Sengaja Mencintaimu Untuk Kausia-siakan

Sengaja Mencintaimu Untuk Kausia-siakan
Seribu Cara


__ADS_3

Mendengar ucapan Alisia membuat Andrian langsung melirik ke arahnya. Bagaimana bisa baik-baik saja saat seseorang telah sah menjadi seorang istri, akan tetapi ia meminta untuk tidak diakui. Sungguh, sangat menyakitkan bagi siapa pun yang mendengarnya.


"Maksud lo?" tanya Andrian kaget.


"Ya, kan tadi gue udah bilang kalau gue gak mau diantar sama lo. Jadi, sekarang lo harus nurutin apa kata gue," jawab Alisia tanpa dosa.


"Tapi kita sudah menikah." Andrian terkekeh.


Ia tidak bisa begitu saja menyetujui permintaan Alisia yang dianggapnya nyeleneh.


"Kan gue gak pernah mau nikah sama lo," sahut Alisia memasang wajah begitu pahit.


"Ya tapi sekarang kita sudah nikah, berarti artinya lo harus dengerin apa kata gue." Andrian tetap tidak mau kalah.


"Ya udah sih, kalau lo gak mau gue tinggal turun aja di sini," tukas Alisia.


Sangat sulit untuk Andrian jika terus-menerus menuruti pembicaraan Alisia. Namun, di sisi lain ia juga tidak diberi pilihan selain dari menurutinya.


"Ya udah, gue turutin omongan lo."


Alisia tersenyum sinis pertanda ia telah memenangkan perdebatan kali ini dari Andrian.


"Berarti lo punya hutang ke gue satu," lanjut Andrian.


"Hutang?" tanya Alisia mengerutkan kedua alisnya.


Belum saja ia merayakan kemenangannya, ucapan Andrian membuatnya merasa keheranan.


"Iya hutang. Kali ini gue turutin omongan lo, nanti lain kali lo harus turutin omongan gue," tantang Andrian.


Alisia mengangkat kedua alisnya dengan diiringi tatapan penolakan.


"Enak aja. Ogah gue kalau harus turutin omongan lo," tolak Alisia dengan mentah-mentah.


"Ya udah, gue juga gak bakalan turutin omongan lo itu." Andrian melirik ke arah Alisia dengan sorot mata menyepelekan.


Tidak akan begitu saja bagi Andrian seenaknya menuruti ucapan Alisia. Apalagi saat ia tahu bahwa Alisia sempat kehilangan ingatannya. Ini akan sangat sulit untuknya membuat Alisia mencintainya.


"Sialan nih orang! Ternyata enggak gampang juga buat naklukinnya," batin Alisia.


"Oke gue setuju," ujar Alisia dengan nada suara terpaksa.


Demi menyelamatkan hubungannya dengan Edgar, Alisia dengan terpaksa menyetujui kesepakatan yang dibuat oleh Andrian.


Andrian menyodorkan tangan kirinya pada Alisia sambil melirik ke arahnya.


"Buat apa?" tanya Alisia singkat.


"Tanda kesepakatan harus diiringi dengan berjabat tangan, biar salah satu di antara kita tidak ada yang saling mendustakan," jawab Andrian.


Tanpa basa-basi dan malas untuk berdebat kembali, Alisia dengan terpaksa langsung menjabat tangan Andrian.

__ADS_1


"Lo pikir gue bakalan begitu saja nurutin omongan lo? Gak bakalan Alisia. Lo harus membayarnya juga dengan menuruti apa kata gue nanti," batin Andrian.


Itu adalah kali pertama Andrian dan Alisia berjabat tangan satu sama lain. Bahkan, saat acara pernikahan pun Alisia dan Andrian tidak saling berjabat tangan. Diam-diam Andrian begitu bahagia sebab setelah belasan tahun, hari ini ia baru bisa menjabat tangan Alisia kembali. Meskipun dalam sebuah kesepakatan yang terlahir dari unsur keterpaksaan.


Sudah hampir genap setengah jam keduanya menghabiskan waktu di perjalanan. Untuk sementara ini Andrian hanya bisa menuruti apa yang diucapkan oleh Alisia.


"Masih jauh?" tanya Andrian setelah hampir tiga menit tidak ada obrolan yang tersambung.


"Bentar lagi sampai kok," jawab Alisia singkat.


"Itu di depan dikit lagi. Rumah yang gerbangnya warna hitam," tunjuk Alisia.


Sementara Andrian mengikuti arahan dari Alisia.


"Rumah siapa itu?" tanya Andrian setelah memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah.


"Lo gak perlu tahu," jawab Alisia singkat. Sedetik kemudian, ia turun dari mobil.


Keluar lah seorang laki-laki dari rumah itu. Berperawakan tinggi dan putih, hidung yang cukup mancung, bibir yang sedikit tebal dan kumis tipis yang menambah kemanisannya. Ya, laki-laki itu adalah Edgar Reyhan.


Andrian pun turun dari mobilnya dan mengikuti Alisia.


"Sayang, lo ke mana aja sih?"


Tanpa mempedulikan keberadaan Andrian, Alisia langsung memeluk Edgar sembari bermanja-manja kepadanya.


"Maaf ya, Sayang. Lama gak ngabarin," jawab Edgar dengan membalas pelukan Alisia.


