
Rania kemudian membawa nampannya dan mencari meja kosong, namun tidak ada meja yg kosong.
"eh.... cewe" panggil seseorang.
Rania menoleh ke arah sumber suara.
"kemari kami mempunyai satu bangku kosong" ucap Lingga.
Rania menghela nafas panjang lalu menghampiri meja mereka, sedangkan banyak mata kaum hawa menatap sinis kepada Rania.
"apa aku boleh duduk di sini?? " ucap Rania.
"tentu" ucap Lingga.
lalu Rania duduk di bangku kosong tepat di samping Evan yg tak memperdulikan Rania yg duduk di sampingnya.
"eh.... cewe.. nama lo siapa?? " tanya Lingga.
"Nama gue Rania" ucap Rania.
"gue Lingga"ucap Lingga.
" gue Albert salam kenal"ucap Albert.
"Sebastian" ucap Sebastian singkat.
"klo di samping lo itu namanya Evan, dia emang orangnya dingin gitu, tapi dia baik dan tampan loh" ucap Lingga.
"ohh... senang berkenalan dengan kalian" ucap Rania kemudian mulai memakan baksonya.
baru beberapa suap Rania memakan baksonya, ponselnya berdering.
"hallo Aar.... ada apa?? " ucap Rania
__ADS_1
"Rania.... kmu di panggi ke ruang kepsek, katanya kmu di minta tanda tangan untuk kembalinya bersekolah kek biasa" kata pemuda yg bernama dwi arief yg kerap di panggil Aar.
"ok.ok, gue ke sana sekarang" ucap Rania kemudian mematikan telponnya.
"sorry gue duluan" ucap Rania kemudian pergi.
setelah Rania pergi si tukang gosip mulai beraksi.
"hey... gue yakin sekali klo Rania gk punya perasaan kaya ciwi-ciwi yg lain itu" ucap Lingga.
"diem lo tukang gosip" ucap Albert dan Sebastian bersamaan, sedangkan Evan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para sahabatnya.
********
Rania mengetik pintu ruang kepsek dan mendapat sahutan dari dalam yg memperbolehkan ia masuk.
"slamat siang Pak, maaf saya terlambat menemui bapak" ucap Rania.
"tak apa-apa, silakan duduk Rania" ucap pak kepsek.
"benar pak, tapi saya mohon sma bapak untuk tetap merahasiakan marga keluarga saya" ucap Rania.
"tentu saja, ini jga instruksi dari kepyas saya tak bisa menolak. jadi saya memanggil anda ke sini, hanya ingin meminta anda menandatangani surat pernyataan ini" ucap kepsek.
"baik Pak" ucap Rania kemudian membaca surat pernyataan dan menandatangani nya.
"kmu bisa kembali" ucap kepsek
"baik, trimakasih pak. saya permisi dulu pak" ucap Rania.
Rania keluar dari ruang kepsek dan kembali ke ruang kelas.
"Rania.... untung lo datang tu lo di cari kak Exspransa" ucap cindy.
__ADS_1
"kenapa?? " ucap Rania
"diskusi untuk bimbingan hari 2 MPLS" ucap cindy.
"yaudah ayok" ucap Rania lalu keduanya berjalan menuju kelas XII IPA 2.
*******
bel pulang pun berbunyi, Rania menaiki motornya.
"wow.... lo keren banget Rania, lo jga pke motor sport" ucap Lingga.
"hm" balas Rania singkat.
"ehh... mau mampir ke cafe bareng kita gk?? " ucap Lingga.
"maaf, gue gk bisa ikut.gue ada beberapa pekerjaan yg harus di selesai kan" ucap Rania sambil tersenyum.
"ckck..... gak cuman si Evan,nyatanya ada cewe cantik kek lu bisa sesibuk itu yh,padahal gue pengen lo gabung sama kita buat ngerayain lo jadi teman kita" ucap Lingga.
"heheh... sorry banget yh, ehh... gue duluan yh" ucap Rania.
"ok" ucap Lingga.
Rania memakai helm nya dan pergi duluan.
"cock.... Ga.. Ga... lo bisa di kira gila, orang go nganggep lo teman malah sok mau jadi teman, miris banget hidup lo Ga" ucap Albert.
"bomat" ucap Lingga.
"kita cabut yok" ucap Evan
keempat pun pulang.
__ADS_1
BERSAMBUNG....