Selalu Ingin Bersama Mu

Selalu Ingin Bersama Mu
pop ice


__ADS_3

"gue ngerti sekarang" ucap Sebastian bersuara.


semua menatap ke arah Sebastian.


"lo punya kejadian atau peristiwa yg cukup manis bukan?? " ucap Sebastian.


"lo ngomong apa sih?? " ucap Evan.


"kalo iya, go mungkin si gunung es kek lo gk jadi pergi karena ada yg datang dan nyuruh lo duduk" ucap Sebastian.


"wow..... gue baru nyadar yah, klo kita yang Ngehentiin ni si gunung es bakalan sulit" ucap Lingga.


"benar itu" ucap Albert.


"gue gk ngerti" ucap Evan datar lalu pergi dari sana.


"eh.... van lo mau kemana?? " teriak Lingga.


"sudah lah, kita lanjutin aja nih makan. meski tenggorokan lo tumbuh 100 kagak bakalan di dengar oleh Pangeran es" ucap Albert.


*****


Evan pergi ke taman dan duduk di bangku, kebetulan saat itu Rania melewati taman.


Rania menghampiri Evan dan memberi segelas pop ice untuk Evan, Evan memandang tangan yg memberi pop Ice itu dan kemudian menatap wajah sang pemilik.


"gue gak suka" ucap Evan.


"hahh.....kalo orang udah ngasih Terima aja kih" ucap Rania sambil memberi kan pop ice itu ke tangan Evan dan kemudian duduk di samping Evan.


"gue bilang gue gak suka" ucap Evan.

__ADS_1


"ssttt..... gak boleh menolak rezeki loh" ucap Rania sambil menaruh telunjuknya ke bibir Evan.


Evan terdiam namun detak jantungnya berdetak kencang.


"awalnya gue kira lo orang nya emang super duper ngeselin, tapi..... pas di pikir-pikir itu emang sikap lo, gue tau lo pasti orangnya bisa tertawa bahagia, bercanda dan lain-lain asal lo mau membuka diri lo" ucap Rania.


"kenapa?? " ucap Evan datar.


"karena sikap lo sama kek abang gue, selalu jadi es ketika di depan umum" ucap Rania.


"makanya gue ngasih lo ini dan berharap lo dingin tapi manis dan menyegarkan sama kek pop ice ini" ucap Rania sambil tersenyum.


ivana dan bila mendatangi Rania.


"Ra lo kemana aja sih?katanya ke kantin" ucap bila.


"ehehe.... gue habis dari kantin sih, tapi lagi mogok ngegosip dlu" ucap Rania.


ivana dan bila menatap ke Evan dan kembali menatap ke Rania seolah-olah tak percaya.


"gila ni lebih menyeramkan dari 1000 pasukan mbak kunti" ucap bila.


"gue duluan" ucap Evan.


saat Evan sudah menjauh ivana dan bila langsung duduk di samping Rania.


"Ra lo abis ngegibah sama kak Evan??"ucap ivana.


" iya, emang knapa?? "tanya Rania.


" ya Tuhan Rania Alendra yg secantik dewi turun dari angkasa, si kak Evan itu di juluki dengan panggilan pangeran es atau si gunung es, semua pada dah tau.boro-boro ngengibah duduk di dekat orang asing aja dia kagak mau"ucap bila.

__ADS_1


"ohh gitu kirain kenapa,udah lah yuk kita ke kelas" ucap Rania.


-


-


-


sepulang sekolah Rania berjalan menuju gerbang sekolah.


"Abang mana yh?? " ucap Rania lirih sambil mengecek ponselnya.


"Ra gue duluan yh" ucap Gabriel


"iya" sahut Rania.


Tiba-tiba motor sport hitam berhenti di depan Rania.


"mau di anatar?? " ucap Evan sambil membuka kaca helm nya.


"duluan aja..... kasihan klo lo nganterin gue" ucap Rania.


"weh..... van knapa lo berhenti?? " ucap Lingga.


"itu teman-teman lo pada nunggu udah noh sana" ucap Rania.


"Rania... lo naik aja deh, tu si pangeran es kagak bakalan pergi sebelum lo naik hahaha" ucap Albert.


"udah naik aja" ucap Sebastian


"yaudah" ucap Rania lalu nak di jok belakang.

__ADS_1


Evan yang membonceng Rania duluan dan di ikuti oleh Lingga, Sebastian dan Albert dari belakang.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2