Sementara Andrian hanya bisa menyaksikan sebuah pertunjukkan yang membuat perasaannya hancur tak beraturan. Ia tidak menyangka bahwa Alisia akan membawanya pada kekasihnya. Seorang perempuan yang telah menjadi istri sah nya, kini di hadapannya sedang berpelukan dengan laki-laki lain. Suami mana yang tahan melihat hal ini?


"Itu siapa, Sayang?" tanya Edgar melihat Andrian di hadapannya.


"Oh, itu? Sopir baru papa," jawab Alisia tanpa dosa.


Sontak Andrian melirik ke arah Alisia. Matanya bulat sempurna, pun dengan detak jantungnya yang semakin berdegup kencang. Jawaban Alisia benar-benar membuat Andrian tidak tahan lagi menahan amarahnya. Tidak tanggung-tanggung, Andrian dibilang sopir baru Marvin. Perlahan tapi pasti Andrian berjalan ke arah Alisia dan Edgar.


"Kenalin, gue Andrian," ucap Andrian menyodorkan tangannya.


Edgar tersenyum sinis dan tidak menjabat tangan Andrian.


"Sopir itu gak pantas berjabat tangan dengan orang kaya," umpat Edgar merasa berbangga diri.


Tangan kiri Andrian mengepal sempurna. Jika saja ia diberi pilihan, maka saat itu juga ia akan menghajar Edgar. Sedetik kemudian, ditariknya kembali tangan kanannya.


"Ya udah, ke dalam yuk, Sayang," ajak Edgar pada Alisia.


Dengan begitu bahagia Alisia menuruti ajakan dari Edgar. Begitu pun dengan Andrian, ia turut serta mengikutinya dari belakang.


"Eh, eh lo mau ngapain ikut?" tanya Edgar menghentikan langkah Andrian.


"Tuan Marvin nyuruh gue buat jagain Alisia. Jadi, ke manapun dia pergi maka gue harus menemaninya. Termasuk ke dalam rumah ini," jawab Andrian.

__ADS_1


"Lo enggak usah ikut! Lo diam aja di luar!" suruh Edgar terkekeh.


Andrian melirik ke arah Alisia, akan tetapi Alisia sama sekali tidak bicara. Melainkan malah memasang wajah menyepelekan yang membuat Andrian semakin tertantang untuk bisa menaklukkannya.


"Oh, ya udah, kalau gitu gue laporin aja sekarang ke Tuan Marvin," ujar Andrian santai sembari mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Seketika Alisia tertegun. Ini di luar kesepakatannya dengan Andrian. Marvin pasti akan kesetanan jika mengetahui Alisia ternyata pergi ke rumah laki-laki lain.


"Eh, jangan! Ngadu ya lo ke papa gue," umpat Alisia.


Edgar melirik ke arah Alisia dan dengan terpaksa mengizinkan Andrian masuk ke rumahnya.


"Tahu rasa lo. Nantangin gue sih," batin Andrian.


"Jadi beberapa hari yang lalu tuh gue nyiapin berkas-berkas buat persiapan daftar kuliah," ungkap Edgar.


Alisia dan Edgar mengambil bagus duduk di ruang tamu. Begitu dengan Andrian, ia pun duduk di sebelah Alisia. Melihat tingkah Alisia yang menyandar-nyandarkan kepalanya pada bahu Edgar membuat Andrian semakin tertantang untuk mengganggunya.


"Terus kenapa lo gak bilang dulu? Gue kan khawatir," ucap Alisia begitu manja.


Uhuk uhuk uhuk


Andrian sengaja batuk-batuk untuk mengalihkan perhatian Edgar dan Alisia. Sementara Edgar melihatnya dengan tatapan sinis.


"Ya maaf, Sayang. Tadinya mau ngasih kabar tapi karena sibuk banget, jadi gak sempat pegang handphone," sambung Edgar mengelus kepala Alisia.


Andrian melirik ke arah tangan Edgar yang sedang mengelus kepala Alisia. Ia tidak bisa membiarkan hal ini.


Prakkk


"Di rumah lo siang-siang gini banyak nyamuk ya?" tanya Andrian memotong pembicaraan Edgar dan Alisia.


Ia mengusap tangannya dan sedikit menggaruk tangannya. Sungguh, akting yang luar biasa.


"Sembarangan lo," tukas Edgar.


"Nah nah nah, ini ada nyamuk di kepala Alisia," ucap Andrian sambil menunjukkan tangannya ke kepala Alisia.


Sontak tangan Edgar langsung terlepas dari kepala Alisia.


"Nah, udah kabur sekarang nyamuk nya," lanjut Andrian melakukan aksinya.


"Sialan nih orang. Ganggu mulu dari tadi," batin Alisia.


"Maksud lo tangan gue nyamuk?" tanya Edgar mengerutkan kedua alisnya.


"Emang tadi gue bilang tangan lo nyamuk ya? Perasaan enggak deh," sahut Andrian santai.


Bagi Andrian masih ada seribu cara untuk menganggu Alisia dan Edgar agar merasa tidak nyaman.


(*)

__ADS_1


SEMOGA SUKA YA, GUYS. ❤


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA. ❤


__ADS_2