
Azel terkenal akan talentanya, banyak kaum adam yang menggilainya bahkan pak Ray dosennya sendiri diam diam mengaguminya, usia mereka terpaut 5 tahun namun pak Ray tidak berani untuk mengutarakannya, Ia sangat menghormati gadis yang satu ini,
" Zel, " sapa pak Ray begitu mata kuliahnya selesai.
" iya pak? " jawab Azela
" Apakah kamu bersedia membantuku untuk memisahkan daftar daftar mahasiswa yang aktif atau tidak? " tutur pak Ray yang berharap gadis didepannya bersedia tetapi seperti biasa Azela selalu menolak.
" maaf pak saya harus pulang cepat, mama sudah menunggu, permisi pak! " Azela berlalu dengan sangat anggun.
" kamu cantik Zel, lembut dan anggun " seru pak Ray dalam hati.
Seperti biasa Azela pulang dengan sepedanya, dia tidak berminat kemanapun selain kampus dan rumah, tidak tertarik dengan dunia luar sama sekali, Setibanya dirumah Azel mencari mamanya,
" mama mana ya? ma,,, mama Azela pulang". teriak Azela menuju kamarnya.
" Iya sayang, mama lagi dibelakang. "
Azel menghempaskan tubuhnya diatas kasurnya yang hanya cukup ditiduri satu orang dikarenakan kelelahan Azel tertidur pulas.
__ADS_1
" Jam berapa ini? kok bisa tertidur sih,,? " Azel keluar kamar dan melihat jam dinding. d
" dah bangun Zel? sepertinya kamu sangat lelah, apakah kamu sudah makan? " tanya mama Azel.
" belum ma, " saut azel sambil duduk
" Makan dulu sayang, nanti kamu sakit! "
" Nanti aja ma, sekalian makan malam, Azel mo latihan dulu. " mengambil biolanya namun tiba tiba dia teringat ajakan om Handoko.
" Apa sebaiknya saya setuju saja? saya juga berkeinginan menjadi pianist terkenal. " gumam Azela dalam hati.
" begini ma, om nya Triya menghubungi Azel tadi siang, dia mengajak aku berpartisipasi diacara amal yang akan diadakan di Paris bulan depan." tutur Azela sambil menatap keatas.
" maksud kamu Om Handoko? " Azel mengangguk anggukan kepalanya.
" Jawaban kamu apa sayang? "
" Azel menolak mah, Aku takut ga bisa. " Mamanya membelai rambut Azel dengan sangat lembut, ia sangat kasihan dengan putri semata wayangnya itu,
__ADS_1
" Saran mama kamu ikut serta sayang, kamu itu bertalenta, berbakat dan bakat kamu itu perlu dipertunjukkan, mama ingin kamu melihat dunia luar, belajar setinggi tingginya melakukan apa yang ingin kamu lakukan, mama ingin kamu bertingkah sama seperti seumuran kamu sayang.! " pinta mamanya memelas sedangkan Azela menitik kan air matanya.
" Tapi Azel berbeda dengan gadis lain mama, Azela sudah menikah. "
" bagi mama kamu masih gadis, dan pernikahan mu belum terlaksana,kamu ingat Andara meninggal sebelun ijab kabulmu. jadi mama mohon sayang!"
Azela bangkit dari kursinya menuju kamar nya, ia sangat tidak tega melihat mamanya memohon seperti itu tapi itu mustahil bagi Azel umtuk kembali seperti semula. Tiba handphone berdering pesan Triya masuk
" Zel, gimana ikutan ya, pleaseeeeeeee" Azel menutup mata mengingat kembali yang terjadi dua tahun lalu dimana hari bahagianya berubah menjadi hari kiamat, ketika Azela ingin melaksanakan ijab kekasihnya Andara dan ayahnya kecelakaan, dimana mobil mereka dihantam bus, tak satupun selamat, Triya menghubungi kembali
" Halo" jawab Azela..
" Zel gimana? ikutan ya, aku temani deh, aku yang akan biayai kamu selama disana, yang penting kamu mau Zel, " celoteh Triya, bagi Triya uang tidak masalah karena pastinya Triya dari kalangan orang elit. dengan menghembuskan nafas beratnya Azel mengiyakan.
" iya saya akan ikut dengan catatan kamu ikut dan aku tidak perlu susah memikirkan keuanganku selama disana, bagaimana Triya? "
" Siap bos cantik, aku akan beritau kepada om Handoko agar namamu dicantumkan dan menyiapkan jadwal keberangkatan mu. "
" Hmmm, lakukanlah, aku menunggu kabar darimu. " Triya memutus sambungannya.
__ADS_1
Hai, readers mohon dukungannya ya agar saya semakin semangat.....