Selalu Ingin Bersama Mu

Selalu Ingin Bersama Mu
di tangga


__ADS_3

Jevarama mengantar Rania sampai di depan gerbang.


"bang makasih yah udah mau antar Rania" ucap Rania sambil menyalim Jevarama.


"apa yg gk bisa buat adek abang ni sih" ucap Jevarama.


"ya udah, Rania turun yah" ucap Rania.


Rania melambai Jevarama dan kemudian masuk gerbang.


"waduh neng..... neng cepat bangat datangnya,baru neng sama si den Evan dah paling cepat datang, bangga bapak sama kalian murid yg teladan" ucap satpam.


"hehe.... gakpapa pak, soalnya hari ini giliran saya piket kelas, jadi saya datang cepat.yaudah pak saya masuk dulu, semangat ya pak" ucap Rania kemudian berjalan menuju kelasnya.


kring....


notifikasi ponsel Rania berbunyi, Rania membuka ponselnya.


karena terlalu fokus dengan ponselnya Rania tanpa sadar kalau di depannya ada tangga.


kaki Rania tergelincir dan jatuh namun sebuah tangan yg kokoh menarik lengan Rania yg membuat Rania tertarik dan membentur dada bidang sang pemilik tangan kokoh yg menariknya tadi.


Rania mengangkat wajahnya melihat orang itu, tatapan keduanya bertemu yg membuat seolah-olah waktu berhenti.


Akhirnya Rania tersadar dan menjauhkan tubuhnya dari orang itu yg tak lain adalah Evan yg kebetulan melewati tempat itu menuju perpustakaan.


"makasih yh lo udah nolongin gue" ucap Rania

__ADS_1


"hm.lain kali kalau buka HP sebaiknya lo berhenti dulu" ucap Evan kemudian berlalu pergi.


Rania pun kembali melanjutkan jalannya menuju kelas.


setelah itu satu persatu teman-teman datang ke sekolah dan pelajaran pun di mulai.


******


selama pelajaran berlangsung Evan tidak fokus, sering kali ai melamun.


"apa yg terjadi sama gue?? kenapa saat tadi detak jantung gue gak normal?? gue harus datang ke rumah sakit buat cek kesehatan jantung, jantung gue pasti bermasalah karena detangka tak sesuai dengan hitungan normal " batin Evan.


Sebastian, Albert,dan Lingga menatap penuh selidik kepada Evan yg terlihat tidak fokus ke pelajaran.


pelajaran usai dan lonceng istirahat sudah berbunyi.


Evan dkk pergi ke kantin.


"hm"


"lo kenape?? kok di kelas tadi lo kek kagak fokus gitu?? " ucap Lingga.


"kepo" jawab Evan singkat, datar, dan jelas.


"ya elah lo van.... bahan benar lo" ucap Lingga.


"van.... kalo lo ada masalah lo bisa ceritain ke kita kok" ucap Albert kemudian meminum minumannya.

__ADS_1


"menurut lo semua detak jantung melewati hitungan normal di karena apa?? " ucap Evan santai.


"uhuk... uhuk... van lo dari tadi mikirin apa penyebab detak jantung yg gk stabil??!! ya Tuhan van...... lo lari aja buat lo tau detak jantung lo stabil atau malah meledak" ucap Albert.


"tunggu!!!! gue punya firasat" ucap Lingga.


"apaan?? " ucap Albert.


sedangkan Evan hanya Mengeleng-gelengkan kepalanya,karena tak puas dengan jawaban Albert. lalu mengambil minumannya dan meminumnya.


"Jangan-jangan lo jatuh cinta van"ucap Lingga yg membuat Evan tersedak.


" uhuk... uhuk....jatuh cinta??dasar aneh"ucap Evan sambil ingin beranjak pergi namun saat itu Rania datang dengan nampan besar di tangannya.


"lo mau ke mana??, gue datang buat ngasih ini buat lo dan teman-teman lo" ucap Rania.


Evan kembali duduk.sedangkan Lingga, Albert dan Sebastian menatap penuh tanda tanya kepada Evan.


"kalian makan lah, gue traktir kalian.gue cabut dulu yah" ucap Rania.


setelah Rania ketiganya menatap penuh pertanyaan kepada Evan.


"lo semua jangan banyak fikir, dia hanya berterima kasih karna gue nyelamatin dia di tangga" ucap Evan dingin.


"what??!!" ucap Lingga.


"gue ngerti sekarang" ucap Sebastian bersuara.

__ADS_1


semua menatap ke arah Sebastian.


BERSAMBUNG......


__ADS_2