
tak terasa Sudah 3 bulan berlalu Rania sekolah di SMA GUINEVERE.
dan juga Rania sudah agak sedikit dekat dengan Evan dan kawan-kawan.
Rania bangun pagi seperti biasa dan melakukan rutinitasnya sehari-hari. setelah selesai ya kemudian turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama.
" Selamat pagi Princess"ucap jevarama.
" Selamat pagi sayang"ucap papa.
" Selamat pagi anak kesayangan mama"ucap mama.
" Pagi juga Bang.Pagi Pa.Pagi Ma" ucap Rania sambil berjalan menuju kursinya yang berada di dekat Jevarama.
Semuanya sibuk dengan sarapan masing-masing sampai akhirnya Papa membuka suara
" Rania bagaimana perasaanmu ketika sekolah kembali dalam 3 bulan ini?? " ucap papa.
" ini lebih menyenangkan pa, Rania dapat kembali bersama sahabat dan juga Rania dapat teman baru dapat berteman dengan adik-adik kelas kakak kelas semuanya menyenangkan Pa"ucap Rania.
tiba-tiba Jevarama melepas garpu miliknya kembali ke meja, dan berpaling menetap Rania.
" teman atau sahabatmu cowok atau cewek?? "tanya Jevarama.
" ada cewek ada juga cowok Bang" ucap Rania santai.
" nggak usah temanan sama cowok,Abang nggak nggak mau ya"ucap Jevarama.
" ya kan cuma temenan aja Bang lagian juga Rania temenan sama mereka udah dari SMP." ucap Rania.
" tapi Awas aja kalau kamu sampai pacaran sama salah satu cowok Teman kamu"ucap Jevarama.
__ADS_1
" mulai lagi deh" ucap Mamah dengan suara pelan.
" anak-anak mu itu pa" ucap mama sambil berbisik kepada papa.
" anak-anakmu juga kali mah" ucap papa.
" aduh aduh Kenapa Emangnya Bang? Gimana kalau aku suka? " ucap Rania.
" Astaga....Rania.......Kamu itu cuma cukup punya Abang aja,kamu udah punya Abang ngapain kamu cari cowok lain, gak.gak pokoknya gak boleh"ucap jevarama.
sedangkan Reni hanya tersenyum jahil.
" tapi bohong Gimana kalau Rania suka sama salah satu teman ranio dan gak bisa dipisahin gimana?? " ucap Rania jahil.
" oh oh gak ....gak ..gak nggak Pokoknya nggak boleh. Siapa cowok itu biar Abang samperin?"ucap jevarama sambil bersiap berdiri dari kursinya.
Sambil tertawa terbahak-bahak Rania menahan Jevarama.
Jevarama kembali duduk ke kursinya dengan wajah cemburunya.
" nggak mood lagi gue makan"ucap jevarama.
" Oh oke kalau abang nggak mau makan...hmmm.....Rania mau pacaran deh sama salah satu teman Rania"ucap Rania mengancam jevarama.
dengan cepat Jevarama langsung menghabiskan sarapannya.
semuanya tertawa terbahak melihat kelakuan jevarama yang begitu ketakutan dengan ancaman Rania.
*******
sedangkan di sebuah Mansion
__ADS_1
Evan kini berada di ruang makan bersama Mommy dan daddy.
" Evan Mommy dan daddy mau ngomong sesuatu" ucap mommy.
" bicara saja mom.... Evan masih bisa dengar" ucap Evan datar sambil menyantap sarapannya.
" Ya Tuhan Mengapa engkau memberikan anak yang begitu mengesalkan seperti ini? ? " ucap mommy.
" Evan kamu tak perlu mendengarkan mommy mu itu" ucap daddy yang 11 12 datarnya dengan Evan.
" dasar ya lo berdua emang aja. anak dan bapak sama aja, Will nanti malam Kamu tidur di luar" ucap mommy.
" jangan. jangan sayang" ucap daddy yang langsung panik.
" makanya...gara-gara kamu lihat tuh anak mu itu" ucap mommy.
Evan yang melihat kelakuan keduanya hanya terdiam sambil menyantap sarapannya.
" Evan sudah selesai.jika tidak ada yang ingin dibicarakan Evan mau cabut ke sekolah" ucap Evan.
" eh eh jangan, tunggu...tbicar.Mommy mau bicara" ucap mommy.
Evan kembali meratakan posisi duduknya dan melipat Tangannya di atas meja makan.
" jadi? ? " ucap Evan sambil mengangkat sebelah alisnya.
"anu..... Evan sayang....Mommy mau... " belum selesai Mommy berbicara Evan kembali bersuara.
" waktu Mommy untuk berbicara hanya 3 menit"ucap Evan.
"mommy mau menjodohkan kmu dengan anak teman mommy" ucap mommy cepat.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....