
"Ma-maaf ada yang bisa ku bantu" tanya sang putri lionel
Ternyata itu adalah gadis bangsawan yang telah memberikan ekspresi dendam.
"Aku tidak ingin basa-basi" ucap gadis bangsawan itu dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar sang putri lionel.
"Eheii tunggu, apa yang ingin kau lakukan?" tanya lionel dengan raut wajah kepanikan
"Hei kau hanya budak disini, jadi jangan terlalu berlebihan aku hanya ingin memperingati dirimu" ucap gadis bangsawan itu sembari duduk di jendela kamar putri lionel dengan raut wajah kepuasan.
"Ma-maaf tetapi ada keperluan apa kau datang kesini"tanya sang putri lionel
"Aku hanya ingin memperingati dirimu, sebaiknya kau jangan terlalu berharap pada raja leon kau sungguh tidak pantas untuk nya, yang pantas hanyalah diriku paham?"ucap gadis bangsawan itu dengan rasa percaya diri.
Sang raja leon yang masih bersembunyi di dalam kamar sang putri lionel saat mendengar perkataan gadis bangsawan itu ia sunguh merasa jijik dan makin kesal dengan Gadis bangsawan itu.
"Gadis ini sangat busuk sama sepeti tikus yang telah lama mati itulah dia, tidak akan ku biarkan di mencampuri semua urusanku" suara hati sang raja leon sembari mengintip kelakuan gadis bangsawan itu.
"i-iyah apakah hanya itu yang ingin kau katakan?" tanya sang putri lionel dengan penuh kecemasan
"Tidak hanya itu aku juga ingin mengatakan bahwa kau jangan terlalu dekat dengan raja leon saat pesta nanti kau harus tau posisi mu kau hanya seorang bangsa asing yang dijadikan budak disini, kau hanya beruntung kali ini karena sang raja memilih mu, aku tau kau pasti akan mengodanya tetapi aku akan mengawasi setiap pergerakan mu, kau mengerti" ucap gadis bangsawan dengan muka culasnya sembari mengintip buku yang dipegang oleh sang putri lionel
"Ba-baik tetapi aku sama sekali gidak pernah menggoda sang raja" jawab sang putri lionel
"Sangan pasang muka lugu mu itu,Heh buku apa yang kau pegang itu" ucap gadis bangsawan itu sembari merebut buku yang dipegang oleh sang putri lionel
__ADS_1
"He-hei itu buku ku"geram sang putri lionel sembari meraih buku yang telah direbut gadis bangsawan itu.
"Hehh? Yang benar saja kau membaca buku mengenai pasangan pesta yah? Hahahahh(tertawa puas) kau benar-benar gadis kampungan aku heran mengapa sang raja leon ingin gadis kampungan seperti mu menjadi pasangan pestanya, seharusnya kau tau diri jika tidak tau apapun, aku harap kau tidak membuat malu esok, kalo tidak mungkin sang raja tertua akan memberikan dirimu pelajaran yang takan pernah kau lupakan Mengerti?" Tekanan gadis bangsawan dengan senyuman licik
*Membeku*
"Baiklah kalo begitu aku pergi dulu sepertinya urusan ku sudah selesai tetapi jangan harap aku akan mengembalikan buku ini dasar budak kampungan" ucap gadis bangsawan itu dengan senyum kepuasan dan geram.
Gadis bangsawan itu pun pergi sang putri lionel hanya terbenggong dan membeku ketika mendengar perkataan yang diucapkan gadis bangsawan itu, ia takut rasanya air mata itu pun tak bisa ditahan iapun mengeluarkan air mata sederas-derasnya.
Sang raja leon pun keluar dari tempat persembunyian, melihat seorang gadis menangis rasanya ia tak tahan, Raja leon pun berusaha menenangkan segala rasa cemas dan ketakutan yang dirasakan oleh sang putri lionel.
