Senyum Yang Tersembunyi

Senyum Yang Tersembunyi
Di Bandara


__ADS_3

Setelah pak Amang beres akan kerjaan nya ia langsung masuk kedalam mobil, dia tau akan membutuhkan waktu lama sebelum berangkat dikarenakan nona majikannya siapa lagi kalau bukan Triya, Bukan hal pertama bagi pak Amang menunggu lama, hari ini mending jauh tujuannya ke Paris, biasanya ke hajatan tetangga pun Triya paling lelet lain kata tak kenal tempat......


" Sinon memang ratu nya buat orang nunggu, untung nona Azela kalau yang lain selesai lah sudah". Gerutu pak Amang seolah berbicara kepada diri sendiri. Meskipun demikian pak Amang sangat menyayangi Triya, dia sudah menganggap Triya seperti putrinya sendiri,


Pak Amang bekerja dirumah Triya sudah sangat lama sebelum Triya lahir kalau diperkirakan sudah 25 tahun, awalnya pak Amang sopir ayah Triya namun sejak Triya lahir pak Amang bertugas mengantar jemput Triya kemanapun.


" Triyaaaaaaaaaaaaaaaa..Triyaaaaaaaaaaaaaaa.... Triaaaa.... ....kita berangkatnya naik pesawat, bukan naik kuda...... apa saya masih sempat kepasar belanja atau bagaimana? teriak Azela....


" Zel berisik amat sih lo, gua lagi dandan,, lagian yang bilang naik kuda siapa sih? kita tuh naik pesawat, lagian lo ngapain kepasar lagi, ga perlu Zel." jawab Triya merasa tidak bersalah dan memang palingl lemot dalam hal istilah.


" Triya udah kelar belom?, pusing saya nungguin lo, kita kesono mau kerja bukan mau kondangan, ntar sampai sono lo mau dandan sebulan pas ga apa apa jangan sekarang. " celoteh Azela yang mulai naik alis karena kelemotan Triya. "


" Satu lagi cowok ga suka perempuan menor dan saya yakin gebetanmu si Gill pasti kebirit kabur lihat dandanan lo, udah seperti ondel -ondel. " Azela sambil mengibaskan tangannya dan pergi menuju mobil.


" Zeloooo,,,, Zelo... tungguin aku.... " teriak Triya sambil masuk ke mobil..


" kita dah bisa jalan non? ini sudah pukul 6.30 kalau belom berangkat ntar kita ketinggalan pesawat ". ucap pak Amang mengingatkan.


" Kita pak? emang bapak ikut? oh iya saya tau bapak disuruh ayah ya..... ? tuk jagain kami.? "


Pak Amang tepuk jidat mendengar jawaban si Triya yang menurutnya superlemot.


" udah pak ga usah di ajak ngobrol ntar bapak bisa kena penyakit ayan. " kata Azela berbisik ". dan pak Amang hanya bisa geleng geleng kepala. Pak Amang tersenyum melihat tingkah laku majikannya itu, Mobil terus melaju dan Azela memilih tidur dibandingka menghadapi kelemotan Triya, bisa - bisa Azel ambeyem.....


Sedangkan Triya masih berfikir mengapa Azela bisa mengetahui soal Gil, diliriknya Azel yang bersandar kepintu sambil memejamkan mata.


" Zel, lo tidur? ane mo nanya nih, lo tau Gil dari mana? kan gue belom pernah cerita ama lo! "

__ADS_1


" dari pak dukun tetangga gue, dasar edan makanya kalau tidur ya tidur jangan ngigau, lo teriakin nama itu seratus x sampai telinga gue budek. "


" lo pernah mimpi ga sewaktu tidur Zel? " tanya Triya


" pernah lah, emang nape? "jawav Azela.


" nah lo salah, waktu tidur ya tidur ga boleh mimpi, waktu mimpi lo tidur. " cerocos Triya sambil bersandar,


Azel melirik Triya dengan tajam. " au ah Tri, sakarap mu aja. " sambil memejamkan mata.


Setibanya di Bandara kurang lebih 35 menit pak Amang mengangkat koper koper kedua Majikannya. Porter datang untuk Menawarkan jasa,


" udah beres non Azela, semoga nanti acaranya sukses ya non" ucap pak Amang sambil menyapa Azela.


" Sudah pak, terima kasih banyak ya pak,, "


" Iya pak dan semoga Triya lupa jalan pulang pak. " ucap Azela dan pak Amang hanya tersenyum mendengar Azela berbicaralah asal. " kalau begitu saya pamit ya non" ucap pak Amang.


" baik pak...! ucap Azela dan meninggalkan pak Amang menuju tempat chekin.


" mas itu mirip dengan delon mas. " ucap Triya disamping porter. "


" masa sih mba? ko baru saya dengar " siporter mencoba jelaskan.


" itu mbanya yang baju hitam teman mbanya ya"? menanya Azela yang sedari tadi antri.


' iya mas. emang kanapa mas? " tanya Tria menatap bocah.

__ADS_1


" cantik dan anggun mba. mirip artissssssssss" siporter menundukkan kepalanya pertanda malu..


" kalau saya mirip siapa mas? " goda Triya..


" mirip istri saya dirumah mba. " jawab tukang poter


" oalah mas,, berarti bi inem ya mas," goda si Triya namun si Mas tidak menjawab karena dia sudah sibuk akan barang - barang mereka.


Azela memghampiri mereka dan menunjukkan kertas check in kepada Triya. "


" udah kelar bu? tanya Tria menatap Azela.


" hayolah kita pergi!" perintah Azel buru -buru sedangkan Triya mengikuti Azela kepesawat dan ternyata benar sudah cukup lama pesawat nya menunggu mereka sudah 2 kali pengumuman.


Hayo guys srmangati aku dengan komentar dan like ya guys aku tunggu ya,, pleaseeee... love.. uuuuuu


ni author cantumkan foto mereka ketika dibandara ya say, semoga2suka.


Azela


Tr



Triya


__ADS_1


__ADS_2