Setitik Cahaya Selepas Gelap

Setitik Cahaya Selepas Gelap
Cemburu


__ADS_3

"Syafiq. Apa bener itu lo? Tapi kalau itu emang elo, kenapa lo nggak nyapa gue? Apa lo udah lupa sama gue?" batin Chayra penuh tanya.


Kedua sahabat Chayra heran melihat Chayra yang berdiri mematung dengan pandangan mengarah kedepan. Talina dan Khansa pun mengikuti arah pandang Chayra. Namun mereka tidak menemukan kejanggalan. Khansa akhirnya mencoba menyadarkan Chayra.


"Ra." ucap Khansa sembari menepuk bahu Chayra. Tetapi Chayra tidak memberikan respon sama sekali.


"Ra." lanjut Khansa masih mencoba menyadarkan Chayra. Lagi-lagi Chayra tidak meresponnya.


"Coba sekali lagi Sa, siapa tau dia sadar." kata Talina memberikan saran. Benar saja Khansa pun mencoba menyadarkan Chayra sekali lagi. Mungkin kali ini harus menggunakan sedikit tenaga.


"CHAYRA!" teriak Khansa. Hingga membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka. Justru akibat teriakan dari Khansa membuat Chayra sadar dari lamunannya.


Saat itu juga Chayra melayangkan tatapan tajam kepada Khansa. Bahkan Khansa malah membalas tatapan Chayra dengan tajam pula. Sedangkan Talina hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Udah tatapan-tatapannya nggak pegel apa tuh mata. Mendingan sekarang kita lanjut jalan aja keburu larut malam." ucap Talina memberikan saran. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan. Tapi Chayra belum bisa melupakan kejadian yang baru saja dia alami. Sampai sekarang dia masih penasaran apakah itu Syafiq atau bukan? Entahlah.


***


Mereka bertiga menghentikan langkahnya diantara stand pakaian dan sepatu. Talina pun mengajak Chayra dan Khansa untuk pergi ke stand pakaian. Dengan cepat Khansa segera menyetujui saran Talina. Namun Chayra memilih untuk pergi ke stand sepatu.


"Ya udah gue sama Talina pergi ke stand pakaian. Lo pergi ke stand sepatu, entar kalau udah selesai kita ketemuan lagi disini." ucap Khansa memberikan jalan tengah.


"Tapi ingat lo jangan kebanyakan ngelamun. Dibawa orang baru tau rasa lo." lanjut Khansa mengingatkan.


"Iya rese banget sih lo." balas Chayra dengan kesal. Akhirnya mereka pun berjalan menuju stand keinginan mereka masing-masing.


Sesampainya Chayra di stand sepatu, dia segera memilih model sepatu sesuai keinginannya. Dia ingin menambah koleksi sepatunya. Memang sejak dulu dia lebih suka mengoleksi sepatu. Beberapa menit memilih beberapa model sepatu, akhirnya dia menemukan sepatu yang sesuai dengan seleranya. Dia pun berniat untuk mengambil sepatu itu. Tetapi ada seseorang yang lebih dulu memegang sepatu itu. Chayra segera menatap ke arah orang itu. Betapa terkejutnya dia saat Chayra tau siapa orang itu. Jantungnya tiba-tiba saja berdegub lebih kencang dari biasanya. Seseorang itu adalah orang yang pernah hadir dimasalalunya.


Syafiq. Ya dia adalah orangnya. Dia kini sedang menatap Chayra dengan tatapan terkejut. Begitu juga dengan Chayra yang tidak kalah menatap Syafiq dengan tatapan terkejut.


"Chayra." ucap Syafiq dengan tatapan yang masih terkejut.


"Syafiq. Ngapain lo disini, bukannya lo lagi di Singapura?" tanya Chayra penasaran sekaligus terkejut.


"Kemarin aku baru sampai di Indonesia. Mulai hari ini aku udah resmi tinggal di Indonesia." ucap Syafiq sembari tersenyum. Senyuman itu yang selama ini Chayra rindukan. Sampai detik ini senyuman itu tidak pernah berubah.


"Gimana kabar kamu sama keluarga kamu?" lanjut Syafiq.


"Baik kok. Kabar kamu sendiri gimana?" tanya Chayra.


"Baik juga kok. Oya Ra, aku nggak bisa ngobrol banyak sama kamu. Soalnya aku masih ada urusan.." ucap Syafiq. Chayra pun hanya membalas dengan anggukan. Dia pun kemudian pergi meninggalkan Chayra. Baru beberapa langkah Chayra segera memanggil namanya. Syafiq pun segera berbalik menghampiri Chayra.


"Kenapa Ra?" tanya Sayfiq.


"Lo dateng kesini sama siapa?" tanya Chayra sedikit ragu. Syafiq hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Chayra.


