Sejuta Pesona Si Janda Muda

Sejuta Pesona Si Janda Muda
Semoga cepet sembuh Nathan


__ADS_3

Dan setelah selama satu setengah jam lamanya aku berkutat di dapur. di mulai dari menata semua barang belanjaan, memotong sayuran, mengolah semua bahan makanan, menyiapkan jus dan soup manis juga puding sebagai dessert. akhirnya, taraaaa.... semuanya sudah jadi dan saat nya ku panggil Nathan untuk segera menikmati makan siang nya.



Tok.. tok... tok.... suara pintu di ketuk


" Nathan.... makan siang sudah siap " teriak ku dengan keras


Tok... tok... tok.... kembali ku ketuk pintu ber ulang kali. Namun Nathan masih saja tak membuka pintu nya.


Derrrt...derrrt getar ponsel di saku rok span hitam selututku terasa bergetar. Aku memang sengaja tak membiarkan ponsel berada jauh dari jangkauan ku saat bekerja, takutnya ada panggilan darurat saat itu dan aku tak mendengar nya. Contoh nya seperti sekarang ini, ternyata Nathan yang menelfonku ' aneh' gumam ku sambil menatap layar ponsel yang terlihat masih menyala 'orang kita tinggal se atap gini ko pake nelfon segala' aku kemudian menggulir tombol hijau di layar tersebut


" Hallo.. Nath, kenapa?!"


" buka aja pintunya Rin, aku nggak kuat bangun " jawab Nathan di sebrang telfon, lalu kemudian Tutt.. sambungan terputus.


Dengan segera aku pun masuk kedalam, dan benar saja, ku lihat Nathan sedang terbaring lemah di atas kasur.


saat aku mendekat, pakaian nya yang tadi sudah berganti, kaos polos berwarna putih dipadukan dengan celana bahan hitam pendek selutut memang sangat cocok dia kenakan. Ehh.. ko ko fokus ku malah kesitu sih, eling Rin, eling... gumam ku dalam hati.


" Nath, kamu kenapa? " tanya ku, sambil mendekati Nathan


" aku nggak papa ko, kamu tolong bawa makan siang nya kesini yah " ucap nya parau


" iya, tunggu bentar " ucap ku sambil dengan segera melangkah keluar.


---


" kamu kuat bangun gak?!" Tanya ku dengan nampan berisi makanan di tangan ku.


" bisa ko' jawab Nathan sambil menyandarkan badan nya di kepala ranjang dengan bantal yang jadi sandaran agar dia bisa duduk dengan nyaman


" mau aku suapi?!" Tanya ku saat melihat keadaan Nathan yang benar benar seperti sedang menahan kesakitan. ku fikir ini bukanlah sesuatu yang aneh, merawat orang sakit memang tidak boleh setengah setengah, ya kan?


Nathan tak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya lemah,tanda menyanggupi tawaran ku barusan.

__ADS_1


Satu suapan Nathan terima hingga suapan suapan berikut nya tanpa ada protes atau suara apapun. Setelah makanan dipiring habis, aku kemudian menyerahkan segelas air ke tangan nya.


" Nath, sebenernya kamu sakit apa sih? Apa kita nggak ke dokter aja. Sakit kamu kaya nya makin parah deh " tanya ku saat Nathan mengembalikan gelas bekas ia minum ke tangan ku.


" aku nggak papa Rin, cuma butuh istirahat aja ko "


" masih perlu minum obat yang tadi nggak? Kebetulan tadi saat turun aku bawa, jaga jaga aja, takut nya kamu kenapa napa "


Lagi lagi Nathan hanya menganggukan kepalanya lemah sambil memejamkan matanya seperti menahan ringisan menahan sakit. Aku benar benar penasaran, sebenarnya dia ini sakit apa, kenapa sampai separah ini. Sekilas memang gak ada yang aneh dalam dirinya, fisik nya terlihat sehat, dan pola hidup nya juga terjaga. Kalau tidak ada cacat fisik dari luar, kemungkinan penyakit dalam yang ia derita. Tapi apa? Entahlah, walau kadang sifat nya rese dan arogan, tapi kadang, dia baik juga ko.' dan yang paling penting dia ini tipe pria yang sangat menghargai wanita. Terbukti kan, dari saat ini juga, kalau pria tipe buaya darat dikasih kesempatan berduaan gini dalam satu kamar, mungkin udah ngelakuin hal yang macem macem dari tadi. Tapi nyatanya tidak dengan Nathan.


