Sekedar Cinta Monyet

Sekedar Cinta Monyet
Chapter 6. baru Move On


__ADS_3

Padahal ini tepat 2 bulan Senni jadian sama Aland, tapi tiap hari yang aku laluin tuh berat banget, harus terus menyaksikan mereka manja-manjaan.


Come on aku baru 14 tahun, tapi sesesak ini ‘kah kalo suka sama seseorang tapi udah jadian sama sahabat sendiri.


Aku bukan type-type perebut pacar orang, aku harus ke


Tapi ga bisa, perasaanku ga bisa bohong, kalo tiap Aland sama Senni barengan, pengen pingsan. Aku terus menyemangati diriku tapi ga bisa.


Seperti biasa Mama masuk ke kamarku untuk mengecek pelajaranku tadi, dan menanyakan tugas untuk besok. Bila ada yang tidak dimengerti.


Tapi hari ini mama mendapatiku sedang sibuk menulis, ya aku kini memiliki buku Diary yang Mama pun tak pernah melihatnya.


“Koq belakangan ini anak Mama murung sekali” tanya Mama


“Mama koq tau?”


“butuh temen curhat kah?”


“Ngga Ma...”


“yakin...” tanya Mama


Aku kemudian mendekati Mama, duduk di samping Mama dan memeluknya, kemudian mama membelai rambutku dengan lembut.


“ada apa?” ujar Mama kembali. Tanpa sepatah kata pun aku bisa berucap. Aku berusaha menahan air mataku tetapi tetap saja membuncah keluar membanjiri seisi pipiku.


Mama lalu memandangku sambil menyeka air mataku, yang juga basah di bahu bajunya.


“lho, belum apa-apa koq nangis” Mama menenangkanku “jadi jelek gini ah...”


Aku semakin tidak bisa menahan air mataku, aku menangis sesunggukan di depan Mama


“ada yang bully kamu di sekolah?” ujarnya.


“enggak Ma”


“terus ? Oh iya Mama jarang liat lagi Senni mampir, apa kalian berantem”


“ngga Ma, Senni sekarang kan udah pacaran sama Aland” aku kemudian menangis kejer


“Lha? Kalo temen kamu seneng harusnya kamu ikut seneng ‘kan?”


“Iya, aku ikut seneng Ma, tapi kenapa dada ini sesak banget ya Ma...”


“kamu suka juga sama Aland?”


Aku mengangguk sambil terus menangis.


“koq bisa?”


“ga tau Ma, padahal sejak awal aku tuh, sama sekali ga tertarik sama dia, ngedenger cerita dari Senni pun biasa aja Ma...”


“teruuuss....”


“terus, pas lagi upacara ‘kan aku mau pingsan, tapi di bawa sama Johan ke ruang UKS, aku di suruh istirahat di sana di ruang pasien


Nah, saat itu aku ketemu sama Aland Ma... aku kaget ‘kan rasanya waktu itu tuh pengen kabur


Aku di ruang pasien sendiri perempuan, ngeri juga kalo ada laki-laki di satu ruangan, pas buru-buru lari, aku kesandung kaki dia,


Aku pura-pura ga liat, masih tetep buru-buru lari, nah karena jalannya licin aku jatoh tengkurep

__ADS_1


Diketawain kan sama Aland sama Ka Yoga, terus aku dibantuin bangun sama Aland, dia ngebersihin luka pake alkohol di siku tangan sama lutut


terus ngebener-benerin kaki aku yang terkilir, diputer-puter.


So sweet banget Ma, aku berkali-kali mandangin dia, sebenernya ga ganteng-ganteng banget cuma dia bersih, udah gitu baeeekkk banget,


“kita akhirnya ngobrol rame, nah saat itulah tiap liat dia jantung degdegan terus Ma...”


Dengan terperinci banget aku jelasin ke Mama.


“ooo...”


“ih Mama aku panjang-panjang nyerita juga”


“Mohon bersabar ini ujian” kata Mamaku menirukan gaya-gaya video yang sempat viral.


“Mamaaaa..... kasih saran kek..”


“duh, anak mama udah puber” Mama memencet hidungku manja.


“aku musti gimana Maa... udah 2 bulanan mereka jadian tapi tiap aku liat mereka malah bikin sesek nafas, rasanya kl ga ada yang liat aku udah nangis tiap hari” keluhku pada Mama


“Gini ya anak semata wayangku, sayangku cintaku... Jatuh cinta atau sakit hati


Itu tuh wajar, karena kita sebagai manusia di bekali rasa empati dan simpati, jatuh cinta, suka sama seseorang, itu tuh wajar


Sakit hati karena tidak mendapatkan yg kita inginkan juga itu wajar, maka dari itu ada istilah ikhlas, kalo kamu ikhlas, sesuatu yang kamu anggap berat pun akan terasa ringan.