"Li-lionel tenanglah jangan menangis aku ada disini untuk mu jangan takut dan jangan cemas (memeluk), kau jangan pikirkan apa yang dikatakan oleh gadis bodoh itu semua akan baik-baik saja aku disini untuk membantumu" ucap sang raja leon sembari memluk hangat sang putri lionel tanpa disadari.
"Tenanglah (mengangkat wajah sang putri lionel) aku ada disini, jangan disimpan kedalam hati apa kata orang lain, percayalah kepada dirimu sendiri" ucap sang raja leon sembari mengusap air mata yang mengalir dipipi sang putri lionel.
"A-apa ini aku tidak pernah merasakan kehangatan sedalam ini, rasanya kecemasan ku memudar ketika dipeluk oleh nya" suara hati sang putri lionel sembari menghentikan tangisan nya.
"Te-terimakasi sudah menenangkan ku maaf karena terlalu bergantung kepada mu, mulai saat ini aku akan lebih berguna lagi" ucap sang putri lionel dengan nada lembut
"I-iyah (seketika sadar dan melepaskan pelukan), e-eh maaf, (canggung), sebaiknya kau lebih belajar, besok kau harus bangun sangat pagi untuk mempersiapkan dirimu, dan kuatkan dirimu agar tidak terlalu lemas tadi saja aku melihatmu bekerja sedikit langsung pingsan" ucap sang raja leon dengan nada tegas dan canggung
"Aki ingin belajar tetapi buku ku diambil oleh gadis tadi (cemas), heh memangnya kau tadi melihatku bekerja?"ucap sang putri lionel
"Ti-tidak aku sama sekali tidak melihatmu" ucap sang raja leon dengan canggung
__ADS_1
"Hah padahal kau sendiri yang mengatakan bahwa kau melihatku beker..." Ucapan sang putri lionel yang terpotong, karena sebuah buku yang mendarat di dadanya.
"itu bacalah buku itu aku telah menyiapkan nya untuk mu sebelum datang kemari, sebaiknya kau segera mempelarainya, aku harus pergi karena aku datang kesini secara rahasia mereka pasti sedang mencariku" ucap sang raja leon yang malu dan langsung pergi.
"hump sikapnya tiba-tiba aneh, tetapi entah kenapa aku sangat merasa aman dan nyaman saat berada didekatnya" suara hati sang putri lionel
Di satu sisi sang raja leon yang telah kembali ke kedudukannya semua orang tampak khawatir mencari keberadaan sang raja leon.
"Tuan muda dari mana saja kau pergi tuan, gadis bangsawan telah datang mencarimu" ucap para budak
"Aku pergi mencari udara segar, jangan biarkan gadis bodoh itu masuk" ucap sang raja leon dengan tatapan dingin dan kesal
"Maaf tuan muda tetapi gadis itu telah menerobos masuk karena katanya ia telah meminta ijin dari raja tertua untuk menemui mu" ucap budak dengan khawatir
"Sudah kubilang cegah dia dan bawa dia jauh dari hadapan ku"ucap sang raja leon dengan amarah
"Eh heii raja kesayangan ku segitunya kamu ingin aku pergi, kenapa apa karena gadis kampungan itu" ucap gadis bangasawan dengan godaan
"Berani-beraninya kau menerobos masuk padahal sudak ditolak" ucap sang raja leon dengan geram
"Jangan marah begitu dong Aku menerobos karena telah diberikan ijin dari raja tertua, itu bukan suatu kesalahan bukan" godaan sang gadis bangsawan
"ini adalah kediaman ku jika aku tidak mengijinkan masuk maka jangan seenaknya masuk paham, kau gadis bangsawan tetapi sama sekali tidak mempunyai etika yang baik" ucap sang raja leon dengan penuh amarah
"ini bukan tentang etika tetapi ini tentang cinta, kau tau bukan kita ini teman semasa kecil tetapi kau tidak bisa menempatkan ku dihati mu, mengapa? Padahal aku mencintaimu lebih dari apapun" kesedihan gadis bangsawan itu.
__ADS_1