Sejuta Pesona Si Janda Muda

Sejuta Pesona Si Janda Muda
Nathanael Samudra


__ADS_3

Pagi hari, suasana kantor sudah sangat ramai, para karyawan berkumpul berbaris dari area luar sampai ke dalam lobi. Red karpet terbentang memanjang sampai ke dalam. Benar benar suasana yang tak biasa.


" Re, ini kenapa ko semuanya pada berbaris disini sih? Ada apa? Kantor kita kedatengan presiden? Mentri? Artis dunia?!"


" info nya presdir baru udah mau nyampe, kita semua inisiatif buat nyambut kedatangan beliau kemari, udah sini cepet lo ikut baris deket gue sini ..!"


" hah?? ya ampun, segini nya ya kalian wahai para karyawan "


" udah diem, lo tau nggak Rin, gue denger denger kabar nya presdir baru kita masih muda dan sangat tampan "


" kata siapa?"


" lo tau Bu Mei mei gak? Mantan sekertaris pak Darma yang ikut resign kemarin?"


" hah?? Bu Meisa maksud lo..?!"


" iya itu, temen nya si upin ipin "


" sembarangan aja lo "


" dia sempet bilang sama Bu Retno, si Bundahara. kalo presdir baru kita tampan dan masih muda, wait wait,,! Satu lagi info dari beliau yang teramat sangat penting bagi kita para karyawati jomblo"


" apaan?!"


" dia masih single dong Rin, aduh, gue gak sabar banget ini nunggu tampang presdir baru se keren apa "


" begitu doang di bilang info penting "


" ya iya lah penting, penting banget malah."


Tiba tiba sebuah mobil toyota Alphard putih berhenti tepat di ujung karpet merah yang di bentangkan dari dalam. Dan tentu saja ini menjadi pusat pemandangan dari semua karyawan yang sudah berbaris rapi di sepanjang pinggir karpet merah yang memanjang hingga ke luar.


Sang sopir kemudian keluar dan membuka kan pintu belakang, hingga muncul lah se orang pria berbadan tegap yang lengkap dengan setelan jas kerja nya.



Tatapan nya begitu tajam, meneliti setiap sudut kantor dan karyawan yang ada di hadapan nya.


" ya ampun gila..! Ini sih parah Rin, Karina lo liat, ini mah pangeran dari negri dongeng kali ya, gila, ganteng banget "


" apa sih, biasa aja kali "


" ya tuhan, yang kaya gini ni yang Rere maksud dalam do'a do'a Rere selama ini "


" berlebihan banget sih Re"


" respon cewek normal saat ketemu cowok yang kadar ketampanan nya di atas rata rata ya kaya gini !"


" terus maksud lo, lo mau bilang kalo gue gak normal begitu?"


Rere mengangkat kedua bahu nya acuh, tanpa menjawab ia kembali fokus memperhatikan si presdir baru yang melangkah pasti mendekat ke arah nya,


Dan pada saat tatapan Karina juga presdir baru itu bertemu.

__ADS_1



" haissh... perasaan muka nya biasa aja, tapi kenapa para karyawan lain sampai seheboh itu, apalagi Rere. " Karina menggeleng geleng kan kepala nya sambil bergumam pelan.


Sang presdir baru melangkah dengan gontai nya, ia kemudian di arahkan untuk memasuki aula besar, aula yang sama yang di gunakan saat pertemuan kemarin.


Begitu juga dengan para karyawan kantor yang tadi sempat menyambut nya di lobi, mereka kini memasuki area aula untuk mendengarkan beberapa kata sambutan dan juga perkenalan presdir baru di kantor mereka.


----


Setelah beberapa sambutan singkat dan juga perkenalan beberapa petinggi perusahaan, kini saat nya si presdir baru memperkenalkan dirinya.


" oke, emmh sebelum nya trimakasih atas sambutan kalian semua. Tidak banyak yang akan saya sampai kan disini,kalian semua sudah pasti tau disini saya menjabat sebagai apa. Saya Nathanael Samudra untuk kedepan nya, mohon kerjasama nya dari kalian semua, bekerja giat, bekerja keras, bekerja dengan sunguh sungguh, jujur dan disiplin, datang tepat waktu, selesaikan setiap pekerjaan dengan sebaik mungkin. Itu yang saya harapkan dari kalian semua. Bisa kalian fahami ?!"


" bisa" ucap semua karyawan serempak


" oke trimakasih, dan jangan buang buang waktu lagi, kembali lah ke pekerjaan masing masing saat ini juga. Trimaksih ..!"


" what..? Sambutan macam apa itu?' Ucap Karina pelan dan Rere yang di samping nya jelas mendengar umpatan sahabat nya itu


" kenapa? Dia keren kan Rin? Uhhh... andai aja dia jadi cowok gue, cowok sekeren ini sih seharus nya di jadiin pajangan aja, iyakan? Sayang takut ke gores "


" iiihh, kesambet lo ya? Jelas jelas, baru pertama dia ngomong aja gue udah di bikin ilfil sama sikap arogan dan dingin nya, belum apa apa udah nyuruh kerja aja. Dia fikir kita ini robot apa? Gak ada manis manis nya banget dia ngomong, gak kebayang gue nanti kerja sama dia nasib gue bakal kaya apaan. Ternyata omongan pak Darma bener. "


" ah gak tau gue, gak denger juga apa yang dia omongin, inti nya gue adalah fans terdepan pak presdir Nathan. Dan lo ..!! Gak boleh lagi ngatain yang jelek jelek tentang dia. "


" ah, terserah lo deh. Ayo keluar..!"


