Sekedar Cinta Monyet

Sekedar Cinta Monyet
Chapter 8. Aland ke rumah?


__ADS_3

Siang ini hari Minggu, udara cukup hangat dan cerah, setelah selesai mandi aku mengenakan kaus oblong hitam dan celana jeans biru selutut.


Hari ini aku ingin menikmati siang yang cerah ini, setelah kemumetan kemarin,biasanya aku berlama-lama di tempat tidur bila hari libur


Aku menyeduh perasan lemon yang di campur dengan teh manis dan es batu, buah lemonnya pun masih fresh,


karena aku langsung petik dari kebun di depan rumah yang sengaja mama tanam.


Setelah semuanya selesai disiapkan, aku membuka paket pesananku yang baru saja datang tadi.


Aku kemudian duduk di teras rumah yang hanya satu petak luasnya.


Sambil membaca komik favorite ditemani segelas es lemon tea.


"permisi.." ujar laki-laki yang berdiri dibalik pagar besi rumahku


aku tak memperhatikan wajahnya karena tertutup buku komik yang aku baca,


yang terlihat hanya sepatu sneakers berwarna putih yang ia pakai,


"Nyari siapa?" jawabku cuek tanpa menghampirinya.


"Apa benar ini rumah Raline?" tanyanya


"iya be..." aku menelungkupkan buku komikku dimeja "narr..." sambungku setengah terkejut.


Aku menghampirinya seakan tak percaya, ternyata itu Aland.


"Ada apa kesini?" tanyaku


"siapa nak?" tanya Mama penasaran, karena sosoknya terhalang olehku


"ini temen mah"


"oo, suruh masuk dong, masa temennya di biarin berdiri disitu, ga sopan nak !"


"Ga usah tante, cuma mampir sebentar, boleh saya ajak Raline main tante?" ujar Aland meminta izin pada Mama


"apaan sih!" aku salting


"Kamu ini siapanya Raline?" tanya Mama


"teman sekolahnya tante, mau ngajakin Main sebentar"


Aku memberi kode ke Mama kalau aku tidak ingin pergi main


mama pun mengerti maksudku lantas menolak ajakannya.


"aduh, maap sekali Nak, tapi Raline nya masih banyak tugas di rumah !" jawab Mama berbohong membantuku


"ooo.. Gitu ya tante, kalo gitu di sini aja gapapa" ucapnya sedikit memaksa.


"Oh ya udah, Raline ayo ajak masuk, ngobrol di teras depan aja gapapa.


"iya ma" ucapku sambil membukakan pintu gerbang untuknya.


Hadeeuuhh... aku menghela nafas panjang, apa lagi yang akan dia ungkapkan hari ini


Mengganggu suasana hatiku yang lagi asyik


"Ada urusan apa?" tanyaku ketus


"kangen aja !" jawabnya singkat, selain ganteng dia juga jago gombal.


Seperti biasanya mukaku memerah mendengar gombalannya, ya.. suka sih dikit


Dia melihatku dan tersenyum, aku jadi salting tapi kesaltinganku dapat aku tahan.


"ciee salting..." ucap aland sambil mencolekku


"apaan sih engga juga"


"aku minta maaf soal kemaren, aku udah ga sopan sama kamu." ucap Aland, aku melihat penyesalan besar darinya


"oh... Jadi karena itu kamu dateng, dapet alamatku dari mana?"


"sinyal cintanya kuat, jadi aku bisa sampe sini"


"iye kah?" jawabku dengan bahasa jiran, menirukan gaya khas kartun yang masih aku gemari hingga saat ini.

__ADS_1


"ngga, bercanda.. Ya pernah lah ngikutin kamu, jalan kaki jauh juga ya, apalagi kamu suka jalan sendirian, ga takut apa?"


"haha.. Orang sejelek aku mana ada yang mau nyulik"


"ga usah insecure gitu, kamu tuh cantik"


"cantik diliat dari Monas pake sedotan !" timpalku


"kamu asyik juga ya, makannya aku suka" Aland terus menyerangku dengan kegombalannya.


Aku melupakan sejenak perkataan Senni kemarin, entah apa yang akan terjadi besok, mimpiku pun tadi malam buruk sekali.


"koq diam? Tanya Aland


"iya aku inget Senni" ucapku lemas


"aku juga ga enak sama dia, aku kira setelah Senni marahin aku dia balik lagi ke kelas"


"sumpah kamu jahat banget!" kataku.


"tapi aku yakin Senni anak baik, dia pasti ngerti


"..." kami pun terdiam


Memang, cinta ga bisa di paksain, Aland juga ga salah-salah amat, aku juga ga nyangka ternyata Aland suka juga sama aku.


"alesan kamu suka sama aku apa?"


