Separuh Sayapku Patah

Separuh Sayapku Patah
BAB 6


__ADS_3

Sesampainya dikelas Mala menghembus nafas dengan kasar.


"Ada apa Mal? kayak dikejar hantu dipagi hari" tanya Arini.


"Ini lebih dari hantu Rin" jawab Mala masih mengatur nafasnya.


"Apaan sih?" tanya Arini penasaran.


"Tadi kak Ridho megangi pipi aku" jelas Mala dengan wajah malu


"Kok bisa" tanya Arini kegirangan ingin tahu kelanjutan cerita Mala


"Panjang ceritannya nanti saja pas istirahat ceritannya" jawab Mala dengan ceringainya.


"Mal kamu ada masalah? kenapa aku sering lihat mata kamu sembab." tanya Arini.


"Nggak ada kok Rin kamu tenang aja lah aku kan kuat" elak Mala.


Tak lama kemudian Guru pun masuk untuk memulai pelajaran..


Sementara itu dirumah Mala. Budhe sedang beberes rumah sambil ditemani Dika.


tokkkk tokkk tokkkk ... suara ketukkan pintu.


"Iyaaa siapa?" tanya budhe sambil menuju keluar rumah.


"ada surat untuk Pak Firman bu" jawab pengirim surat pos hari itu.


"Ohh baik. terimakasih" jawab Budhe sambil menerima surat tersebut.


"baik bu.. saya permisi" ujar pengirim pos dan berlalu dengan sepeda motornnya.


"Surat apa ini?" gumam Budhe hanya membolak balik amplop tanpa berani membuka.


Siang itu waktu istirahat Mala dan Arini berjalan menuju kekantin sambil Mala menceritakan kejadian tadi pagi.


"Mau beli apa Mal?" tanya Arini setiba di kantin.


"Jus Alpukat aja Rin aku bawa bekal kok" jawab Mala dan duduk disalah satu tempat duduk yang masih kosong.


Setelah memesan makanan dan minuman Arini pun menghampiri Mala kembali.


Tak lama kemudia Gita dan Auda datang menghampiri mereka.


"Hay Mal Rin" sapa Gita.


"Ehhh hay Gita Auda sini-sini duduk bareng kitaa" jawab Arini.


"Gimana kalian udah persiapan buat kemah akhir minggu ini?" tanya Auda sebelum menyuapkan bakso ke mulutnya.


"Udah sebagian" jawab Mala.


"Bagus deh kalo gitu jangan sampe ada yang kurang. Oh iya kalian berdua ikut ekskul apa?" tanya Gita


"Aku ikut OSIS dan drumband, Arini ikut bahasa kalo kalian?" jawab Mala.


"Wihhh keren kamu ikut OSIS Mal? Aku juga daftar OSIS" jawab Auda senang karena ada yang menemani nantinya.


"Kalo aku ambil musik Mal. Aku suka bermain alat musik" jawab Gita.

__ADS_1


"Lohhh kamu juga daftar OSIS kapan daftarnya?" tanya Mala.


"Iyaaa tidak berjarak lama denganmu. Waktu itu aku melihatmu keluar dari ruang OSIS tapi aku takut menyapa karena aku lihat wajahmu lagi suntuk banget jadi takut" jelas Auda. Ya memang beberapa minggu lalu Mala kehilangan moodnya.


Mala hanya tersenyum. Dan mereka pun makan sambil sesekali bercerita.


Setelah makan selesai mereka kembali kekelas masing-masing dan melanjutkan perlajaran berikutnya hingga waktu menunjukkan waktunya pulang sekolah.


Saat akan keluar gerbang dengan sepedannya. Tiba-tiba Ridho datang menyusul Mala.


"Mal... kamu nggak lagi menghindari aku kan? " tanya Ridho sambil berusaha menjajarkan sepedanya dengan Mala.


"Kenapa harus menghindar? emang kak Ridho salah apa?" jawab Mala sambil terus mengayuh sepedannya.


"Lalu kenapa tadi pagi kamu tidak menjawab pertanyaanku perihal matamu yang sembab?" tanya Ridho.


"Tidak semua harus Mala ceritakan kepada orang lain kak, maaf Mala duluan udah ditunggu ayah" jawab Mala sambil mengayuh sepedannya lebih cepat.


Ridho hanya terdiam dan menghentikan sepedannya. Ia merasa Mala yang sekarang tidak seceria dan sebawel biasannya.


Setibannya dirumah Mala lalu memarkirkan sepeda disamping rumah.


"Assalamuallaikum Mala pulang" sapa Mala sambil memasuki rumah.


"Waallaikumsalam" jawab seorang dari dalam rumah.


"Lohhh ayah kok sudab pulang?" tanya Mala.


"Iyaa ayah sengaja pulang awal, kan mau nemenin Mala cari perlengkapan buat kemah" jawab Ayah


"Baik yah Mala mandii dulu ya yah" jawab Mala sambil tersenyum


Seusai mandi Mala pun makan dan segera pergi bersama ayah untuk membeli beberapa keperluan kemah.


