
Rania sampai di depan cafe lalu masuk tanpa melepas helm nya.
Rania lalu mencari dimana letak tempat jevarama, akhirnya dia menemukan jevarama yg duduk di meja bersama seorang perempuan.
tapa basa basi lagi Rania langsung berlari ke sana.
"babang kamu lagi ngapain?? " ucap Rania yg langsung menjewer telinga Jevarama.
"aduh... aduh.... dek dengarin dulu.. aduh" ucap Jevarama sambil memegang tangan Rania yg sedang menjewer telinganya.
semua orang memandang ke arah meja mereka.
"jelasin apa lagi bang, gue yg lama kagak pulang ke indo tau ni cafe tempat apaan" ucap Rania.
"Princes.... kesayangan Abang dengerin dulu" ucap Jevarama.
"ok, abang jelasin Rania dengerin" ucap Rania sambil berkacak pinggang.
"coba lo tengok dulu ke belakang mu dek" ucap Jevarama.
Rania melihat ke belakang dan melihat wanita yg duduk di seberang Jevarama.
"lalu?? " tanya Rania.
__ADS_1
" dia klien Abang Ra"ucap Jevarama.
"ini klien abang ok, Rania bisa ngerti.tapi Rania mau nanya yg nentuin meeting di tempat ini siapa?? " ucap Rania.
"klien" ucap Jevarama.
" hahahaha....... udah kuduga, lebih baik abang ikut Rania pulang aja" ucap Rania.
" Maaf tapi meeting belum selesai.kerja sama belum tercapai anda tidak boleh pergi Mr.Jevarama, anda tidak boleh seenaknya seperti itu" ucap wanita yang disebut klien tadi, kepada Rania.
langkah kaki Raina terhenti dan kemudian ia memberikan badannya menatap wanita itu tadi.
" oohhh.... kalau begitu maaf atas ketidaksopanan saya nona. namun saya tidak akan membiarkan saudara saya berada di kafe ini. Jika Anda mengatakan karena ini adalah tujuan kerjasama maka saya menyarankan untuk membuat janji di lain waktu di tempat yg sesuai, namun jika di tempat berbau romantis seperti ini maka saya sarankan untuk tidak membuat janji atau tak perlu berkerja sama"ucap Rania.
" cih.....ngomong lo besar juga yah, gue nggak yakin lo itu berasal dari keluarga Guinevere. udah anak SMA,pakai helm,cupu lagi . dan ku yakin muka lu sangat buruk"ucap wanita itu.
Jevarama yang mendengar adiknya dikatakan seperti itu pun menjadi marah, lalu kemudian menepis tangan wanita yang menunjuk Rania.
" jaga ucapan. sekali lagi kau menghina adikku maka nyawamu akan taruhan" ucap Jevarama marah.
semua orang menonton semua itu.
" Mulai detik ini PT. JS tidak akan bekerja sama dengan PT. Flora"ucap jevarama.
__ADS_1
namun tak sampai di situ, Rania membuka hlem nya yang menunjukkan wajah cantik bidadari miliknya.
" Gue memang anak SMA, Nama gue tak akan membiarkan abang saya memiliki istri yang begitu buruk seperti kamu camkan itu baik-baik."ucap Rania.
Rania berjalan mendekati wanita itu dan membisikkan sesuatu di telinga wanita itu.
" nona muda Flora, Ingatlah wajahku.suatu saat kita akan bertemu lagi. Dan di saat itu aku akan membuat keluarga Flora menderita"ucap Rania.
" Jika kau tak ingin Itu semua terjadi jangan berani-beraninya menyentuh keluargaku"ucap Rania kemudian menjauhkan diri dari wanita itu,
" Bang kita ayo pulang"ucap Rania
wanita itu tak lagi mengejar mereka sama karena ia melihat keseriusan di dalam mata Rania saat mengatakan semua itu ia merasa sedikit takut dengan semua yang dikatakan Rania.
Rania dan JevaRama keluar dari Cafe tersebut.
"dek..... sayang.... maafin Abang" ucap Jevarama.
"pulang" ucap Rania sambil menaiki motor matic milik Pak Dimas dan kemudian menyalakannya lalu tancap gas menuju rumah.
Jevarama hanya mengalah nafas karena ia tahu kalau suasana hati sedang tidak baik-baik saja.
kemudian ia memilih masuk ke dalam mobil dan menyusul Rania.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....