"Sama pacar." goda Syafiq.


"Oh." ucap Chayra menyembunyikan ketidaksukaannya.

__ADS_1


"Memang ya sikap kamu nggak pernah berubah. Selalu saja nggak suka kalau aku punya pacar." ucap Syafiq sambil tertawa.


"Ih... Nggak lucu tau." kata Chayra dengan kesal.


"Iya-iya. Aku kesini sama kakak sepupuku kok. Tenang aja aku masih jomblo kok, tapi nggak tau kalau besok." ucap Syafiq dengan tawanya. Sedangkan Chayra masih mencoba menahan rasa kesalnya.


***


Pagi hari Chayra telah sampai didalam kelasnya. Ternyata disana sudah ada Talina dan Khansa yang menunggu kedatangan Chayra. Chayra pun segera menghampiri kedua sahabatnya. Lalu dia duduk disamping Khansa. Kedua sahabatnya hanya menatap ke arah Chayra dengan tajam. Chayra sendiri merasa bingung dengan tingkah laku kedua sahabatnya itu.


"Kenapa pada ngeliatin gue kayak gitu sih?" tanya Chayra merasa risih dengan tatapan kedua sahabatnya itu.


"Cowok yang lo temuin dimall semalam itu siapa? Gue liat lo kayak akrab banget sama dia?" tanya Talina penuh selidik.


"Cowok yang mana?" ucao Chayra merasa bingung. Sebab Talina tidak menjelaskan secara detai ciri-ciri cowok yang dia maksud.


"Yang lo temuin distand sepatu itu." balas Khansa ikut menimpali.


"Oh dia. Dia bukan siapa-siapa kok, kalian nggak perlu tau. Lagian itu nggak penting juga." ucap Chayra dengan santai.


Akan tetapi jawaban Chayra justru membuat kedua sahabatnya beradu pandang. Mereka merasa bingung sekaligus penasaran dengan cowok itu. Memang Chayra mudah akrab dengan siapapun. Tapi setau mereka Chayra hanya akrab dengan dua cowok. Afnan dan Ardian. Selebihnya hanya teman biasa. Namun kejadian semalam Chayra terlihat sangat dekat dengan cowok itu. Bahkan bisa dibilang mereka mungkin telah mengenal cukup lama.


"Kenapa lo nggak mau ngasuh tau ke kita. Kalau kita mikir macem-macem gimana?" desak Khansa agar Chayra mau mengakui siapa sebenarnya cowok itu.


"Apa dia gebetan baru lo? Lo mau selingkuh dari Afnan." ucap Talina dengan terkejut.


Ketika Khansa akan mendesak Chayra untuk berkata jujur. Tiba-tiba ada beberapa murid masuk ke dalam kelas. Bukan karena mereka yang membuat Khansa mengurungkan niatnya. Melainkan topik pembicaraan yang murid itu obrolkan. Ya, mereka membicarakan tentang Klara yang berhasil move on dari Afnan dan memiliki kekasih.


"Woy Sa kok lo malah diem aja." ujar Talina kepada Khansa.


"Lo nggak denger yang mereka bicarain tadi?" balas Khansa kepada dua sahabatnya. Mereka berdua pun menjawab dengan anggukan.


"Mendingan sekarang kita cek Ig nya Klara. Gue penasaran siapa sih orang yang mau pacaran sama orang kayak Klara." ucap Khansa.


Akhirnya mereka bertiga pun mengecek Ig Klara di handphone mereka masing-masing. Benar saja Klara baru saja memposting fotonya bersama cowok lain. Bahkan dengan beraninya Klara men-tag cowok itu.


Melihat postingan Klara membuat raut wajahnya berubah menjadi kecewa. Bukan karena dia iri, melainkan karena orang yang bersama Klara itu. Sebab Chayra begitu mengenal orang itu. Dia tidak menyangka bahwa cowok itu akan pacaran dengan Klara.


"Loh ini bukannya cowok yang lo temuin dimall kemarin malam?" tanya Talina. Namun Chayra hanya diam tanpa membalas ucapan Talina. Dia masih sangat ingat tentang perkataan cowok kala itu.


"Tenang aja aku masih jomblo, tapi nggak tau kalau besok." ucap Syafiq. Yah, orang yang kini menjadi kekasih Klara adalah Syafiq. Sangat sulit dipercaya mengapa Syafiq memilih Klara sebagai kekasihnya.


"Ra!" tegur Khansa. Namun Chayra tetap diam. Bahkan tanpa sepatah kata pun dia pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya. Sedangkan kedua sahabatnya hanya menatap kepergian Chayra dengan heran. Tidak biasanya Chayra bertingkah seperti ini.