aku cukup salut dengan sifat pria yang satu ini, tegas, rese, arogan tak terbantahkan, tapi masih tau batasan dari segi aturan mana pun. Dia bisa memposisikan dirinya dimanapun dia berada. Kadang jadi bos, kadang jadi teman, kadang juga jadi pacar boongan, emang manusia punya sifat yang kadang kadang itu beneran nyata, dan ini lah salah satu bukti nyata nya.


Usai meminum habis semua kaplet obat yang berupa rupa warna nya itu, Nathan kembali lemas dan berkeringat.


Melihat kondisi nya yang seperti ini, aku jadi kasihan melihat dia, mana disini dia cuma tinggal sendiri lagi.


" Nath ...." ucap ku pelan


" hemmh "jawab nya lemah dengan mata yang terpejam


" orang tua kamu, apa perlu aku kasih tau, kalau kamu lagi sakit disini ?"


" tapi, liat kamu kaya gini, nanti siapa yang bakal ngurusin kamu kalau aku pulang, kalau kamu butuh apa apa gimana? Atau kalau enggak, kita ke rumah sakit aja yuk, kalo disana kan perawatan nya lebih intensif juga, se enggak nya, ada yang jaga in kamu kalo ada apa apa "


" kan ada kamu "


" ya tapi kan, aku harus pulang "


" kenapa nggak disini aja? Aku janji ko nggak bakalan ngapa ngapain kamu, kita pisah kamar juga kan "


" iya, tapi tetep aja, aku nggak enak "


" nggak enak sama siapa? Disini nggak akan ada tetangga julid yang bakal perhatiin dan gosipin kita, semuanya sibuk dengan kehidupan masing masing Rin "


Aku terdiam sesaat.

__ADS_1


" tunggu sampai kondisi kamu pulih yah, mudah mudahan gak sampai jam lima nanti, kondisi kamu udah baikan setelah minum obat ini "


Nathan hanya diam setelah menatap ku sekilas.


" apa nggak ada orang lain selain aku yang bisa nemenin kamu disini?!"


" nggak ada " jawab Nathan datar


" emh.. emang kamu nggak ada sodara lagi, selain orang tua kamu yang lagi ke luar negri?"


" ada. Tapi dia gak disini "


" oh.... kalau Andre si genit gimana? Kamu suruh aja dia buat nemenin kamu disini "


" Andre nggak ada Rin "


" loh, kemana emang nya? Bukan nya minggu lalu dia masih ada disini?!"


" usai makan siang waktu itu, dia pergi ke Amerika. Mau buka cabang restoran dia sama Adit sepupunya itu, yang naksir kamu itu lho " ucap Nathan terdengar mengejek


" oh, pantesan beberapa kali ke caffe aku nggak liat mas Adit, rupanya dia ke Amerika? Hebat juga dia yah, ngembangin bisnis nya sampe ke luar negri "


" hebatan juga gue kali " ucap Nathan ketus


" kira kira menurut lo, hebatan perintis apa pewaris?!"


" kata siapa gue pewaris?!" Ucap Nathan tak terima


" lah, emang siapa yang bilang elo pewaris? Kan gue cuma nanya "


Tak terdengar sahutan lagi. aku dan Nathan sama sama terdiam dengan fikiran kami masing masing.


---


" ya udah, gue keluar dulu ya, mau numpang istirahat. Lo juga harus istirahat, biar cepet sembuh " ucap ku sambil beranjak lalu sesaat membereskan beberapa bekas obat dan membawa nampan bekas makanan tadi keluar

__ADS_1


tak ada jawaban terdengar, yang kulihat saat kembali menutup pintu hanya Nathan yang menbaringkan kembali tubuh nya di atas kasur.


" semoga cepet sembuh Nathan " gumam ku sambil menutup pintu kamar rapat rapat.


__ADS_2