Senyum Yang Tersembunyi

Senyum Yang Tersembunyi
Azela


__ADS_3

" Ma, Azela berangkat kuliah dulu, pulangnya agak malaman jadi mamah tidak perlu menunggu Azela. " pamit Azela dingin sambil mencium tangan mamanya,


" hati hati sayang " ujar mamanya.


Sudah 2 tahun zel, mengapa engkau masih menutup dirimu dari dunia luar. rintih batin Alena setelah kepergian Azela.


Dengan sangat anggun Azela menggoes sepedanya yang dia gunakan kekampus, disetiap perjalanan banyak lelaki berdecak kagum akan kecantikan Azela namun itu tidak menarik bagi Azela yang sepertinya hati Azela sudah tertutup rapat. Azela tinggal sendiri dengan mamanya ,ayahnya meninggal dua tahun lalu bersama kekasih Azela yang akan meminang nya dan kejadian itu mengubah kepribadian Azela .


Azela membutuhkan waktu 20 menit tiba dikampusnya,setelah memarkirkan sepedanya azela berjalan santai dengan gaun hitamnya dan sepatu cats yang senada dengan bajunya, Azela tidak pernah memakai baju berwarna selain hitam, rambutnya juga selalu digulung keatas, jika dilihat penampila Azela sangat sederhana tapi tidak dapat dipungkiri bahwa setiap langkanya meninggalkan decak kagum pada lelaki yang melihatnya.

__ADS_1


Azel melirik jam ditangganya " masih jam 7:00, aku harus keruangan musik terlebih dahulu," gumamnya dalan hati. Azel melangkahkan kakinya kelorong sebelah kiri menuju ruangan musik, ya Azel akan bermain piano atau biola setiap x Azela memiliki kuliah pagi ataupun malam, entah sejak kapan azela tertarik dengan kedua benda tersebut namun tak pernah sekalipun ia hunjuk diri ke luar.


" zel... Azela Valerina" begitu namanya dipanggil Azela berbalik kearah suara tersebut dan benar sahabat setia Azela sedang menghampirinya. Azela menatap Triya dengan datar dan itu sudah biasa bagi Tria, Triya sudah lupa kapan ia terakhir melihat tawa dan kecerian Azela sahabat nya sejak SMP dan Triya satu satunya manusia dikampusnya yang mengetahui kehidupan Azela dan saat ini Tria akan bersabar menunggu sahabatnya itu tersenyum kembali.


" ada apa Tria, larimu sepertinya kamu sedang dikejar tukang tagih hutang". sapa Azela dengan suara dingin


" busyet dah Zel, lari ternyata cape ya?" sambil memegang lututnya yang memang sangat cape.


'"zel, kemarin malam om Handoko menghubungi ku, dia mengatakan bahwa kantor nya yang bekerja sama dengan para musisi disana akan mengadakan gelar amal untuk meringankan para pasien penyakit kanker yang terlantar serta mendukung program pemerintah.

__ADS_1


" trua, hubunganya dengan aku? " tanya Azela menatap Triya. " Begini, om Handoko ingin menggelar pentas musik sangat besar dimana acara tersebut akan dihadiri oleh seluru orang orang bepengaruh dinegri ini dan juga mengundang beberapa dari luar negeri, om Handoko mengundang mu ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, gimana kamu maukan? " tanya Triya dengan tatapan ragu kepada sahabat nya itu, Triya selalu berusaha dengan caranya sendiri mengembalikan jiwa Azela yang telah hilang namun belum berhasil sampai saat ini.


" ga ah, permainan ku tidak seberapa". jawab Azela meninggalkan Triya.


" tapi Zel, dipikirkan terlebih dulu dear, kamu sangat pintar untuk hal itu dan hitung hitung kamu liburan ke Paris Zel. " teriak Triya namun Azela tidak membalas teriakan tersebut. Setibanya diruangan musik Azela memainkan simponi lagu rindu dengan jari lentiknya ia memaikan setiap tubes piano yang berada disepannya sampai tiba tiba hp Azela berdering ,ia mengamati nomor tersebut dan mengangkat.


" Halo " jawab Azela dengan datar.


" Halo Azela, ini om Handoko, mungkin Triya sudah memberitahukan sedikit tentang acara tersebut bukan Zel? " iya om" jawab Azela. " trus apa jawaban kamu Zel" om berharap kamu bisa karena om sudah sangat tertarik dengan permainan mu diatas biola dan piano" jawab om Handoko meyakinkan Azela.

__ADS_1


" maaf om tapi Azela tidak bisa, Saya belum pernah tampil didepan orang om. " jawab Azela.


" jangan dijawab sekarang sayang, dipikirkan terlebih dahulu ya, tapi om sangat berharap banyak keikut sertaanmu ".pinta om Handoko yang memang telah dikenal Azela dengan baik sejak om Handoko d Indonesia.


__ADS_2