Separuh Sayapku Patah

Separuh Sayapku Patah
BAB 9


__ADS_3

Sesampainya dirumah Mala segera membereskan bawaannya.


"Biar ayah bawakan" ujar ayah saat melihat Mala menenteng tasnya yang keberatan.


"Enggak papa yah Mala bisa kok" jawab Mala


"Yaudah setelah itu pergi mandi lalu makan" perintah ayah. Mala hanya mengangguk.


Selesai mandi Mala sudah ditunggu budhe dan ayah untuk makan siang tentu saja dengan Dika dan mbak Offi yang kebetulan hari Minggu jadi dirumah semua.


"Kamu kelihatan pucat Mal, apa kamu salah sakit?" tanya budhe sambil menyendokkan nasi kepiring


"Enggak papa budhe mungkin Mala cuma kecapekan" jawab Mala.


"Setelah makan pergi istirahat, kalo nggak enak badan bilang nanti biar budhe kerokin atau antar kedokter" tawar budhe.


Lagi-lagi Mala hanya mengangguk dan segera menyelesaikan makannya. Seusai makan Mala pergi memcuci piring.


"Biar budhe saja Mal" ujar Budhe sambil membawa beberapa piring kotor.


"Enggak papa budhe biar Mala aja" jawab Mala sambil melanjutkan mencuci piring


"Yaudah budhe temenin Dika tidur siang dulu ya" lanjut budhe.


Saat Mala mencuci piring ayah menghampiri Mala.


"Tadi pacar kamu?" tanya ayah


"Enggak yah dia cuma kakak kelas Mala" jawab Mala


"Kakak kelas baik sekali dibawakan tasnya" sahut ayah sambil tersenyum menggoda Mala


"Tadi malam waktu api unggun Maag Mala sempet kambuh ya, jadi tadi Kak Ridho cuma bantuin Mala bawa tas" jelas Mala takut ayahnya akan marah.


"Kamu sakit? mau diantar kedokter" tanya ayah tiba-tiba dengan nada khawatir.


"Enggak yah udah nggak papa kok Mala, ayah . marah yaa Mala deket sama Kak Ridho?" tanya Mala menghentikan mencuci piring.


"Enggak sayang, Ayah nggak akan melarangmu dekat dengan siapa, asal kamu bisa jaga diri baik-baik tapi untuk saat ini mungkin memang bukan saatnya kamu kenal pacaran" jelas ayah sambil mengelus rambut Mala


"Enggak kok yah enggak Mala nggak pacaran" sahut Mala cemas


"Iyaa iyaa ayah percaya, sudah lekas selesaikan kerjaanmu dan pergi istirahaat" ujar ayah.


Selesai mencuci piring Mala menuju kamarnya dan merebahkan tubunnya diranjang.


Disisi lain Ridho dirumahnya juga sedang digoda oleh ibunya.


"Udah mandi dho?" tanya Bu Sofi mamah Ridho


"Udah mah. udah makan juga" jawab Ridho sambil tersenyum lebar melihatkan jajaran giginya


"Kalau makan nomor satu ya" jawab mama sambil menjewer pelan telinga Ridho

__ADS_1


"Yang tadi siapa Dho?" lanjut mama.


"adik kelas ma" jawab Ridho sambil duduk di kursi depan televisi


"Ada yang lagi deketin adik kelas nih ceritannya?" tanya mamah sambil duduk mendekati Ridho.


"Apaan sih mah orang cuma adik kelas" gerutu Ridho.


"Tapi manis orangnya kok. kapan-kapan ajak kesini lah. Mamah juga pengen punya anak perempuan" sahut mamah


"Ehhh mamah" jawab Ridho agak shok.


"mamah mulai deh.. Ridho kekamar aja ah mamah mulai deh" sambung Ridho meninggalkan mamahnya.


Sore harinya Mala terbangun dan mandi lalu sholat.


"Sini Mal.. nonton tv sama ayah" ajak ayah saat melihat Mala keluar dari kamarnya.


Mala pun berjalan menghampiri ayahnya dan duduk disamping ayahnya.


"Yahh... apa ibu pernah mengirim pesan?" tanya Mala


"Kamu rindu ibumu?" tanyaa ayah


"Iyaa yah. apa ibu pernah menanyakan kabar Mala. apa ibu rindu Mala?" tanya Mala yang tak sadar tangisnya mulai pecah.


"Sayang suatu hari nanti kamu akan paham sayang tapi untuk saat ini yang kamu perlu hanyalah menguat" jawab ayah sambil memeluk Mala. Ayah takut Mala mengetahui hal ini sekarang.


