
Setelah mendapat absen diperpus mereka menuju digazebo belakang perpus. Dan membaca-baca buku yang mereka pinjam.
"Mal.. beberapa hari lalu aku sering kali menemuimu tapi aku nggak berani menyapa karena raut wajahmu yang murung, sebenarnya ada apa Mal. Kamu bisa ceritakan pada kami. Kami kan temen kamu", ujar Gita memecah keheningan.
"Iyaa Mal, aku juga khawatir tiap lihat mata kamu sembab dipagi hari" sambung Arini.
"Aku nggak papa kok, mungkin suatu saat nanti aku akan menceritakan kepada kalian tapi bukan untuk sekarang" jawab Mala sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Apa kamu di jahatin orang Mal. Biar aku hajar orang itu" sahut Auda tiba-tiba.
"Auda... udah ya jangan bikin ulah. Nanti aku juga yang repot" sambung Gita.
Auda tinggal dirumah Gita karena Ayah dan ibunya harus pindah keluar kota untuk tugas. Tapi karena Gita dan Auda sudah berrsama-sama sejak kecil maka dari itu Auda memutuskan untuk tetap tinggal disini bersama keluarga Gita, yang tak lain adalah Adik ayahnya Auda.
Mereka pun tertawa melihat tingkah Auda dan Gita.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00.
"Emmm udah siang nih kalian nggak pulang" ujar Gita
"Iyaa nih udah siang" sahut Arini
"Yaudah kita kembaliin buku dulu baru pulang oke" jawab Mala sambil memberkan buku-bukunya.
Mereka pun mengembalikkan buku kepada guru perpus dan hendak pulang.
"Kok masih disini?" tanya Ridho
Mereka tak sengaja bertemu saat Mala menuruni tangga dari ruang perpus.
"Iyaa kak habis terlalu awal pulangnya, jadi kita baca-baca buku dulu deh" sahut Mala.
"Emm Mal kita duluan aja yakk" jawab Gita sambil menarik tangan Auda dan Arini. Seperti isyarat agar tidak mengganggu Mala dan kak Ridho.
"Lohhh kok malah ditinggal" jawab Mala sambil cemberut.
"Mau jajan dulu nggak, nemenin aku" tawar Ridho
"Kamu nggak sama Kak Dafa?" tanya Mala sambil mencari sosok Kak Dafa.
"Dia ijin hari ini" jawab Ridho.
"Baiklah aku temani. Udah laper juga" sahut Mala.
Mereka pun berjalan kekantin yang saat itu memang sedikit longgar karena hanya ada anak kelas 8 dan 9.
Ridho menyuruh Mala memilih tempat duduk yang kosong dan Ridho memesan makanan.
Setelah memesan Ridho menghampiri Mala.
"Besok kamu ikut kemah kan?" tanya Ridho sambil menyodorkan jus tomat kepada Mala.
__ADS_1
"Ikut kak? kak Ridho dan Kak Dafa ikut?" tanya Mala sambil menerima jus dari Ridho.
"Aku ketua ekskul ini Mal.. Pasti ikut lah. Kalau Dafa untuk anggota OSIS hanya dipilih yang bersedia ikut saja" jelas Ridho.
Tak lama kemudian dua mangkok bakso diantarkan kepada mereka.
"Ayookk dimakan" ujar Ridho
"Iya kak makasih" sahut Mala sambil menyendokan bakso kemulutnya.
"Emm besok dianter apa mau aku barengin" tanya Ridho
"Mala dianter ayah kak" sahut Mala
"Emang kak Ridho mau naik apa?" sambung Mala
"Aku juga dianter" jawab Ridho sambil meringis memperlihatkan barisan giginya yang rapih.
Mereka pun tertawa.
"Udah mau bel kak. Mala pulang ya" ujar Mala
"Iyaa kamu hati-hati nggak usah main lo siapin diri buat besok" ujar Ridho.
"Ohh iya ini uang bakso nya" jawab Mala sambil menyerahkan uang kepada Ridho.
"Pake ini aja toh tadi aku yang ngajakin kamu" sahut Ridho sambil mengembalikkan uang ke Mala
"Yaudah gini aja, next time gantian kamu yang beliin aku" sahut Ridho sambil mengelus ujung kepala Mala.
"Oke deh kalo gitu. Mala pulang dulu ya kak" jawab Mala sambil meninggalkan Ridho dan segera pulang.