***


Disisi lain Afnan dan Ardian sedang berjalan dikoridor sekolah untuk menuju ruang kelas mereka. Ditengah perjalanan dari arah berlawan ada seorang cowok sedang berjalan dengan terburu-buru. Tanpa sengaja dia menabrak bahu Afnan cukup keras. Hingga membuat Afnan tidak terima dan marah pada orang itu.


"Kalau jalan itu matanya dipakek buat ngeliat. Jangan asal jalan aja lo." hardik Afnan kepada cowok itu.

__ADS_1


"Saya minta maaf. Saya nggak sengaja." ucap orang itu merasa bersalah. Sedangkan Ardian hanya menatap orang itu dengan penasaran. Dia merasa seperti pernah melihat orang itu, tapi dimana? Ardian terus berusaha untuk mengingat orang itu. Akhirnya dia ingat siapa orang itu. Cowok itu mirip seperti difoto yang Chayra miliki. Apa mungkin dia cowok yang ada difoto itu.


"Lo mau kemana main pergi gitu aja. Urusan kita belum selesai." ucap Afnan dengan keras ketika melihat cowok itu hendak pergi.


"Tapi saya masih ada urusan yang lebih penting dibandingkan dengan menuruti kemauan anda yang tidak jelas ini." kata cowok itu. Dia pun segera pergi meninggalkan Afnan dan Ardian.


"Woi gue belum selesai." teriak Afnan.


"Udahlah biarin dia pergi. Mendingan sekarang kita ke kelas. Gue nggak mau kena hukuman gara-gara ini." saran Ardian. Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang kelas.


***


Hari kini semakin siang, tetapi Chayra belum juga beranjak dari taman sekolah. Sejak pagi tadi Chayra sengaja pergi ketaman sekolah seorang diri. Semenjak mendengar kabar tentang Syafiq dan Klara membuat Chayra merasa kesal. Dia masih tidak menyangka mengapa Syafiq bisa memilih Klara sebagai pacar. Padahal masih banyak wanita yang lebih baik dari Klara. Chayra pun mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya. Dia membuka aplikasi galeri. Disana dia melihat foto masa kecilnya bersama Syafiq.


"Gue seneng kalau akhirnya lo punya pacar. Tapi gue masih nggak rela kalau lo pacaran sama Klara. Apa yang sebenernya lo suka dari Klara? Kenapa harus Klara?" ucap Chayra pada dirinya sendiri.


"Mungkin itu udah takdirnya buat orang itu." ucap seseorang yang tiba-tiba duduk disamping Chayra. Seketika Chayra langsung menatap ke arah cowok itu.


"Syafiq. Ngapain lo kesini?" tanya Chayra terkejut.


Sedangkan Syafiq hanya tersenyum sembari menatap Chayra. Namun Chayra berusaha untuk memalingkan pandangannya. Sebab dia merasa kesal dengan sifat Syafiq itu.


"Ra. Kita baru aja ketemu, terus sekarang lo udah langsung marah sama gue. Apa lo nggak seneng kalau gue disini?" ucap Syafiq yang masih menatap Chayra.


"Bukan itu. Gue nggak nyangka kalau lo pacaran sama Klara. Emang lo nggak bisa apa cari pacar selain Klara?" tanya Chayra membalas tatapan Syafiq.


"Gue nggak bisa berbuat apapun Ra. Gue pacaran sama dia hanya sebatas permintaan kedua orang tua gue." jelas Syafiq. Chayra hanya mengerutkan dahinya, dia sungguh bingung dengan penjelasan Syafiq.


"Apa hubungan keluarga lo sama Klara?" tanya Chayra merasa bingung.


"Suatu saat nanti lo bakalan tau. Yang terpenting gue cuma mau memperbaiki hubungan persahabatan kita yang dulu." ucap Syafiq berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Sebenernya gue kesel banget tau sama lo." ucap Chayrq dengan kesal.


"Kenapa?" tanya Syafiq bingung.


"Habis semenjak lo pergi, lo jarang banget hubungi gue. Gue pikir lo lupa sama gue." jawab Chayra.


"Mana mungkin gue lupa sama Tuan Putri." ucap Syafiq menggoda.


"Apaan sih lo." ucap Chayra sambil memukul bahu Syafiq dengan pelan. Kemudian Syafiq mengacak-acak rambut Chayra. Membuat Chayra merasa kesal dengan tingkah Syafiq. Namun Syafiq hanya tertawa melihat Chayra merasa kesal.


***


Disatu sisi Afnan melihat Chayra sedang duduk bersama cowok lain. Afnan sendiri tidak tau siapa cowok itu. Yang dia lihat Chayra merasa bahagia didekat cowok itu. Sebab selama dia pacaran dengan Chayra. Chayra tidak pernah sebahagia itu. Dia hanya takut bila cowok itu sangat spesial bagi Chayra. Ya, kini dia sedang cemburu melihat kekasihnya bersama cowok lain.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2