
Bermula dari seorang raja tampan yang menyusuri sebuah hutan, yah itulah hobi nya.
Di saat subuh Ia pergi ke sebuah hutan terpencil yang jarang diketahui oleh orang-orang.
Saat akan berburu terbenggong lah dia saat mendengar suara wanita yang sedang bersenang-senang dengan percikan suara air, ia pun diam-diam pergi mendekat dan melihat mengintip, ternyata itu adalah 7 bersaudara cantik seperti bidadari, ia pun terheran mengapa ada seorang gadis yang mandi di hutan terpencil seperti ini, sudah dua hari Ia melewati jalur itu tapi tak pernah melihat ada sebuah danau jernih di situ, ia pun semakin penasaran dan terus mengintip tujuh gadis itu yang sedang berendam air.
Saat sedang memperhatikan ia melihat sebuah salendang panjang dengan berbagai warna, kain salendang itu cantik dan tampak bersinar, pikiran duit seoarang raja pun muncul, diam - diam ia mencuri kain salendang itu untuk di jual, saat hendak menggambil, salah satu dari gadis tersebut banggun dan bersiap untuk pergi, terpaksa sang raja menghentikan langkahnya untuk mencuri.
Satu persatu akhirnya semua menyusul kecuali satu gadis yang masih inggin berendam.
"Adik kecil ayok kita kembali" ucap para saudara tertua.
"Duluan ajah kak, nanti aku nyusul aku masi Ingin bermain bareng air" ucap putri ke tujuh.
"Huh kamu ini paling suka sama air, kalo gitu kaka duluan yah nanti nyusul " ucap Para saudara tertua.
Saudara - saudara Itu pun pergi dengan mengambil kain salendang milik mereka dan menyisakan satu salendang merah untuk putri ketujuh.
Di situlah raja kaget dan melihat bahwa para putri - putri itu menghilang dengan secerna cahaya putih dan meninggalkan adik kecil mereka yang masih ingin berendam air.
"Tersisah satu salendang merah, warnanya cantik sekali, kali ini aku harus berhasil menggambilnya" suara hati sang raja
__ADS_1
Dengan langkah kaki yang hampir tak menyentuh tanah sang raja pun akhirnya dapat mengambil salendang merah milik putri ketujuh itu, tidak peduli apa yang baru saja lihat, di matanya hanya ada bayangan uang.
Raja pun pergi saat itu, walau melihat gadis cantik tetapi raja sama sekali tidak punya niat untuk melakukan apa pun.
Matahari akan terbit, putri ketujuh pun keluar dari permandian dan bersiap pergi, tetapi saat akan mengambil salendang ia Melihat Bahwa salendang nya ternyata sudah tidak ada dengan rasa cemas ia panik dan Mecari salendang miliknya.
"Matahari akan terbit sebentar Lagi Tapi Aku belum menemukan salendang ku," ucap putri ketujuh dengan penuh kecemasan.
Salendang itu sebenarnya adalah salah satu transportasi dari seorang bintang untuk pergi ke angkasa tetapi saat Ini salendang Itu hilang jika tidak mendapatkannya saat matahari terbit maka dia tidak akan bisa kembali untuk waktu yang lama.
Waktu semakin berjalan tetapi sang putri ketujuh belum menemukan selendang nya dengan tangisan ia terus berusaha mencarii tetapi mau bagaimana lagi matahari yelah terbit ia tidak akan bisa kembali, hanya tangis dan air mata yang ia keluarkan.
*Lembaran Baru pun Dimulai*
"Permisi apakah kau tau jalan keluar lewat hutan sini" tanya putri ketujuh.
Pria tersebut membuka matanya dengan terkejut melihat putri cantik ketujuh di hadapan nya, ternyata pria tersebut adalah sang raja yang sedang beristirahat, dengan panik sang aja langsung bergegas menyembunyikan salendang itu dan acuh tak acuh terhadap putri seakan tak pernah melihatnya.
Putri ketujuh pun gelisah karena tidak ada jawaban dari sang raja tersebut.
"Aku Baru pertama Kali ini berbicara pada manusia di bumi, apakah aku salah berbicaran dengan nya sehingga ia tidak menjawab ku" suara hati putri ketujuh dengan kegelisahan dan murung.
__ADS_1
Rasa kelelahan pun menyusuri tubuh sang putri kepalanya terasa tergoyang dan pusing, akhirnya sang putri ketujuh pun pingsan karena kelelahan.
Sang raja panik dan berusaha membangunkan sang putri tetapi tak ada respon sama sekali dengan terpaksa sang raja mengendong sang putri dan mengistirahatkan nya ke dalam tenda.
Walau putri ke tujuh sangat mempesona tetapi sang raja tidak tertarik sama sekali dengan sang putri karena selama ini ia tidak penah mencintai seorang perempuan dan mempunyai trauma masa lalu yang membuatnya benci untuk bercinta dengan gadis manapunn.
Selang beberapa menit sang raja merawat sang putri dan mencari makanan untuk memenuhi perjalanan sore nya nanti,
sang putri pun bangun dan membuka mata nya ia tampak lemas dan lapar tasanya sangat berbeda karena saat ini ia telah menjadi seorang manusia maka ia akan mengalami lembaran barunya dengan perasaan yang dirasakan manusia lain, sang putri sangat merasa lapar dan Menjerit sambil mengang perut nya, raja yang melihat itu rasanya tidak ingin peduli tapi mau tidak mau ia harus membantu sang putri tersebut, akhirnya ia membakar seekor rusa yang baru saja ia dapat saat berburu, ia mengajak putri tersebut untuk makan.
"Huh merepotkan sekali ini adalah alasan mengapa aku tidak tertarik dengan seorang gadis" ucap raja sambil membantu sang putri untuk bangun dan menyantap daging Tersebut.
Sang putri yang kebingungan menyantap daging dengan lahap nya hingga hampir menghabiskan semua daging.
Saat itu sang putri hanya membeku tak tau inggin menjawab apa karena saat ini tidak boleh ada yang tau bahwa dia adalah seorang bintang angkasa dari 7 bersaudara dalam legenda itu, ia adalah bintang Paling Kecil atau bisanya disebut bintang ketujuh dari Deretan bintang lain nya, ia pun berbohong dan menjawab.
"A-anu jadi tadi aku inggin mencari kayu untuk dibakar aku juga tak tau kalau ini adalah hutan terpencil makanya aku mencari kesini dan tersesat, pada saat tersesat aku mencari jalan keluar dan menemukan mu yang sedang beristirahat" jawab sang putri Tersebut dengan tersenyum manis
Sang raja yang mendengar cerita dari putri tersebut ia terheran.
"Kenapa sang putri ini berbohong padahal aku baru saja melihat ia mandi bersama enam saudara nya tetapi saudara - saudara nya menghilang dengan sekejap seperti cahaya entah apa itu aku juga tidak tau mungkin hanya imajinasiku saja," suara Hati sang raja dengan terbenggong
__ADS_1
Sang raja yang melihat itupun terkejut dan terheran lalu ia menanyakan "em sebenarnya bagaimana kau bisa disini, hutan ini adalah hutan terpencil berbahaya jika seorang gadis sedirian menyusuri hutan Ini" tanya pangeran pada sang putri.
Sang putri yang melihat wajah bengong sang raja ia mulai khawatir dan dalam Hatinya Ia berkata " aduh apakah Pria ini tak percaya kepadaku?, waduh bahaya nih aku harus mengalihkan pikirannya"