
Hari yang ditunggu tiba, besok Azela dan Triya akan berangkat ke Paris dengan penerbangan pagi jam 10, malam ini Azela sedang menunggu Triya. Triya akan menginap dirumah Azela karena takut telat sedangkan kedua orang tuanya sudah di Paris terlebih dahulu.
" Apakah segala sesuatunya telah kamu persiapkan sayang? " tanya mama Anela kepada putri semata wayangnya.
" Sudah ma, dan semuanya telah dipacking rapi kok. " jawab Azela sambil duduk menghadap mamanya.
" jangan lupa jakket, sarung tangan dan syal mu sayang. disana saat ini musim salju. " Anela memperingatkan Azela.
" Sudah ma, hanya 5 hari saja kok, Azela tidak akan lama lama, setelah acara selesai Azela akan pulang. "
Anela membelalakkan matanya, " Apakah kamu tidak jalan jalan dahulu sayang? kan liburmu ada 2 minggu, mama berharap kamu nikmati liburmu sayang. " Anela berharap putrinya liburan disana.
" lihat nanti saja ma, secara Azela juga tidak mempunyai keinginan liburan. " beranjak dari kursinya mengambil selembar kertas tata acara yang dikirimkan om Handoko lewat email.
" Azela......... Azela..... I"m coning..... " teriak Triya dari pintu rumah Azela."
" Sepertinya Azela sudah datang sayang, hayo keluar" ajak mama Anela dan keluar menghampiri Triya.
" Tiba juga lo" sapa Azela....
" ya iyalah nona cantik, secara ane tidak mau ketinggalan pesawat gara gara tidur cantik ane. hahahahahah..... " gelak tawa Triya yang membuat mama Anela juga tertawa sedangkan Azela hanya tersenyum dalam hati.
__ADS_1
" Dasar kebo... " ledek Azela....
" Hi.... mama Anela,,, apa kabar? " sambil menyalam mama Anela yang sejak tadi berdiri disamping Azela memperhatikan kedua gadis tersebut.
" Baik sayang, udah makan belom? udah jam 8 nih" tanya mama Anela.
" Sudah ma, " jawab Triya...
" Ya sudah besok kalian harus bangun cepat mama akan berangkat kerja jam 7 besok dan tidak bisa mengantar kalian, tidak apa - apa kan sayang? " tanya mama Anela menatap Azela.
Azela menganggu tanda setuju, begitulah percakapan mereka pada malam keberangkatan mereka, Azela sangat tenang dan memang ciri khas Azela yang selalu tenang sedangkan Triya lebih heboh.
" Zel, kok saya gugup ya? " tanya Triya sambil berbalik ke arah Azela yang sedari tadi terlentang.
" Dasar lo, bukan bu saya gugup keberangkatan kita besok, emang kamu tidak gugup?"
Azela menatap tajam Triya sambil berpangku tangan.
" Apakah ini pertama x lo ke Paris Tri? "
Triya menggelengkan kepala pelan sambil bibir monyong.
__ADS_1
" apakah disana lo perform Tri?" tanya Azela kembali.
dan yang ditanya menggeleng ulang.
" Terus yang lo gugupin apa Tri? ko saya jadi bingung gini., harusnya saya yang bingung" bisik Azela menegaskan.
" lo kan patung gadis cantik Zel.. " semprot Triya
Sebenarnya yang membuat Triya gugup bukanlah masalah keberangkatan nya melainkan nanti disana apakah ia akan bertemi priya yang membuat jantungnya deg deg an beberapa tahun lalu, cowo yang selalu menatapnya. ya dialan Gill ternyata mereka memiliki perasaan yang sama namun gengsi dan malu.
" Tidur yuk Tri! " Azel mematikan lampu kamar dan menarik selimutnya.
Keesokan harinya mereka bangun dan sarapan bersama mama Anela.
" Sudah siap semua kan anak gadis mama? siapa yang akan antar kalian kebandara? " tanya mama Anela.
" Sudah tan, nanti pak Amang yang akan anter sebentar lagi nyampe ko" jawab Triya.
" Baguslah, mama lega dengernya, hati - hati ya nanti kabarin mama zel, mama berangkat kerja lebih dahulu ya. " mama anela berdiri sambil mengecup mereka masing - masing.
Tak berapa lama pak Amang datang sambil klakson.
__ADS_1
" Tritttttttt.... trittttt... tritttt... trittt" klakson pak Amang.
" Sabar pak,, nih masih beberes, tolong angkat pak?!" teriak Triya. Pak Amang segera berlari mengangkati semua koper koper para nona cantik....