
Akhirnya mereka tiba di hotel yanv telah disediakan Key....
" wellcome tuan putri" goda Key menatap Azela namun yang dipandang mengalihkan pandangan nya ntah kemana, dan memang saat itu Azela tidak tertarik sedikit pun dengan guyonan Key bahkan untuk bersikap ramah pun tidak.
" Temen lo patung ya Tri" tanya Key kepada Triya tapi dipastikan Azela berada jauh dari mereka sehingga tidak mendengar apa yanh ditanyakan Key,
" Patung cantik tepat nya dan lo fa bakal bisa dekatin dia dan jangan coba coba jika ingin ". mendengar hal itu Key merasa tertantang,wanita mana yang tidak akan leleh dengan hanya melihat ketampanannya ditambah dengan kekayaannya? tapi gadis ini tidak dan Key semakin penasaran tapi tidak memiliki ruang cukup untuk melaksanakan aksinya, sampai tiba tiba handphone nya berbunyi. ( alunan lagu Labirint judul jelous. cari sendiri ya guys hehehhehe)
" Halo.....ya saya sibuk,, terserah naik taksi kek kalau tidak naik odong - odong sono.. " jawab Key sambil menutup handphonenya dan memasukkannya ke saku celana.
" Siapa hayo, wanitamu ke berapa itu? " ledek Triya sambil merangkul pundaknya Key dan Key salting karena Triya membongkar tepat didepan Azela.
" wanita apaan sih, paling juga penguntit malam. " jawab Key gugup, tak seperti biasanya Key gugup ditanyai hal begituan.
" Maaf mas, apakah anda juga akan tinggal bersama kita? " tanya Azela sambil memandang Key yang masih duduk disofa empuknya.
Triya yang mengerti maksud Azela langsung menarik tangan Azela yang memang tidak pernah nyaman satu ruangan dengan yang namanya cowo.
" Ga Zel nih cowo kita lempar aja keluar," sambil menarik tangan Key keluar.
" Sono pulang, besok besok saja lo datang, kita butuh istrahat.
__ADS_1
" Parah lo Tri, ni kan hotel gue, ko lo usir gue..? "
" udah pergi sono, " Triya menutup pintu
Azela merapikan pakaiannya didalam lemari yang telah disediakan.
" Gantengkan Zel, sepupu gue? " tanya Triya kepada Azela namun seperti biasa Azela tidak menjawab.
" Zel denger ga sih bu? "
" Iya Tri,, masalahnya opo?
" ya, ganteng banget malah tapi.... " jawab Azela putus.
" Tapi apa Zel? " sambil memiringkan badannya
" tapi sayangnya kalian sama, sama sama somplak dan I don" like it. " jawab Azela seenaknya.
isa sialan banget lo, mendingan gue tidur daripada ngobrol ama lo" sambil melempar bantal dan Azela melihatnya hanya geleng geleng kepala.
Setelah selesai beberes, Azela keluar dari kamar ingin keliling keliling karena biasanya jika ia terlalu lelah ia akan main piano tetapi bukannya disini tidak ada piano. setelah sampai dilantai dasar Azela dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.
__ADS_1
" nona Azela, nona Azela" Azela menatap kearah yang memanggil namanya sepintas berfikir " nih cowo ada apa manggil gue, dari tadi siang belom pulang gitu"
" ya saya, ada yang perlu saya bantu? " tanya Azela sangat sopan namun terkesan dingin.
" Bukan gue yang mau bertanya, lo mau kemana? " tanya Key sangat santai sedangkan mereka ditatap semua karyawan.
" The girl really beutifull and the boy really handsome,,, they arw the sweet couple, isn"t it? " oceh karyawan reseptionis mereka.
" ya but our leader really playboy ". karyawan lain membenarkan.
" but you still love him right? "
" hmmmm.... " begitulah perbincangan karyawan tersebut kita kembali lagi ke tokoh ya....
" Apakah kamu butuh bantuanku? " tanya Key menawarkan diri.
" maaf Tuan2Key, saya hanya berkeliling saja, jika begitu saya pergi dulu. " Azela masuk kedalam lift dan naik lagi keatas.
Sedangkan Key duduk termenung.
" parah amat ni cewe, belagu banget awas aja lo " batin Key yang sangat malu karena baru pertama kali dia diperlakukan sedingin ini.
__ADS_1