
Rania dan yg lain pamit pulang karena sudah sore.
"guys.... kapan-kapan ngumpul lg yh, soalnya gue, ayu kan beda sklh ama kalian sih, jadi jarang ketemu di sklh" ucap Aulia.
"ok.. tentu"ucap Rania.
semuanya balik ke rumah masing-masing.
di jalan Rania menyetir mobil nya dengan kecepatan rata-rata.
ponsel Rania berdering, Rania menekan tombol pada handsfree di telinganya.
" ya.. hallo"ucap Rania.
"RANIA....... apa kau sudah lupa dengan ku??!!!! " ucap seseorang di seberang sana dengan nada marah besar.
"uhhh..... maaf.. maaf jiejie, aku lupa memberitahukan kalian kalau aku sudah sampai" ucap Rania.
orang yg menelpon nya tak lain yaitu yin mey.
" ran'er.... kamu membuat kami khawatir loh, bahkan ni si wewei sudah mulai mogok makan" ucap lu han di seberang sana.
"hehe.... maaf kan aku, gege, jiejie..... maafkan aku yh" ucap Rania.
"kau ini yh benar-benar, bukan kh sudah ku bilang kabari aku ketika sampai. tunggu saja kau kembali ke sini aku akan memikirkan cara menghukum mu" ucap yin mey.
"baik lh" ucap Rania.
" sudah lh, tak ada yg sanggup untuk terus marah dengan kelinci imut seperti mu.kau sekarang sedang di mana??" ucap yin mey.
"aku sedang di jalan jie, karena ada sedikit keperluan yg harus di kerjakan" ucap Rania berbohong. takut yin mey marah jika ia mengetahui jika ia habis ngumpul bareng teman-teman,sampai lupa memberi kabar kepada nya.
"ya sudah.... cepat lh kembali" ucap yin mey.
__ADS_1
"baik jiejie ku" ucap Rania.
kemudian yin mey mematikan sambungan telepon miliknya.
*******
di rumah Evan kepikiran tentang Rania.
"wanita yg cukup menarik" ucap Evan.
tok... tok...
"masuk saja" ucap Evan datar.
seorang wanita berusia 36 thn masuk ke dalam kamar Evan.
"sayang.....apa kau punya waktu luang?? " ucap wanita itu lalu duduk di dekat Evan.
" ahh... haha.. itu sayang mommy mau kau.. "belum selesai mommy berbicara Evan sudah menyelanya.
" aku tak ingin pergi mom"ucap Evan.
"ayo lh Evan... mommy mau lihat kmu kyak anak yg lain... mereka begitu romantis punya pacar, kalo kmu mana?? ayo lh Evan.. " ucap mommy.
"mom.... Evan gk akan pergi, dan jga Evan masih terlalu dini untuk mempunyai kekasih" ucap Evan sambil menyalahkan komputer miliknya.
"hahhh.... habis lh apa dugaan ku benar kalau anak ku memiliki kelainan??!!! ya Tuhan" gumam mommy namun masih dapat di dengar oleh Evan.
"mom....... kau sungguh mengganggu ku saja, lebih baik mommy pergi menemani daddy" ucap Evan datar tanpa mengalihkan tatapannya dari komputer nya.
"Evan sayang....... MOMMY TIDAK AKAN MENYERAH BEGITU SAJA, mommy akan.... kau... kau tunggu saja" ucap mommy sebelum keluar.
"hah..... apa semua ibu-ibu seperti itu? " gumam Evan sambil menggeleng kepalanya.
__ADS_1
*******
keesokan harinya Rania bangun cepat dan melakukan rutinitas paginya.
setelah selesai ia turun ke bawah.
"pagi ma... pa.. bang" ucap Rania.
"pagi sayang" ucap mama dan papa
"pagi princess nya babang" ucap Jevarama.
Rania duduk di samping Jevarama dan mengambil satu lembar roti dan mengoleskan selai stroberi.
"Sayang... bagaimana hari mu di sekolah ? " ucap papa.
"sungguh menyenangkan pa, lagian teman-teman Rania dulu sikapnya go berubah kok, selalu baik" ucap Rania.
"syukur lh kalau begitu" ucap papa.
kemudian mereka meneruskan sarapan mereka.
"Rania udah selesai" ucap Rania.
"hm... buat mu" ucap Jevarama sambil memberikan setangkai permen.
"terimakasih bang" ucap Rania kemudian memakan permen itu.
"mau abang antar gak?? " ucap Jevarama.
"hmmm..... blh deh" ucap Rania.
BERSAMBUNG......
__ADS_1