Sekedar Cinta Monyet

Sekedar Cinta Monyet
Chapter 7. Kejujuran Aland


__ADS_3

"Sen, loe harus bisa terima kenyataan" ucap Aland menegaskan maksudnya yang sempat di dengar Senni.


"nggak, gak mungkin ! " teriak Senni seolah tak percaya, Senni berjalan ke arah Aland setelah menatap kecewa padaku,


Aku hanya terdiam melihat kejadian hari ini, aku dulu menyadari kalau Aland menyukaiku,


Tapi perasaan itu tak ku biarkan lama mendarat di hatiku, aku hanya berfikir Aland tidak mungkin menyukai perempuan seperti aku


Tapi ternyata, apa yang dia suka dari aku?


Aku masih sibuk bertanya-tanya dalam hati apa maksud dari yang Aland utarakan tadi


"Aland, kamu tau 'kan seberapa gigih usahaku buat deketin kamu !"


"aku tau Senn, thats fine u'r so kindly, tapi itu ga bisa ngerubah perasaan aku !" jelasnya kembali


"kamu jahat Aland" ucapku "tolong selesaikan pembicaraan kalian, aku ga mau ikut campur"


Tambahku karena merasa terserang.


"tapi sekarang kamu harus ada disini, jelasin ke aku Raline !" bentaknya menghentikanku.


"aku ga tau Sen..." jawabku lemas, selain terkena benturan bola perasaaanku pun ikut kebentur, neraka macam apa ini


"anak muda zaman sekarang cinta-cintaan sibuknya kaya orang yang abis nikah aja" tutur mba kantin yang sejak tadi melihat perdebatan kami yang alot


aku merasa malu, seserius inikah masalahnya?


Kaya aku yang kepergok selingkuh padahal ngga, aku kan cuma korban dari perasaan mereka.


"cinta aku ga bisa dipaksain 'kan Sen"


"kenapa harus aku Aland, kenapa harus cintaku yang diperalat" ujar Senni meluapkan perasaan kecewanya


"aku tuh sering cerita ke kamu kan Raline? Kita kan sahabatan" Senni kemudian memandangku.


"jujur sama aku sejak kapan kalian saling suka dibelakangku !" ucap Senni tegas.


air mata yang selama tadi Senni tahan, akhirnya membuncah keluar, raut wajah yang sedih campur kecewa dan patah hati, membuatku ikut menangis juga.


Tubuh Senni terlihat gemetar.


"Senn..." Aland mendekatinya, kedua tangan Senni di pegang tubuhnya yang kecil dan agak kurus tergoncang.


"cukup, Aland" Senni mendorong tubuh Aland


ia mulai histeris sehingga menjadi sorotan orang-orang sekitar.


"kamu terlalu childish, aku ga suka !" Aland yang terlihat mulai kesal pun berlalu sambil menendang tong sampah yang ada dihadapannya


"Aland !" teriak Senni, aku tak berdaya menyaksikan pertengkaran mereka yang gara-gara aku, tapi Aland tak menghiraukannya,


Tak lama kemudian Senni duduk lemas di sekitar taman, aku buru-buru menghampirinya panik


"Seennn..." teriakku.


seluruh tubuhnya lemas tak berdaya, antara pingsan dan tidak, bahkan aku yang ikut menjadi bersalahpun tak mampu dia tolak, dia bersandar di tubuhku


Suhu tubuhnya mulai semakin hangat.


"hancur sudah perasaanku..." air matanya seolah habis, aku yang menyaksikannya ikut hancur

__ADS_1


"tega Raline, kenapa kamu tega sama aku" teriaknya seraya menguatkan tubuhnya dan memukuliku pelan.


"aku ga tau Sen... Sumpah... Aku ga tau Aland juga suka sama aku"


"fake... Kalian fake" teriak Senni, kali ini dia berdiri tapi masih dengan tubuh yang lemas


Aku ikut menangis melihat keadaannya. Aku buru-buru memeluknya agar tah terjatuh


"ga usah pura-pura care sama aku, fake !" teriaknya


"Senni maafin aku... Aku ga ada niat sama sekali buat ganggu hubungan kalian"


"ga bisa-ga bisaaaaaaaa...." tangisnya semakin histeris dan tak bisa di kendalikan,


temen-teman yang melihat keadaan Senni ikut menenangkan


Senni seperti tidak sadarkan diri, goncangan jiwanya menerima kejadian ini sungguh di luar dugaan, aku tak pernah melihat Senni sampai seperti ini.


