Sejuta Pesona Si Janda Muda

Sejuta Pesona Si Janda Muda
Rumah sakit


__ADS_3

Rumah sakit..


Setelah Rere dan Karina membawa Albian ke rumah sakit, dengan segera pria itu pun mendapat kan pertolongan. Hanya saja, saat ini ia masih belum sadarkan diri.


Waktu sudah semakin larut.


" Rin, lo gak mau pulang? Pacar gue biar dijagain suster aja dulu, besok kan lo harus ngantor "


" pacar lo siapa?!"


" itu, Mas Al ku yang ganteng "


" Albian..??" Tanya Karina heran


" iya. Albian.. emang ada Al yang lain?!"


" sejak kapan lo jadian sama dia? Kenalan aja belum, so ngaku ngaku jadi pacar nya aja lu sembarangan banget "


"Lo liat aja,ntar kalo dia sadar juga gak mungkin dia nolak pesona gue yang membahana ini. Udah, pulang yuk "


" bentar dulu, nanti kalau dia sadar, terus gak ada siapa siapa kan kasian, lo pulang aja duluan, ntar gue gampang deh, nyari taksi juga bisa "


" beneran lo mau nungguin dia sadar baru pulang?!"


" iya "


" sampai kapan coba?"


" ya.. gue juga nggak tau "


" ya udah sih, kita pulang aja dulu, besok ngantor. lo mau dimarahin bos ganteng kalo sampe telat masuk?!"


" ya enggak sih, tapi kan kasian, Albian gak ada yang jagain. Kalo nggak gini aja deh, nanti gue telfon Nathan aja minta cuti sehari buat besok "


" apa?? Demi dia lo bela belain gak masuk kantor? Gak salah tuh Rin?"


" apanya yang salah? Ya udah lah, lo pulang aja yah, takut kemaleman juga, Gue mau mastiin keadaan nya dia, kalo semuanya ok, besok gue ngantor ko. Kalo nggak ya berarti gue izin gak masuk "


" ya udah lah, terserah lo aja. Nanti kalo ada apa apa lo kabarin gue aja ya "


" iya pasti. Selain punya lo emang gue punya siapa lagi ? "

__ADS_1


" hehehe... iya deh iya... dah, gue pulang ya.."


" iya hati hati di jalan ..!"


------


Setelah kepergian Rere beberapa waktu lalu, Karina kemudian duduk di sebuah kursi tunggu disamping ranjang pasien, dimana di atas brangkar itu tengah terbaring lemah tubuh seorang pria tampan yang ia kenal belum lama ini.


Menurut keterangan dokter, pasien terkena luka tembak dibagian dada kiri, juga beberapa luka sayatan pisau dan memar dibeberapa bagian tubuh yang kemungkinan akibat pukulan keras yang ia terima.


Meski keadaan nya sudah stabil, dan lolos dari maut, namun dokter tak tau pasti kapan pasien akan tersadar.


" Sungguh luka yang cukup mengerikan, sebenarnya apa yang diperbuat pria ini " gumam karina sambil menatap pria yang tengah terbaring lemah itu dengan lekat.


Waktu sudah menunjukan pukul satu dinihari.


" hoam... pantes aja, rasanya lemes banget, ngantuk, capek, pegel pegel juga. Udah tengah malem gini, mana ada waktu buat besok pulang terus ngantor, lebih baik aku kirim pesan dulu sama si presdir songong, biar besok izin kerja aja " gumam Karina sambil mengetik sebuah pesan di handphone nya.


Tik...tik...tik... suara jam berdetik di dinding ruangan kamar pasien. Inilah satu satunya nada yang terdengar di tengah kesunyian malam,


Albian masih setia memejamkan matanya dengan rapat, tidak ada tanda tanda dirinya akan tersadar. Sementara Karina sudah terlelap sambil duduk dan bersandar pada ranjang pasien, sebenarnya di sudut ruangan terdapat sebuah sofa kecil, tapi nampak nya ia benar benar kelelahan dan tertidur tanpa sadar.


----


" si gadis bar bar ini ko bisa disini, se ingat gue semalam, gue nyamperin tenda penjual sate, dan disana ada dua perempuan, tapi gak jelas siapa yang gue liat, apa jangan jangan satu di antara nya adalah si bar bar ini " gumam Albian pelan


Albian mencoba berusaha bangun, ia merasa haus dan hendak mengambil segelas air di atas nakas disamping ranjang sebelah kiri, tapi...


