk kedalam.
Ting nong...!!
Si pria nampak menekan bel pintu rumah, disusul dengan di buka nya pintu rumah tersebut dari dalam. Si wanita keluar dengan anggun nya
Semua tatap mata masih mengintai mereka dari luar pagar rumah.
__ADS_1
" presdir Nathan..? Silahkan duduk dulu pak " ucap nya sambil mempersilahkan Nathan untuk duduk di kursi teras.
" tidak perlu..! Siapa orang orang di luar itu?" Tanya Nathan sambil melirik orang orang yang masih setia berkerumun di depan rumah Karina.
" emmh. Mereka tetangga saya pak !"
" jika sedang di luar kantor, panggil saya Nathan, untuk apa mereka berdiri di sana malam malam, sedang ada demo??"
" bukan pak, eh.. emh Nath.. mereka sepertinya sedang ada kesalah fahaman, itu sudah biasa. Tapi, maaf, boleh nggak saya minta tolong?!"
" kenapa? Jangan berbicara terlalu formal "
" oke, nanti aku jelaskan, kita pergi sekarang?"
Tanpa menjawab Nathan kemudian berjalan terlebih dahulu, usai melihat Karina mengunci pintu depan rumah nya, dan segera mensejajarkan langkah nya dengan Nathan, mereka pun berjalan ber iringan.
" heh Karina, hebat ya lo sekarang, udah berani bawa cowok ke rumah? Udah mulai terang terangan sekarang ya, bagus, perlihatkan kebusukan lo di depan semua orang biar mereka pada tau kelakuan lo yang sebenarnya di luar kaya apa " ucap Sri dengan emosi
" apa? Lo nanya gue siapa? Lo gak tau gue siapa hah? Gue Sri, Sri Andini, istrinya Mas Darma, suami gue yang udah lo goda godain, lo genit genitin biar suka sama lo, biar ngejar ngejar lo, biar nambah banyak penggemar lo, iya kan??"
" apa?? Penggemar?? Maaf mba nya, saya bukan artis yang perlu banyak penggemar. Dan lagi, sejak kapan saya goda godain suami situ? Kenal aja enggak. Mba lihat ini.. ( ucap Karina sambil menatap Nathan di hadapan semua orang ) ini adalah pacar saya, calon suami saya, dan mba lihat? Dari segi mana pun, calon suami saya ini lebih jauh level nya dibanding suami mba, jadi untuk apa saya ngejar ngejar yang lain kalau di hadapan saya saja sudah ada pria yang se sempurna ini. Tampan, mapan, kaya raya, punya bisnis dimana mana, sementara suami mba? Sekalipun saya godain pria satu kampung ini? Saya bisa dapet apa?? Tolong lain kali jangan pernah lagi bikin keributan di depan rumah saya, dan jangan pernah lagi gosipin saya yang enggak enggak, mengerti?!"
Tanpa harus Nathan ikut bicara,Ucapan Karina barusan benar benar membuat semua orang yang ada disana terdiam, harus mereka akui, bahwa pria yang saat ini bersama Karina ini terlihat gagah dan tampan, juga masih muda. Jika di lihat dari mobil yang dipakai nya saja, sudah kelihatan bahwa orang tersebut bukan lah pria biasa dari kalangan menengah ke bawah, melainkan pria kaya dengan usaha yang menjamur dimana mana. perlahan satu persatu dia antara mereka pun pergi dengan sendirinya, sementara Darma ibu nya juga Sri istrinya masih saja berdebat.
" sudah puas kamu sekarang hah? Puas kamu mempermalukan suami kamu sendiri di hadapan orang banyak? Kamu bener bener kelewatan ya Sri " ucap Darma kemudian berlalu meninggalkan Sri dan juga Ibu nya.
" Mas, kamu ko malah nyalahin aku sih, jelas jelas ini tuh salah kamu " teriak Sri sambil melihat sang suami yang sudah pergi dari hadapan nya tanpa mau mendengarkan ucapan nya lagi.
" sudah Sri, ayo kita pulang, sudah cukup, kamu tuh terlalu banyak curiga !" Ucap sang Ibu mertua sambil memapah menantu nya itu untuk pergi dari sana, hingga bayangan sri juga ibu nya itu tak terlihat lagi, Nathan juga Karina masih berdiam di tempat mereka berdiri sejak tadi.
Karina melepaskan genggaman tangan nya pada Nathan.
__ADS_1
" apa maksud nya tadi?!" Tanya Nathan datar
" maaf ya, aku bener bener minta maaf, tadi kan aku bilang, aku minta tolong, ya itu tadi permintaan aku. Dan makasih juga, berkat ada kamu, mereka tadi percaya gitu aja sama ucapan aku,"
" lain kali, jangan seperti ini lagi, mengambing hitamkan orang lain untuk menyelesaikan masalah pribadi itu tidak baik "
" iya iya, aku minta maaf, toh sekarang juga mereka udah pergi, dan semoga aja kedepan nya nggak akan ada lagi kejadian seperti ini "
" ayo jalan ..!" Ucap Nathan dingin. Mereka kemudian masuk kedalam mobil Yang sudah sejak tadi terparkir manis menunggu perintah jalan dari tuan nya.
----
Diperjalanan.
" boleh saya tau, kali ini kita akan pergi kemana?!" Tanya Karin penasaran
" se orang teman mengundang ku untuk menghadiri acara anniversary pernikahan mereka. Nanti kamu jangan berbicara terlalu formal padaku, berbicara lah hanya jika di perlukan. Dan ingat satu hal, disana peranmu adalah sebagai pasangan ku. Jadi jangan bertingkah yang aneh aneh, "
" heh, tadi aja bilangnya jangan mengambing hitam kan orang lain dalam masalah pribadi, eh tau nya apa? Sekarang malah elu yang mengambing hitamkan gue dalam masalah pribadi lu dasar bos kurang asem lu !" Gerutu karin dalam hati
Mengetahui tak ada respon apapun dari wanita yang saat ini duduk di samping nya, membuat Nathan cukup penasaran.
" Ada yang ingin kamu tanyakan..?!"
" eh__ eummh...enggak ko' aku ngerti, iyah.. ngerti aku .." ucap Karina gugup, karena ia ketahuan sedang melamun dari tadi.
" ini bunga buat kamu, dan nanti bawa bunga ini sampai acara nya selesai, aku rasa aku tak perlu lagi menjelaskan alasan di balik buket bunga mawar yang ada di tangan kamu itu "
" iya. Iya. Aku ngerti ko "
" bagus..!"
__ADS_1