Mala pun memilih pergi kekamar dan berdiam dikamarnya. Ia ingin sekali bersama ibu dan ayahnya seperti dulu.


Keesokkan harinya Mala terbangun masih dengan posisi semalam. Ia segera mandi untuk berangkat sekolah.


Seusai mandi seperti biasa Mala sarapan bersama dengan ayah dan budhenya serta mbak Offi.


Tak banyak yang mereka bicarakan pagi itu. Mala pun pamit untuk berangkat kesekolah.


"Assalamuallaikum Mala berangkat ya" ujar Mala sambil mencium tangan ayah dan Budhenya.


Mala mengayuh sepedannya dan tiba-tiba ia menghentikan sepedannya di gang dekat rumahnya.


Matanya tertuju pada seorang diseberang jalan.


"Ibuu... " teriaknya


Tapi sayang ibunya tak mendengar.


Mala mengayuh sepedanya untuk mengejar ibunya yang membonceng sepeda motor.


"Siapa laki-laki itu" gumam Mala sambil terus mengayuh sepedanya tanpa ia melihat kondisi jalan.


"Dukkkk... "


"aduhhh" teriak Mala.

__ADS_1


Tak lama kemudian seorang wanita keluar dari dalam mobil dan melihat Mala terjatuh dibawah.


"Kamu nggak papa dhek" tanya wanita tersebut.


"Sakit bu" Mala menangis karena merasakan kesakitan.


Akhirnya Mala pun dibawa kerumah sakit terdekat.


"Siapa nama kamu?" tanya ibu tadi.


"Mala bu" jawab Mala masih menahan sakitnya.


Setelah sampai di rumah sakit Mala segera diberi tindakan.


"Gimana dok keadaan anak tersebut?" tanya ibu yang menabrak Mala.


"Enggak apa-apa bu. Ibu yang tenang saja. Dia hanya mengalami kesleo di lengah kirinya" jawab dokter.


Setelah memebus obat ibu tadi mengjampiri Mala.


"Mala mau kesekolah?" tanya ibu tadi


"Oh iyaa saya Ibu Sofi, saya tinggal di jalan mawar jika nanti ada keluhan lagi bisa mencari saya" sapa Bu Sofi


"Makasih bu" jawab Mala


"Saya antarkan kamu pulang ya. Biar saya bisa menjelaskan kepada orangtuamu" ujar Bu Sofi. Mala hanya mengangguk


Setelah menuruti rute yang ditunjukkan Mala, mereka sampai dirumah Mala. Budhe yang saat itu sedang menyapu teras heran melihat ada mobil berhenti didepan rumah.


Dan terkejutnya saat Mala turun dari mobil dan melihat tangannya diperban.


"Astaghfirullah Mala kenapa?" tanya Budhe sambil berlari menghampiri Mala


"Maaf bu. Saya Sofi. Maaf tadi tidak sengaja menabrak Mala di persimpangan depan sana. Karena saya juga kaget dia tiba-tiba didepan saya dengan kecepatannya mengayuh sepeda" jelas Bu Sofi.


"Tapi tidak ada luka serius saya sudah membawanya kerumah sakit dan ini obatnya untuk beberapa luka lecet dan pemulihan tangannya" sambung bu Sofi sambil menyerahkan bungkusan obat kepada Budhe.


"Makasih yaa bu" jawab budhe sambil menerima bungkusan obatnya.


"Ohh iya ini nomor hp saya. Saya tinggal di jalan Mawar. apabila nanti terjadi sesuatu bisa menghubungi saya" pesan Bu Sofi sambil menyerahkam kertas berisi nomor teleponnya.


"Baik bu sekali lagi terimakasih" jawab budhe sambil menyalami bu Sofi.


Setelah itu bu Sofi pamit untuk pergi bekerja. Dan budhe membawa Mala masuk kekamar.


"Kamu kenapa harus ngebut sih Mal" tanya budhe cemas sambil membantu Mala mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah.


"Tadi Mala lihat ibu budhe. dia bersama laki-laki" jawab Mala sambil terduduk lemas di tepi ranjangnya.


Budhe hanya terdiam mendengar ucapan Mala.


"Kamu istirahat saja nggak usah mikir aneh-aneh. Kalau perlu apa-apa panggil budhe" ujar budhe sambil meninggalkan Mala.

__ADS_1


Mala hanya terdiam di tepi ranjang sambil menatap keluar jendela.


__ADS_2