SEMESTA

SEMESTA
Semesta 02


__ADS_3

“Bertemu denganmu tak pernah ku rencanakan, mungkin Tuhan tau kamulah duniaku”


~Ruby Annetha~


krrrrriiiiiiing...


(anggep aja bunyi bel masuk ya gaes)


Ruby berniat menemui Bu mei-mei di perpus.


"Neta, Lo mau ke perpus sekarang?" sila


"iyalah, tadi kan si sultan bilangnya gue harus temuin Bu mei-mei pas bel masuk ." Ruby


"gue ikut yah Beb, males nih ikut pelajaran sosiologi, yang ada bikin ngantuk." ucap sila sambil merengek kaya anak kecil minta jajan.


" Lo mana pernah pelajaran ngga ngantuk sih sila?" jawab Ruby sambil memutarkan bola matanya.


"hehe... lagian Bu Siska suara nya merdu banget njiiir.. gue berasa didongengin tentang karakter manusia." jawab sila santai.


Ruby dan sila sama-sama tertawa mengingat suara Bu Siska yang bener-bener lemah lembut.


"udah ah, Bu Mei-mei udah nungguin gue nih bisa kena omel gue kalo telat, Lo dikelas aja jagain singgahsana gue, takut ada yang ambil" kata Ruby sambil menepuk pundak sila dan mengedipkan mata sebelah.


"gaya Lo, singgahsana, kursi butut kek gini aja Lo bilang singgahsana, HALU LO KEBANGETAN WOY.." kesal sila sambil menendang kursi Ruby.


Ruby pun langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi sila dan lari menuju perpus.


.


.


.


Ruby berjalan sendirian menuju perpus, dilihatnya koridor sekolah yang sepi karena seluruh siswa sudah masuk kedalam kelas masing-masing.


"sepi banget sih, jadi merinding nih gue jalan sendirian disini." kata Ruby sambil clingak-clinguk.

__ADS_1


.


.


.


di depan perpus,Ruby langsung mengetuk pintu dan masuk ke dalam perpus dan dilihatnya didalam ada petugas perpus dan dipojokkan ada Bu Mei-mei yang sedang duduk cantik sambil ditemani laptop dan beberapa buku diatas meja.


" Hay ka Jihan, " sapa Ruby ke pada petugas perpus yang sudah lumayan akrab dengan ruby, karna Ruby memang sering bolak balik perpus buat pinjem beberapa komik dan novel.


"Hay Ruby cantik, tumben kamu ke perpus, mau pinjem komik? " jawab ka Jihan.


" eh ngga kok ka, ini mau ketemu Bu mei-mei tadi disuruh ketemu disini katanya." jawab Ruby.


" oh... Pantesan, Kaka perhatiin akhir-akhir ini jarang liat kamu kesini buat pinjem komik, lagi sibuk nulis yah? " tanya ka Jihan.


" Ngga sih ka ,sekarang udah jarang nulis juga, udah kelas 12 aku ka, mau serius belajar." jawab ruby sambil tersenyum.


ka Jihan hanya menanggapi jawaban Ruby dengan ber"oh " ria. dan kemudian Ruby berjalan mendekati Bu mei.


" permisi, Bu mei panggil saya tadi?" tanya Ruby.


"hehe iya Bu, ada apa yah ibu panggil saya?"tanya Ruby lagi.


" kamu duduk dulu,nanti tungguin satu orang lagi, nanti baru saya jelasin." jawab Bu mei.


suasana kembali hening, Bu mei ini sosok wanita yang lumayan membuat takut menurut Ruby, pasalnya sifat Bu mei yang tegas, dan mukanya yang serius ketika mengajar bahasa Inggris di kelasnya,kadang bikin Ruby gugup dan takut.


"*aduh gue kayanya mau disidang nih, apa gara gara nilai ulangan Inggris gue kali ini jelek yah,mana belom sempet gue liat tadi."(batin Ruby)


*nb.kertas ulangan yang di kasih sama sultan*.


tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan langkah kaki. karna kaget sontak Ruby dan Bu mei melihat ke arah pintu dan ternyata disana ada seseorang yang sudah ditunggu Bu mei.


dan ternyata yang dari tadi ditunggu adalah....


" itukan cowo yang tadi pagi nabrak gue" (batin Ruby).

__ADS_1


"semestha ayo cepet kemari." kata Bu mei.


" baik Bu, maaf telat." semestha


" it's ok, silahkan duduk." Bu mei.


semestha duduk disebelah Ruby, dan berhadapan dengan Bu mei.


" tujuan ibu manggil kalian berdua karna ibu mau minta tolong ke kalian berdua, satu bulan lagi kan sekolah akan mengadakan lomba tahunan dengan beberapa sekolah lain , berhubung ibu tau kalian berdua ini punya bakat terpendam, kalian bisa saluran bakat kalian di acara besok." penjelasan Bu mei yang panjang tapi tetep bikin bingung ruby,dan dilihatnya semestha tampak menganggukkan kepalanya.


"maksud ibu saya harus bikin novel atau baca komik pas acara lomba tahunan berlangsung Bu?".tanya Ruby.


kemudian tatapan seakan membunuh datang dari mata Bu mei dan mata cowok yang ada disamping Ruby.


" hehe piss Bu piss, bercanda sih,lagian tegang banget ." ucap Ruby sambil mengangkat dua jari nya.


"lucu" ucap semestha dengan suara lirih dan masih sempat terdengar oleh Ruby.


"maksud ibu, suara kamu sama semestha kan bagus, ibu sih kepikiran buat kalian bisa berkolaborasi dalam lomba tersebut, lagian punya bakat kenapa ngga di kembangin sih, ini mumpung lagi ada kesempatan loh." sambung Bu mei


Ruby dan semestha hanya diam sambil termenung.


" ok kalo diem berati ibu anggap kalian setuju. ibu bisa atur jadwal perdana kalian buat latian, dan buat latian berikutnya ibu yakin kalian bisa atur sendiri. dan ibu berharap sekali sama kalian berdua. ibu tinggal dulu yah,nanti sepulang sekolah temuin ibu di ruang seni." jawab Bu mei sambil berjalan keluar dari perpus.


"padahal gue kan belom bilang setuju. aaarrrgh ... ini sih namanya pengambilan keputusan sepihak." omel ku sembari melihat Bu mei keluar.


Hay gaes ...


akhirnya author kembali lagi nih...


kira kira udah kangen belom nih sama Ruby,sila dan semestha❤️


gimana nih musim liburan dihabisin buat apa aja???


jangan kayak author yah yang cuma rebahan setiap hari wkwkwk.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Terus dukung aku dan tulisan ku yah ,dengan cara ngasih komentar, saran dan kritik, jangan lupa pencet love nya biar author makin rajin updetnya ❤️❤️❤️😘😘😘 thanks you all...


__ADS_2