
Dan ternyata bener apa yang Nathan bilang, ini adalah sebuah pesta acara anniversary pernikahan. Dan sewaktu turun dari mobil tadi, ternyata pria rese ini sudah menyiapkan sebuah kado untuk di hadiahkan. tak lupa juga, buket bunga mawar merah yang harus selalu ku genggam sampai acara selesai, oh my good..! Entah apa maksud dan tujuan pria dingin ini. Bahkan saat masuk ke dalam gedung tadi, pria ini menggandeng tangan ku begitu saja tanpa meminta ijin dulu pada ku. Pada saat ingin protes dan memarahi nya, dia se olah tau,membisikan sebuah kalimat di telinga kiri ku di hadapan beberapa orang dengan sengaja " jangan membantah, malam ini yang ku pinjam hanya tangan mu, jika kamu brontak, bisa saja aku pinjam bagian tubuh mu yang lain juga nanti ".
Kalian tebak, bagaimana respon ku pada nya saat itu? Aku hanya tersenyum sambil menatap beberapa orang yang sedari tadi memperhatikan kami. Hingga bisik bisik suara terdengar
" pantes aja presdir Nathan cepet move on, orang penggantinya aja cantik begini "
" iya ya, cantik kan yang ini, tubuh nya juga, aduuuuuhh, sexy banget euy !"
" wajah nya, kulit nya, aaaaahhh gila, semuanya cantik. Kenapa tuhan menciptakan dia dengan begitu sempurna ya? "
" cocok banget lah kalo bersanding dengan presdir Nathan. Yang satu nya cantik, yang satu nya lagi tampan. Best couple tahun ini kaya nya kalah deh sama pesona mereka"
" setuju ...!!"
ucap beberapa orang yang terdengar sumbang di telinga Karin. Sebab bukan nya merasa senang mendengar bisikan bisikan tersebut, justru kemarahan yang ia rasakan. Tau apa mereka so'al ia dan pria yang menggandengnya malam ini. Jelas jelas ini hanya kamuflase semata. Semacam pembodohan publik dengan maksud dan tujuan tertentu yang entah apa, Karina sendiri tak tau.
" hemmh... kira kira, si rese galak move on kesiapa ya ? sampe sampe semua orang disini pada tau so'al Nathan." Gumam Karina dalam hati.
Mereka kemudian masuk kedalam gedung. Acara nya sungguh luar biasa, dekorasi dan juga kue pengantin nya terlihat mewah dan elegan, betul betul mencerminkan pestanya orang orang berduit. Bahkan para tamu nya pun sepertinya bukan orang orang dari kaum menengah ke bawah, melainkan para kaum bangsawan yang memiliki usaha usaha besar. Jujur berada di tengah tengah mereka membuat ku sedikit insecure.
" kamu gak usah gugup, duduk lah disini dengan nyaman, aku akan menyapa beberapa relasi ku sebentar " ucap Nathan se akan mengerti apa yang aku rasakan. Ia kemudian berlalu, membaur bersama beberapa pria tua yang sedang asik berbicara, smementara aku berniat mengambil beberapa cemilan dan juga minuman yang telah tersedia.
" aaahhh.... " ucap ku terkejut saat se orang perempuan yang tak sengaja menubruk ku dan menumpahkan sebuah minuman di gaun ku. Kenapa aku tau dia tak sengaja? Sebab ia seperti kerepotan membawa sebuah minuman di tangan kanan nya sementara tangan kiri nya terlihat menggendong se orang anak kecil perempuan yang imut dan manis.
" maaf maaf, saya yang salah, saya terlalu ceroboh dan tak hati hati, sekali lagi saya minta maaf " ucap perempuan tersebut dengan lembut, kulihat paras nya benar benar cantik, kulit putih dan aaaaahhh aku aja yang perempuan di buat jatuh hati pada pandangan pertama apalagi laki laki,? Makhluk ciptaan tuhan yang satu ini benar benar luar biasa.