"ga tau, tiba-tiba suka aja, tiap ketemu tuh degdegan"


"masa?"


"serius"


Aku percaya-percaya aja sama dia.


"aku masih 14 tahun loh !"


"terus aku? Beda setaun kali !!"


"kamu bentar lagi SMA, di SMA pasti akan ketemu temen-temen baru, banyak juga yang cantik"


"nggak lah, ngapain cemburu, kata Mama juga jalan kita masih panjang, suka-sukaan boleh, tapi inget ada batasan"


"batasan?"


"iya, katanya jangan melakukan kesalahan yang akan kamu sesali seumur hidup katanya gitu"


"misalnya?"


"ga tau, aku juga ga ngerti, tapi katanya semakin dewasa aku akan mengerti"


"mungkin pacaran contonya"


"oohh..."


 


Pertama kalinya aku mengobrol dengan laki-laki selama itu, tanpa canggung sedikitpun, entahlah, tapi rasanya nyaman sekali berbincang dengannya di hari cerah seperti ini.


"eeuumm.. Es teh siapa ini? Buat aku?" tanyanya sambil mengangkat secangkir gelas yang ada di hadapannya


"eh jaa...."


SLLLUUURRRRPPP...


"ngaannn"


"haha... maap habis haus" katanya "enak nih, gula sama asem lemonnya pas, Mama kamu hebat banget !" pujinya


"itu Raline yang buat !" Mama mencolekku, aku jadi malu sekali, sedangkan Aland menatapku penuh bangga.


"Aduh maap saking sibuknya di dapur Mama sampe lupa nganterin cemilan sama minum ke depan" sambung Mamaku, tapi entah kenapa kesannya Mama sedang menyindirku


"ga apa-apa tante, ga usah repot-repot" jawab Aland sopan


"oh iya, Raline siapa ini?" tanya Mama


"oh iya lupa kenalin, ini Aland Ma"

__ADS_1


"oooohhh... Ini yang namanya Aland" jawab Mama senang


"Ma, mama masih sibuk 'kan Ma, itu takut gosong Ma" aku memberi kode pada Mama agar tidak ada interogasi-interogasian, aku mendorong manja Mamaku masuk de dalam rumah


"Ma, jangan gitu, tar ketauan aku suka curhaaattt" ucapku pelan agar tidak terdengar keluar


"ohh... Itu yang namanya Aland, cakep ya" bisik Mama ikut memelankan suaranya.


"Nak Aland, ngobrol-ngobrol aja ya sama Raline, maaf ga bisa temenin kalian, Mama masih harus Masak, jangan dulu pulang ya, makan dulu" kata Mamaku.


lalu aku berjalan kembali keluar rumah menghampirinya.


"eh... Sore ini jalan yuk !" ajak Aland


"ngga ah, kalo sore pasti ga di izinin, soalnya pasti pulangnya malem, Mamaku suka ribet kalo aku pulang malem, ceramahnya bisa panjang" tuturku


"haha... Pusing ya kalo di ceramahin orang tua sendiri"


"iya haha..."


"hari ini hari spesial buat aku"


"kenapa?"


"soalnya aku baru kali ini, dan sebebas ini ngobrol sama kamu"


"ohh.."


"koq cuman oh aja sih"


"lama-lama aku udah mulai terbiasa di gombalin kamu hehehe" candaku. Aland langsung menoyor kepalaku.


"dasar !" ucapnya manja


"jujur loh..."


"apa?"


"gantengnya berasa banget waktu kamu senyum hahaha..." gombalku.


"boleh lah boleh"


"apanya?"


"gombalan mautnya aku kasih nilai 86%"


"ihh..."


kami berdua akhirnya bercanda terus, mengeluarkan gombalan-gombalan maut masing-masing.


Tak terasa sore pun tiba, dan setelah makan di rumah bersama Mama, Aland pun pamit pulang.


"pulang dulu tante, makasih makan sore nya, enak sekali, aku sampe nambah"


"nambah apa doyan" aku nyeletuk


"iya sama-sama" jawab mamaku


"sampe ketemu besok Raline" ucap Aland pamit


"iya"


---------------


Setelah sosok Aland tidak kelihatan lagi, aku membereskan komik dan gelas yang ada didepan


"Cieeeee.... Yang di apelin" goda Mama


"apaan sih Ma...awas ya kalo Papa tau"


"hahaha..." mama tertawa puas.


aku langsung terdiam


"lho koq anak Mama langsung pucat" tanya Mama cemas.


"iya Ma, Raline bingung"


"kenapa? Harusnya seneng kan Aland abis dateng kesini"

__ADS_1


"bingung besok kalo ketemu Senni harus gimana" kataku sambil merebahkan badanku di kursi tamu, dan membaca komik yang tadi belum sempat aku selesaikan.


__ADS_2