Sabar aja, anggap aja proses pendewasaan buat kamu setelah kemarin haid”


“Terus, di depan Senni aku musti gimana?”


“ya biasa-biasa aja”


“baru juga kelas 2 SMP, dikasih derita kaya gitu aja udah Down, laki-laki bukan Aland aja, perjalanan kamu tuh jangan stuck di cinta sampe rebutan laki-laki”


“eeewwwhhh...”


“jangan jadi perempuan alay”


“ssooo...”


“dewasa adalah cara kita mengontrol emosi, semakin kita cepat emosi, semakin jelas bahwa kita itu lemah”


“iya Ma, makasih Ma udah jadi pendengar yang baik, ngasih nasehat pula, semoga kedepannya aku ga galau lagi”


“harus !!! belajar move on yah pelan-pelan”


“heemh..”


“ya udah sekarang tidur, besok kan masih sekolah”


“met istirahat Ma... “


“Kamu juga sayang, jangan galau-galau lagi, anak perempuan Mama harus kuat !!”


Pembicaraan kami pun berakhir, aku harus belajar move, setidaknya malam ini aku merasa sangat lega”


 


Pagi ini aku merasa sangat baik, aku memeluk Mama dan kemudian Papa dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


“ada apa nih, anak cantik papa jadi se so sweet ini”


“ada deehh... aku sayang kalian”


“kami jugaaaa....”


Kembali lagi ke gedung Sekolah negeri 71, sekolah yang membawa kenangan pahit dan manis, seperti biasa Senni menyambut kedatanganku dengan gaya childish khasnya.


Bersyukur meskipun Johan pernah slengean bongkar rahasiaku, Senni sedikitpun tak berpengaruh.


Dan seperti biasa Johan dan Aland terus saja memeras perasaanku.


“Sen, ada masalah? Tumben jarang cerita” tanyaku penasaran, karena kadang dia terlihat lesu


“ngga, biasa aja !”


“ya udah”


Saat istirahat tiba....


DDDDAAAAAAAKKKKK...


Aku terkena tendangan bola yang amat sangat keras, sampai terjungkal, pusing sekali, dan seperti biasa di bawa keruang UKS, ada memar tapi untungnya tidak terlalu kelihatan.


Aku sempat melihat Aland di marahi oleh Senni, apakah dia yang menendang bolanya?


Tak lama kemudian, aku ditinggal sendiri, Senni tak menemaniku, karena katanya harus kembali ke kelas dan mengambil sesuatu, guru UKS pun harus pergi mengambil sesuatu, kebetulan ruang UKS dekat dengan kantin, sehingga suasana tidak terlalu sepi.


Aland datang dan kemudian menghampiri aku


“Muka tomat !”


“aku buru-buru bangun dan bangkit, aku berniat untuk pergi dan menghindarinya, tapi ditahan”


“sakit ga?” katanya sambil memegang verban yang di tempelkan Bu Dinar, Guru yang berjaga di UKS.


“kenapa?”


“Yaa.. kalo ga sakit aku tambah lagi biar faham?”


“maksudnya?”


“Aku tuh suka sama kamu, kamu sadar ga sih? “


“suka?” tanyaku balik seakan tak percaya


“lantas selama ini kamu sama Senni apa?”


“aku ga cinta sama dia, Ra...” jelasnya padaku “aku cuma manfaatin dia buat bikin cemburu kamu !”


Tak disangka dari arah lain Senni menjatuhkan makanan dalam kotak yang ia bawa, semua berserakan dan wajah Senni terlihat tegang.


“Senni” jawab Aland tegang


“ja.. jadi... selama ini kamu dan Aland...” tanya Senni, ia menangis di hadapan kami berdua, menyaksikan bahwa Aland memegang tanganku cukup erat


Senni berjalan kearahku dengan sangat panik, entah apa yang ada di fikirannya saat itu


“ini semua bohong kan Aland?” tanya Senni sambil menangis


Aland hanya terdiam

__ADS_1


“Raline... “ tanya Senni beralih padaku, tersirat wajah Senni yang sangat kecewa


“KALIAN CUMA ACTING KAN?” JAWAAABB!!!”


__ADS_2