Untuk sesaat kejadian ini sempat menarik perhatian beberapa para tamu undangan, namun berkat dua orang pria berjas hitam yang berada di belakang wanita ini, keadaan bisa dengan cepat ter atasi.
" tidak apa apa, tidak perlu minta maaf, lagian ini juga salah saya yang kurang hati hati "
" baju kamu basah, bagaimana kalau saya ganti rugi dengan gaun yang baru, kamu mau kan?!"
Untuk sesaat aku terdiam. Memikirkan tawaran perempuan yang berada di depan ku saat ini. Memang baju bagian depan ku basah, meski tidak terlalu banyak namun tetap saja rasanya kurang nyaman. Tapi kalau aku ikut dia, aku takut Nathan mencariku nanti.
Tapi setelah di fikir fikir, ya sudah lah aku ganti baju saja dulu, toh waktu nya juga cuma sebentar. Baju ganti doang gak akan menghabiskan waktu berjam jam juga.
aku pun mengangguk, si wanita menggandeng ku masuk menuju sebuah ruangan, setelah anak kecil yang ada di gendongan nya ia serahkan pada se orang suster yang ia panggil tadi.
" kalian boleh tunggu di luar " ucap nya memberi titah pada kedua bodyguard yang sedari tadi mengikuti kami.
" baik nona " ucap mereka sambil keluar kemudian menutup pintunya dengan rapat.
" oh ya, dari tadi kita belum kenalan, namaku Marissa, kebetulan malam ini adalah acara anniversery pernikahan ku yang ke dua,tapi nyatanya aku malah tak sengaja mengotori gaun tamu ku " ucap nya sambil tersenyum memandangku, oh my good..!! Senyum nya sangat manis, aku pun membalas nya
" aku Karina, Karina Larasati, maaf, aku telah mengacaukan pesta mu "
" hey, jelas jelas ini salahku, sudahlah, jangan terlalu formal dengan ku, sekarang kamu pilih kamu mau baju yang mana,?" Ucap nya sambil membuka sebuah lemari pakaian di samping nya
" i-ini...?"
" kamu tenang saja, ini semua baju baju ku, ini juga masih baru ko' kamu tinggal pilih aja mau yang mana, aku tunggu di depan ya !"
" hemmmh, baiklah."
Aku pun memilih satu gaun dengan asal, kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk segera menggantinya.
---
__ADS_1
Usai berganti pakaian, aku segera menghampiri Marisa.
" ya ampun Karin? Kamu cantik banget, gaun nya juga sangat pas. Ini sangat cocok dengan mu, pilihan mu sangat bagus "
" eh.. tidak, ini -ini karena gaun mu saja yang terlalu bagus "
" ini gaun mu, bukan gaun ku, aku mengahdiahkan ini sebagai ganti gaun mu yang tidak sengaja ketumpahan minuman ku tadi "
" trimakasih marisa "
" oh iya, mawar di tangan mu juga basah ya, kaya nya tadi ikut ketumpahan minumanku deh, sedikit agak layu juga kelihatan nya, tidak ingin di buang saja?"
" eh e-i-iya sepertinya ini sudah tidak terlihat cantik lagi, ak-aku buang saja ya hehe"
" kamu kenapa seperti berat membuang buket itu, pasti ini di berikan oleh orang yang special ya?!"
" eh.. bu-bukan, ini hanya buket biasa, he "
" ahh.. kamu ini, jangan sungkan, mulai hari ini kita teman, ayo ceritakan bunga ini dari pacar mu ya?!"
Ya ampun baru ku tau ternyata sikap Marissa tak jauh beda dengan Rere, jiwa kepo nya benar benar sulit di hindari
" Tidak. Siapa bilang? Aku nggak punya pacar ko, "
" masa sih? Perempuan secantik kamu masih jomblo? Ko aku nggak percaya yah?!"
" mau percaya atau tidak itu urusan mu, bukan urusan ku "
" hahahaha... oke oke, sekarang katakan padaku, siapa pasangan mu di acara pesta ku ini hmm??"
" bos??"