Aku meminta tolong pada mereka untuk menjaga Senni dan sebagian mencari Aland


"kak Yoga liat Aland?" tanyaku menghampiri ruang UKS


"engga, Ra!" lelaki bertubuh athletis itu bangkit dari duduknya "ada apa?" tanyanya heran


"oh ya udah makasih Kak" jawabku singkat lalu aku pergi berkeliling


Ternyata dia ada di ruang kelasnya, duduk sambil merokok.


aku tak menyangka seorang Aland pun yang serba perfect dengan postur tubuh tingginya, kulit putih nya dan populernya pun memiliki pribadi yang kurang baik merokok.


"Aland?" terka ku seolah tak percaya, tapi tak dapat dipungkiri betapa maskulinnya dia.


"Aland please, temuin Senni, bilang semuanya bohong, soal pernyataan kamu ke aku bohong !" aku sedikit memohon padanya


Sikap Aland menjadi dingin, ia tak mempedulikan aku


"Aland !" panggilku


"kalo aku bilang sama dia, terus gimana perasaanku ke kamu, aku jujur Raline, tulus sama kamu ! Apa kamu gak liat ?"


dia mendorongku ke tembok, emosinya memuncak, jarak kami cukup dekat, aku menunduk takut dan kemudian Aland mendongakkan kepalaku.


Kami berakhir dengan saling menatap cukup lama, jantungku berdetak cukup kencang.


aku merasakan perasaan bahagia saat itu, tak bisa di tolelir jujur aku sangat menyukainya, semakin menyukainya.


Aku menggebrak meja menyadarkan Aland, lalu dia membalikkan badannya


"aku ga bisa Aland, meskipun aku suka juga sama kamu, tapi kita terjerat sekarang, Senni begitu suka sama kamu !"


"tapi aku nggak Raline, aku maunya kamu"


"gila kamu ya !" jawabku marah


"Raline, kamu suka sama aku kan?"


"iya, tapi mulai hari ini aku ga suka sama kamu !"


"kejadian tadi akan selalu aku ingat !"


"SERAH !!!" ucap alan dan menendang meja yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Aku menatap Aland yang tersenyum puas karena mengetahui aku menyukainya, tapi emosinya masih terlihat jelas.


aku sendiri gemetaran, menyesali kejadian tadi, seandainya aku ga dateng ke kelasnya yang sepi. tak akan terjadi kejadian tadi.


Aku menghampiri Senni dengan tubuh gontai.


"Sen, kamu udah mendingan?" tanyaku


Dia tak menjawab apapun dan hanya menatapku sinis penuh dendam, kali ini tatapannya sangat mengerikan,


penuh amarah dan juga kecewa. Dia mengepalkan kedua tangannya


"mulai hari ini persahabatan kita putus !" ucapnya tegas, dilihat dari kondisinya ia mulai tenang dan membaik walaupun ku tau hatinya begitu hancur


"aku ga mau temenan sama penghianat !" timpal Senni, ia dibopong Abangnya.


"kecewa Abang sama kamu Raline!"


Aku hanya menunduk.


sepanjang jalan, aku tertunduk lesu, memikirkan semua yang telah terjadi, rentetan masalah demi masalah ga bisa aku selesaikan dengan baik,


aku kecewa pada diriku sendiri, kecewa karena kebodohanku.


"Tuhan aku ga kuat menghadapi semuanya"


keluhku. Aku ingin segera pulang menemui Mama, Aland dan aku hampir saja melakukan hal yang tidak baik.


Bagaimana jika saat kami berdekatan Senni lihat ! Bagaimana kalau Abangnya juga lihat


 


Dear Diary


Cape banget hari ini, di sisi lain aku senang Sukaku bersambut, disisi lain aku bersedih aku kehilangan sahabat yang selama ini membersamaiku


Aku harus gimana besok saat menghadapi Senni....


Dan Bagaimana jika Aland mengancam akan menyebarka rumor tentang kami di sekolah


Tuhan, lindungi aku dari perbuatan yang tidak baik,


Semoga esok keadaan membaik


-----end---


Akupun tertidur pulas.


Aku melihat seisi bangkuku penuh dengan banyak coretan, Senni berbuat hal yang tidak baik padaku untuk pertama kalinya.


Dia pun pindah tempat duduk, tak mau lagi sebangku denganku


Senni menghasut teman-teman sekolah membenciku.


Aku mendapati diriku disiram dengan air yang kotor


 


Aku terbangun kaget, ternyata itu hanya mimpi, terasa nyata


Jujurnya Aland pada Aku dan Senni membuatku sangat menderita

__ADS_1


__ADS_2