
Sore hari setelah beberes dan mengenakan pramuka kembali anak-anak dibariskan dilapangan sesuai dengan regunya.
"Kegiatan pertama adalah menjelajahi alam, satu kelas dibagi menjadi 4 regu dan didampingi 2 orang senior kalian akan berkeliling disekitar bumi perkemahan. Kalian diminta membuat laporan apa saja yang kalia peroleh", jelas pembina pramuka
Setelah selesai memberi arahan semua siswa berpencar sesuai dengan regunya.
Dan rupanya Kak Ridho sudah memohon kepada pembina untuk menjadi pembimbing diregu anggrek dimana disitu ada Mala.
"Lo kak Ridho ikut juga keliling" tanya Mala sambil berjalan mengikuti rombongan.
"Iyaa nih buat ngawasin kamu" jawab Ridho sedikit nakal.
Malah memajukkan mulutnya tanda ia sedikit kesal.
Setelah berkeliling rombongan memutuskan beristirahat di tepi anak sungai. Mala duduk disalah satu batu besar pinggir sungai dan Arini berada di batu lain tak jauh dari Mala.
Ridho pun menghampiri dan duduk dibelakang Mala memunggungi Mala.
"Mala pernah pacaran?" tanya Ridho mengagetkan Mala
"Engggg... enggak kak kenapa tanya seperti itu?" jawab Mala terkejut.
"Enggak sih cuma tanya. " jawab Ridho lirih
"Kalau aku minta kamu jadi pacarku gimana Mal" tanya Ridho sambil membalikkan badan hingga duduk bersebelahan dengan Mala.
"Maaf kak. Mala nggak boleh pacaran sama ayah Mala masih SMP juga masih belum waktunya buat mikir kayak gitu" jawab Mala sambil tersenyum.
"Aku akan menunggumu sampai dewasa Mal" sahut Ridho
Mala hanya tersenyum dan pamit untuk kembali kerombongan karena waktu sudah mau petang dan harus segera tiba ditenda sebelum gelap.
Setibanya di tenda mereka beristirahat dan masak untuk makan malam.
"Nanti jam 19.00 kita mulai acara api unggunnya kalian bersiap ya" ujar pembimbing sebelum meninggalkan anak bimbingannnya.
"Rin kita jadi ngisi acara api unggunkan?" Tanya Mala sambil memasukki tenda.
"Jadi dong aku udah bawain Gitarnya" jawab Arini.
"Gitaa udah siap" tanya Mala.
"Iya ini lagi nyalin kunci gitar. Kalian berdua siapin mental lo ya" gurau Gita.
Setelah memasak alakadarnya mereka makan dan menuju lapangan persiapan api unggun.
Satu persatu menampilkan pertunjukannya. ada yang bernyanyi, membaca puisi, drama singkat dan menari. Mereka bebas menentukan pasangannya.
Kini tiba giliran Mala, Arini dan Gita.
Mala dan Arini bernyanyi dan Gita memainkan gitarnya.
__ADS_1
Mereka membawakan lagu "Yang terbaik bagimu".. setelah selesai diakhir lagu Gita meletakkan gitarnya dan bernyanyi bersama Arini dan Mala untuk lagu "Kita Semalanya" sambil melambaikan tangan dan menari-nari kecil. Diikuti oleh semua siswa yang hapal lagunya, membuat makin seru malam itu.
Setelah usai semua anak menampilkan pertunjukkannya. Kini giliran pembimbing yang menampilkan pertunjukkannya.
Mereka menampikan dance dan bernyanyi bersama.
Setelah usai hingga waktu menunjukan pukul 21.00 kini tiba acara api unggun dengan banyak rangkaian. Saat dibarisan tiba-tiba Mala merasakan perih diulu hatinya. Dan ijin meninggalkan barisan.
Pembimbing yang melihatnya keluar barisan segera menghampirinya.
"Kenapa dhek?" tanya mbak Mawar salah satu pembimbing Mala.
"Sakit kak" jawab Mala masih memegangi perutnya.
"Ayo tenda uks" jawab Mbak Mawar sambil menggandeng Mala menuju ke tenda.
Disana Mala disuruh berbaring dan diberi obat oleh guru uks yang ikut serta diacara.