" iya "
" karin, lagi lagi kamu membohongi ku ya?!"
" Enggak, mana ada aku bohong. Aku serius tau "
" lagi lagi aku nggak percaya sama kamu. Tapi gak papa, mungkin kamu masih malu malu ya, yuk ikut aku, aku kenalin dulu sama suami ku, dia tampan loh, tapi kamu nggak boleh jatuh cinta pada nya, dia sudah jadi milikku dan Cleo "
" heh... siapa juga yang minat sama pria ber istri, pria lajang aja aku belum tentu suka, apalagi ini "
" hehehe.. bagus lah, ayo ..!"
Sambil herjalan...
" eh tunggu, Cleo itu siapa? "
" Cleo itu malaikat aku dan Deon suami ku, buah cinta kami berdua, anak kecil manis yang tadi aku gendong itu loh "
" oh, dia, pantesan dia cantik dan imut sama kaya ibu nya "
" wawww.. ini secara tidak langsung kamu udah muji aku loh Rin "
" ya gak papa, memang kenyataan nya begitu kan?"
" kamu ini, bisa banget muji nya, kamu malah lebih cantik loh Rin, aku yakin, yang jadi pasangan kamu juga pasti ganteng dan...."
__ADS_1
" dan apa??"
" dan pastinya bukan orang biasa "
" lah kata siapa?!"
" kata aku lah ..! Wanita se cantik kamu ini mana bisa di gandeng pria sembarangan, iya kan?'
" so' tau kamu"
" heyy suami ..!" Ucap Karin meneriaki se orang pria yang kini tengah menggendong anak kecil imut yang tadi bersama Marissa
" hey sayang, kenapa? " Tanya si pria dengan lembut sambil menatap istrinya.
" suami kenalin, ini temen baru aku, namanya Karina "
Si pria menatap ku kemudian tersenyum sambil mengulurkan tangan nya
" saya Dion, suami nya Marisa"
Aku pun membalas uluran tangan nya " Saya Karina "
begitu usai menyebutkan nama, dengan segera tangan ini ku tarik lebih dulu.
" maaf, Marisa, Dion, saya pamit sebentar, takut nya seseorang mencari ku, tadi aku nggak pamit dulu so'al nya "
" hey kenapa terburu buru, pasti kamu takut pangeran mawar mu itu mencari mu ya " goda Marisa
" kamu bisa aja, aku pamit ya, permisi !"
" hati hati Karina, senang bertemu dengan mu, lain kali kita harus meluangkan waktu untuk bertemu ya "
" oke " jawab ku kemudian berlalu dari hadapan mereka.
---
Semua orang nenatap ku sambil berbisik bisik memberi pujian. Oh jangan lupakan tatapan dari pria pria tua yang seperti anjing kelaparan itu " heh, otak mesum..!" Gumam ku dalam hati
Aku hanya berjalan melewati sekumpulan para kaum bangsawan yang berkantong tebal itu, (mungkin). Tak ingin mendengar begitu banyak sanjungan dan permintaan perkenalan dari beberapa pria itu, aku segera mencari tempat dimana aku ter akhir kali bertemu Nathan, jujur saja aku sedikit hawatir pria rese itu mencari dan menyalahkan kepergian ku.
" dari mana kamu ?!"
degg... baru saja aku duduk. dari belakang aku mendengar seseorang berbicara dengan ketus nya, ku lirik ke belakang ternyata benar saja dugaan ku, pria yang bertanya pada ku itu si rese. Nathan, siapa lagi memang nya? Disaat semua pria menyanjung kecantikan dan kemolekan ku, pria yang satu ini nyatanya sama sekali tak tergoda oleh itu.
" kapan kamu ganti baju?"
" ini, ini baju yang dikasih sama orang yang numpahin minuman ke aku tadi, baju aku basah, makanya dia ganti sama yang baru "
" lain kali kalau mau pergi bilang bilang, bikin orang lain panik aja"
" oke oke bos "
" karina...." geram Nathan
" oke Nathan okeeee ..."
__ADS_1