"Kita cari di toko ujung sana dulu ya siapa tahu lebih murah" ujar ayah sambil mengendarai sepeda motornya bersama Mala dan Dika.


"Iya yah" jawab Mala diboncengan belakang.


Setelah memarkirkan motornya, Mala dan ayah segera memilih beberapa keperluan. Setelah membeli beberapa bahan makan, tali, camilan dan tongkat pramuka mereka segara pulang.


Sesampainya dirumah Mala segera merapikan belanjaannya untuk dikemas di tasnya. Sementara ayah merebahkan diri di kamar dan Dika bermain bersama mbak Offi dengan mainan barunya yang ia beli.


"Surat apa ini?" gumam ayah setelah matanya menangkap sebuah surat diatas meja.


Lalu ayah pun membuka surat tersebut dan membacanya.


Ayah menghembus nafas kasar setelah mengetahui isi surat tersebut.


"Mbak siapa yang mengantar surat ini?" tanya Ayah kepada budhe yang sedang beberes didapur.


"tadi tukang pos" jawab budhe.. "Apa isinya Man? " tanya budhe.


"Surat persetujuan cerai mbak" jawab ayah sambil terduduk dikursi dengan kertas ditangannya.


Ayah hanya tak habis pikir bagaimana caranya menjelaskan kepada anak-anaknya perihal ibunya.


Setelah selesai menata bawaannya Mala dan keluarga makan malam.


"Udah ditata semua Mal?" tanya budhe sambil meletekan sayur diatas meja.

__ADS_1


"Udah budhe tinggal beberapa yang memang harus dikemas dadakan" jawab Mala.


"Jangan sampai ada yang kurang" jawab Budhe.


Mereka pun makan bersama dengan hening. ayah hanya terdiam karena surat tersebut.


Seusai makan Mala pun pamit kekamar untuk mengerjakan tugas dan tidur.


Keesokan hari seperti biasa Mala segera mandi dan mengenakan seragamnya.


"Lohh tetep sekolah? kan besok ada kemah?" tanya budhe yang melihat Mala dengan seragamnya.


"Ia budhe untuk pengarahan dan pembekalan" jawab Mala


"Mau bawa bekal?" tanya Budhe sambil membuatkan sarapan.


"Enggak aja budhe paling juga pulang awal" jawab Mala sambil meminum susunya.


Tak lama kemudian ayah datang untuk sarapan bersama. Selesai sarapan Mala pamit kepada ayah dan budhe untuk berangkat sekolah.


"Mala berangkat ya" ujar Mala sambil mencium tangan ayah dan budhee.


"Iyaaa hati-hati" jawab ayah


Setelah Mala dan Mbak Offi berangkat, tinggal ayah dan budhe meja makan.


"Apa yang akan kamu katakan pada Mala Man?" tanya Budhe.


"Belum saatnya Mala tahu mbak" jawab ayah.


"Aku berangkat kerja dulu mbak. Surat itu tak akan aku tanda tangani sampai waktu yang tepat" ujar ayah sambil menuju keluar rumah.


Sesampainya disekolah Mala tidak kekelasnya karena memang siswa kelas 7 dikumpulkan dilapangan untuk mendapat arahan perihal kemah besok.


"Jadii kalian besok berkumpul disini seperti biasa berangkat sekolah, dengan pakaian pramuka lengkap. Kita akan berangkat ke bumi perkemahan bersama. Semua anak wajib mengikuti karena untuk menambah nilai kalian. Bagi yang memang tidak dapat mengikuti harap keruang OSIS untuk memberi alasan yang logis" sambutan Guru kepramukaan.


Setelah paham semua siswa mengangguk. dan dibubarkan.


"Wahhh masak sebentar aja? sia-sia yang mandi pagi dong" ujar Arini.


"Gimana kalo kita keperpus, sambil nunggu waktu buat pulang" sahut Mala.


"Boleh juga kita ajak Gita dan Auda saja biar ada temennya" jawab Arini


Mereka pun mencari-cari sosok Gita dan Auda. Dan mereka mendapatinya di teras depan salah satu ruang kelas. Mala dan Arini menghampiri mereka dan mengajak ke perpus.


Akhirnya setelah berpikir-pikir Gita dan Auda juga ikut bergabung. Merekapun berjalan menuju perpus.


"Duhhh kenal kalian aku mendadak jadi rajin keperpus ya" dengus Gita.


"Yaahhh gimana Git biar kamu itu nggak lemot juga kalo diajak ngobrol. Makanya harus rajin" gurau Arini.


"Semoga kita bisa sahabatan terus yaa" jawab Gita.


Sesampainya diperpus mereka mencari buku kegemarannya masing-masing untuk dibaca disalah satu gazebo belakang perpus.


"Jangan dibawa pulang yaa kalo belum ijin" peringatan guru perpus saat melihat buku-buku yang akan dipinjam


"Baik bu" sahut mereka bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2