" aaaahhhh..." ucap Albian dengan keras


mendengar suara kesakitan yang begitu jelas terdengar ditelinga nya, meski ia dalam posisi tidur lelap sekalipun, dengan segera Karina terperanjat


" Albian, kamu kenapa? Mana yang sakit? Aku panggil dokter dulu yah, kamu tahan bentar " ucap Karina dengan panik, sambil berlari keluar.


tanpa melihat situasi dan kondisi, dengan segera gadis itu keluar. Hingga tidak lama kemudian, se orang doker juga suster, dan dibelakang nya tentu saja ada Karina, mereka pun akhirnya masuk kedalam ruangan.


" pak Albian, mohon kerja sama nya pak. Pasca luka tembak yang menimpa bapak kemarin, anda mengalami luka jahit di beberapa bagian tubuh,


dan jika anda terlalu banyak gerak, itu akan mempengaruhi peroses penyembuhan, luka anda bisa robek kembali pak, jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa panggil kami "


" gimana cara nya gue panggil kalian? Ruangan nya aja jelek begini, apa gue harus teriak dulu baru kalian datang? pindahin gue ke vip room, jangan kalian fikir gue gak mampu bayar ya "

__ADS_1


" baik pak baik, nanti kami akan proses pemindahan kamar bapak "


" kalian keluar sekarang "


" loh, bapak kan belum saya periksa pak " ucap dokter heran


" gak perlu, gue gak papa, cepet keluar dan urus pemindahan kamar sekarang juga "


" baik pak, kami permisi dulu " ucap pak dokter dan suster sambil keluar ruangan dan menutup pintunya, membiarkan Karina didalam bersama pasien mereka


" lo kenapa marah marah sih, itu dokter yang nolongin lo, gak bisa apa sopan dikit gitu sama orang "


" bukan urusan lo, ngapain lo masih disini?" Ucap Albian ketus


" gue disini sengaja nunggu lo sadar, lo sebenernya ada masalah apa sih? Ko semalem lo dikejar kejar banyak orang, mana lo dapet luka tembak lagi, lo buron ya?"


" Sembarangan lo, yang ada mereka yang buron "


" oh, gitu. ya udah kalau gitu gue gak mau ikut campur, karna lo sekarang udah sadar, gue pulang dulu yah " ucap Karina hendak berbalik badan. Ia rasa urusan nya dengan Albian sudah selesai. Pria itu sekarang sudah sadar, dan kondisinya sudah mulai membaik


" tunggu dulu...!"


" apalagi?!"


" gue boleh pinjem hp lo nggak? Punya gue semalem ilang gak tau dimana "


Tanpa menjawab, Karina membuka tas selempang kecil nya, mengeluarkan handphone kemudian menyerahkan nya pada Albian.


Ketika melihat Albian yang sedang mencoba menghubungi seseorang, tanpa ingin mengganggu dan menguping pembicaraan mereka, Karina pun keluar, hingga selang setengah jam kemudian ia kembali dengan menenteng sebuah bingkisan kresek ditangan nya.


" habis darimana lo?" Tanya Albian ketus ' gue kira udah pulang "


" gue abis beli sarapan, tuh dimakan mumpung masih panas. Sini balikin handphone gue, gue mau balik "


Albian menyerahkan handphone itu pada pemilik nya. Karina pun keluar dan hendak pulang, meski Albian memeperlihatkan sikap cuek dan tak berterimakasih sama sekali padanya, Karina bahkan tak memikirkan so'al itu, karna dari awal ia ketemu Albian, kesan yang pria itu berikan memang sudah cuek, dingin dan brandalan, tapi bukan berarti Albian sosok orang yang jahat, karna pria itu pernah menolong nya beberapa waktu lalu, dan Karina tidak lupa akan pertolongan orang itu.


Sementara di rumah sakit, dengan perlahan Albian mengulurkan tangan nya meraih bungkusan sarapan yang sempat dibeli Karina, benar saja bubur nya masih hangat, meski kondisi fisik nya belum benar benar pulih, namun sosok Albian adalah pria kuat dan tangguh, fisik nya sudah terbiasa dilatih dengan keras.


Dalam hati, ia begitu senang dan berterimakasih pada Karina. Ia sadar gadis itu telah menolong dan menemaninya semalaman, padahal bisa saja ia pulang dan mengabaikan Albian. Albian tau,gadis itu dengan tulus menolongnya, ia pun bertekad suatu saat akan membalas kebaikan Karina.


Hingga tiba tiba pintu diketuk dari luar dan beberapa pria berseragam hitam masuk.

__ADS_1


" bos, maaf kami terlambat " ucap orang orang tersebut dengan hormat


__ADS_2