" andai gue bisa tuker posisi sama elo Rin, bakalan seneng banget gue bisa cuci mata setiap saat "


" eh tapi lo nggak naksir kan sama presdir baru?"


" Ya enggak lah, mana ada gue naksir boss arogan macam dia, belum apa apa udah nyuruh kerja kerja kerja. Ih apaan baru masuk udah nyuruh nyuruh se enak nya "


" awas lo, gue pegang omongan lo nih ya, bukan nya apa apa, gue? Kalo harus bersaing sama lo? Ya lo tau sendiri lah ending nya bakalan kaya gimana "


" iya iya. Lo tenang aja, boss arogan itu cuma untuk Rere se orang , oke ? Udah ya, tempat gue sekarang bukan disini lagi, jauh jauuuh banget tinggi di atas, di luar jangkauan "


" ya elah, pamer lo, mentang mentang udah jadi sekertaris pribadi si bos tampan "


" oh, ya jelas.. dapet prestasi dan kenaikan level itu patut untuk di pamerkan, benar begitu? Sayang!!"


" ya ya ya .. udah sana lo ah, bikin gue iri aja lo mah "


" hehehe... babay sayang ku, sampai jumpa lagi nanti, emmmuaaahhhh "


" ih jijay deh Rin, ngeri gue liat lo yang kaya gini "


" hahaha... udah ya, dadaaah "


Karina segera nenuju lift karyawan untuk mencapai ruangan tertinggi yang berada di gedung ini, ya itu karena ruangan presdir memang terletak di lantai paling atas gedung. Sementara Rere segera menuju ruangan staff tempat ia bekerja. Tepat nya dinlantai dua.


-----

__ADS_1


Tok.. tok.. tok..


" masuk " jawab seseorang dari dalam ruangan


" permisi pak, saya Karina Larasati, sekertaris pribadi bapak, yang di tunjuk langsung oleh bapak Darma kemarin. Ada yang perlu saya bantu pak?!" Tanya Karina dengan menampilkan senyum terbaik nya.



" kamu, sekertaris pribadi saya?!"


" iya pak, betul "


" oke. Tugas mu adalah mengikuti semua yang saya perintahkan. Yang pertama, setiap saya berangkat ke kantor, kamu harus lebih dulu datang dan menyambut saya di lobi. Yang ke dua, kamu juga harus menyiapkan susu coklat panas berikut sarapan untuk saya setiap hari. Yang ke tiga, kamu tidak boleh pulang lebih dulu sebelum saya pulang, kamu faham?"


" tapi pak, maaf, apa itu berarti jika bapak ada lembur saya juga harus ikut lembur?"


" ya, tentu saja "


" ta-tapi pak emh..."


" kenapa? Kamu keberatan?"


" ti-tidak pak !!"


" bagus, perlu kamu tau, saya meminta papa untuk menyiapkan sekertaris pribadi itu di luar keperluan kantor, dan pekerjaan kantor yang kamu lakukan itu jelas hanya pekerjaan tambahan untuk kamu. Bahkan sewaktu waktu, jika saya mememerlukan bantuan mu dalam satu kali dua puluh empat jam, kamu tetap harus bersedia "


" apa?? Mana bisa begitu pak?!"


" bisa. Apa kamu tidak membaca dengan teliti poin poin yang tertera dalam surat kontrak kerja baru kamu ?"


" ma-mana bisa begitu pak? Bukankah itu surat kontrak kerja biasa?!"


" kamu ini, benar benar ceroboh, papa ternyata tidak bisa di andalkan dalam hal ini. Bagaimana kamu bisa mengurus saya dan semua keperluan juga kebutuhan saya, jika untuk mengurus dirimu sendiri saja kamu seceroboh ini "


" ma-maaf pak!" Ucap Karina sambil menunduk


" oke baiklah, untuk kali ini saya masih bisa mentolerir kecerobohan mu itu. Tapi ingat, untuk lain kali, lebih teliti lah dalam segala hal "


" baik pak !"


" meja kerja mu, ada di sana !" Ucap Nathan sambil menunjuk sebuah meja kerja yang ada di sudut ruangan, hanya ada rak buku sebagai penyekat.


" bukan kah meja nya ada di luar ruangan pak?!"


" itu untuk sekertaris kantor, sementara kamu adalah sekertaris pribadi saya. Jadi tugas mu hanya mengikuti apa yang saya perintahkan. Dan jangan sampai saya mengulangi apa yang menjadi tugas mu lagi "


" baik pak, saya faham "


" bagus, kembali lah ke meja mu, dan ingat, saat saya membutuhkan mu, saya tidak ingin ada keterlambatan, kecerobohan dan kelalaian yang mengakibatkan kerugian. "


" baik pak, saya mengerti. Saya permisi dulu "


" hmmmh"

__ADS_1


" sialan, baru hari pertama kerja, sikap nya sudah se arogan ini. Tuhan, kuatkan hamba dalam menjalani hari hari hamba kedepan nya tuhan " gerutu Karina sambil melangkah menuju meja kerja nya.


__ADS_2