"Tadi udaha makan belum? apa salah makan? tanya guru uks
"Udah bu.. enggak saya makan seperti biasanya" jawab Mala
"Ada riwayat Maag nggak" tanya guru
"Kayaknya iya bu, saya dulu sering telat makan" jawab Mala
"Yauda ini minum dulu terus itu obatnya diminum 10 menit kemudian kamu makan lagi ada nasi atas roti itu dimeja" jawab guru sambil menyerahkan teh hangat kepada Mala
"Makasih bu" sahut Mala sambil menerima teh
Setelaha acara selesai Arini dan Gita menghampiri Mala di tenda uks.
"Kamu sakit Mal" tanya Gita
"Nggapapa kok Git cuma telat jam makan aja mungkin" sahut Mala masih dengan posisi rebahannya
"Kamu pucat sekali Mal. Kamu istirahat disini saja ya biar aku ambilkan selimutmu." ujar Arini.
"Iya kalo disini kan ada yang berjaga aku takut ada apa-apa kalo pas ditenda kan jauh" balas Gita
Mala hanya mengangguk dan Arini segera ke tenda mengambil selimut Mala.
Melihat Arini yang berlarian Ridho membuntutinya
"Rin kenapa lari-larian" tanya Ridho setelah Arini keluar dari tendanga sambil mendekap selimut.
"Mau nganterin selimut buat Mala kak" jawab Arini
"Mala sakit?" tanya Ridho cemas.
"Iyaa Maagnya kambuh" jawab Arini sambil berlari meninggalkan Ridho. Ridho pun ikut berlari mengikuti Arini.
__ADS_1
Setibanya ditenda uks Arini langsung menyelimuti Mala.
"Kalian kembalilah ke tenda dan istiahat untuk persiapan besok. Biar Mala aku yang menunggu" ujar Ridho
Arini dan Gita hanya mengangguk dan berpamitan dengan Mala.
"Tidurlah, Aku akan menemanimu disini" ujar Ridho sambil duduk disamping ranjang.
Mala hanya tersenyum tipis dan memejamkan matanya.
Keesokan harinya Mala membuka matanya dan sudah mendapati Arini dan Gita dihadapannya.
"Mala udah enakan? mau ikut acara apa tidak?" tanya Arini
"Udah agak mendingan kok. Ayoo ikut" jawab Mala bersemangat.
Lalu mereka pun pergi mandi dan mengenakaan olahraga. karena pagi itu akan ada senam pagi dan game.
"udah enakan? kok ikut acara" tanya Ridho sambil merapikan barisan.
"udah kok kak" jawab Mala.
"Kalau nggak kuat jangan dipaksa yaa" ujar Ridho.
Hari itu Mala benar-benar melupakan rasa sakitnya. ia dan teman-temannya mengikuti kegiatan hingga akhir dengan suka cita.
"Kegiatan perkemahan hari ini cukup sampai disini. Semoga banyak pelajaran yang kalian dapatkan dan siang ini kita akan langsung pulang kerumah masing-masing. Terimakasih telah mengikuti acara dengan baik sekian dan terimakasih" penutup dari pembina pramuka.
Setelah dibubarkan anak- anak mengemasi barang-barangnya dan menuju keluar bumi perkemahan. Hari itu ayah sudah menunggu di gerbang. Karena hari sebelumnya sudah di umumkan orangtua bisa menjemput langsung di perkemahan (bagi yang menjemput).
"Aku bantu bawakan Mal" tawar Ridho.
"Enggak usah kak ini ringan kok" tolak Mala
"Enggak papa kamu kan masih sakit" jawab Ridho sambil menarik tas Mala.
"Berat kak bawa dua" jawab Mala.
"Udah ayo jalan" ujar Ridho.
Mala pun berjalan keluar dan melihat sosok ayahnya atas motor. Mala dan Ridho menghampiri ayah Mala.
Ridho pun menyerahkan tas Mala pada ayahnya dan bersalaman dengan ayahnya.
"Teman Mala?" tanya Ayah
"Bukan yahh .. ini kak Ridho kakak kelas Mala dan ketua pramuka" jawab Mala.
"Dijemput?" sambung ayah
"Dijemput kok om, itu dia ibu saya" jawab Ridho sambil menunjuk ibunyq diseberang. Mala dan ayah pun menoleh.
__ADS_1
"Saya duluan ya om" ujar Ridho sambil kembali menyalami ayah Mala.
Ayah menatap kearah Mala dan Mala hanya tertunduk lalu naik keatas motor. Mereka pun segera menuju kerumah.