Sesampainya dirumah.
"Lohhh kok baru pulang Mal. Katanya hanya pembekalan" tanya budhe yang sedang duduk di teras bersama Dika.
"Iyaa budhe tadi main sebentar sama temen-temen disekolah kok" jawab Mala sambil mencium tangan budhenya
"Udah makan?" sahut budhe.
"Udah kok budhe. Mala masuk dulu yaa.." jawab Mala sambil menuju kedalam rumah.
Mala pun berganti pakaian rumah dan merebahkan tubuhnya ketempat tidur. Mala menatap keluar jendela, tak terasa air matanya menetes. Ia merasa telah membohongi diri sendiri untuk bersikap kuat padahal ia sangat merindukan ibunya. Ia butuh ibunnya. Tapi ia berusaha untuk tidak berontak lagi karena ia juga takut melukai perasaan ayahnya.. Mala pun menangis dibalik bantalnya, ia hanya bisa menangis dalam diam agar tak ada yang tahu betapa ia merindukan ibunya.
Mala merasa lelah dan akhirnya ia pun tertidur.
Pagi harinya Mala segera bangun dan mandi. Ia mengenakan seragam pramuka lengkap dan membawa tas berisi perlengkapan kemah.
"Ada yang kurang nggak?" tanya budhe
"Kayakknya udah" jawab Mala sambil mengecek barang bawaanya.
__ADS_1
"Yakin nggak ada yang kurang" tanya budhe lagi
"Udah kok budhe udah semua" jawab Mala.
"Udah siap Mala" tanya ayah sambil mengenakan jaket
"Ayah nggak kerja? aku kira setelah mengantar Mala ayah akan kerja?" tanya Mala yang saat itu melihat ayahnya tidak mengenakan seragam kerja.
"Nanti agak siangan nggapapa ayah udah ijin kok" jawab ayah
"Ohh begitu. yaudah ayok yah Mala udah siapa" sahut Mala sambil membopong tas besarnya.
"Udah sarapan?" tanya ayah
"Udah yahh siap berangkat ini yah ayok buruan" jawab Mala tak sabar
"Sini ayah bawaakan tasnya" sambil menarik tas dipelukan Mala.
Mala pun berangkat sekolah diantar ayah. Tak lupa ia berpamitan dengan budhe dan adiknya.
"Hati-hati ya Mal. Jaga kesehata nggak usah neko-neko." pesan Budhe.
"Iya Budhe Mala berangkat ya Assaalamuallaikum" sahut Mala sambil keluar menuju luar rumah.
"Waaalaikumsalam" sahut Budhe.
Sesampainya disekolah ayah Mala tak langsung pulang. Ayah menunggu sampai Mala berangkat.
Setelah sampai Mala segera berbaris sesuai dengan barisannya dan persiapan berangkat. setelah berdoa dan mendapat sedikit arahan mereka diberangkatkan dengan menaiki truk bak belakang.
Setelah melihat Mala berangkat ayah pun melajukan sepeda motornya untuk kembali kerumah dan bersiap pergi bekerja.
Sementara itu, setibanya dibumi perkemahan semua anak-anak dipandu untuk mendirikan tendanya masing-masing. Anak-anak bebas menentukan isi tendanya. Akhirnya Mala Arini dan Gita tidur satu tenda dimana mereka sudah berencana dari awal. Karena Auda laki-laki jadi dia harus bergabung dengan grup laki-laki lainnya.
Setelah selesai mendirikan tenda mereka duduk di tepi tenda sambil memakan beberapa bekal yang mereka bawa.
Tak lama kemudian Kak Ridho dan Auda menghampiri mereka.
"Udah selesai bangun tendanya" tanya Ridho sambil duduk di depan mereka.
"Udah dong kak. Capek" sahut Mala sambil kipas-kipas.
"Kak Ridho sendirian?" tanya Arini
"Iya.. Dafa nggak jadi ikut, dia sejak kemarin demam rupanya" jawab Ridho sedikit sedih.
"tenang kak nanti sama aku" jawab Auda sambil menepuk punggung Ridho.
"Ohh iya nanti sore kita udah mulai acara sampai malem kalian istirahat biar kuat sampai malam" sahut Ridho sembari meninggalkan mereka berempat.
Karena sebagai ketua Ia harus mengecek semua anggotanya.
__ADS_1